Reinkarnasi Kedunia Sihir Paralel

Reinkarnasi Kedunia Sihir Paralel
Kenaikan Status Petualang Marsha


__ADS_3

Sebuah perjalanan menuju kota Tatsuka dengan kereta kuda yang sekarang sudah menjadi tugas bagi Marsha sebagi seorang pengawal dadakan karena sudah menyelamatkan Adipati Fon dari para bandit yang telah melakukan perampokan di area sekitar hutan pinggiran kota Tatsuka. Para bandit itu akhirnya dikirim ke penjara kerajaan Crenanga.


" Hei, kak. Apakah kakak seorang petualang? " Pertanyaan dari Naria, anak dari Adipati Fon yang membuka sebuah pembicaraan di dalam kereta kuda.


" Iya, aku seorang petualang. Dan untuk kau tahu, aku bukanlah petualang hebat seperti dalam benakmu. Aku hanya petualang tingkat G atau petualang pada peringkat paling bawah. " Marsha membuat Adipati dan Naria bengong.


Lalu, karena ada yang mengganjal bagi Adipati Fon. Dia lalu bertanya kepada Marsha. " Bukankah petualang dengan peringkat G tidak mungkin bisa mengalahkan gerombolan bandi, atau kau sengaja menyembunyikan kekuatanmu itu? "


" Hem, bagaimana ya menjelaskannya. Anggap saja itu semua dari hasil latihanku selama ini. " Marsha tidak mungkin menerangkan kalau dia mendapatkan kekuatan yang hebat setelah melintasi dua dunia.


" Hem, jadi kau lebih fokus untuk latihan ketimbang meningkatkan statusmu sebagai petualang ya. Baiklah, akan kubantu kau naik peringkat sebagai petualang tingkat atas karena sudah menyelamatkanku. Ketua guild juga pasti tidak akan keberatan dengan semua itu. " Adipati memikirkan bagaimana cara dia bisa membalas budi karena sudah diselamatkan nyawanya oleh Marsha dari serangan para bandit yang menghadangnya tadi.


" Hem, aku tidak keberatan jika kau ingin membantuku. Tapi, tolong jangan terlalu berlebihan dalam menceritakan sesutu yang Anda lihat tadi. " Marsha mencoba meredam terlebih dahulu supaya tidak terjadi hal yang mungkin akan membuatnya sibuk nantinya.


" Baiklah, aku paham akan hal tersebut. Aku akan menceritakan semua tentangmu dengan tidak melebihkannya. Padahal aku akan membuatmu menjadi petualang tingkat S. " Adipati memejamkan matanya sembari menyadari kalau mereka akan segera sampai di kota Tatsuka.


" Petualang tingkat S adalah petualang yang tingkatannya berada diatas petualang tingkat A. " Analitis memperjelas pada Marsha tentang status petualang tingkat S.


" Hah? Bukanlah itu berlebihan. Tapi, mau bagaimana lagi. Karena yang ku selamatkan adalah Adipati dari Kerajaan ini. Orang terpenting kedua setelah Raja. Hah ... apakah akan menjadi hal yang berbeda dengan yang aku bayangkan nantinya? " Marsha yang berdiskusi dengan analitis di domain miliknya.


Lalu Marsha menyauti omongan Adipati Fon. " Ehehe, itu bukannya terlalu berlebihan. Jadi, tolong jangan terlalu berlebihan! "


" Yah, baiklah kalau itu merupakan keinginan Nona Marsha. " Apakah Adipati benar paham apa yang dimaksud oleh Marsha dengan tidak terlalu berlebihan itu atau tidak.


" Hei, ayah! Apakah kita juga akan mampir ke tokonya Marsha? " Naria bertanya kepada Adipati.


Marsha yang juga mendengar itu juga menyauti omongan dari Naria. " Eh, maaf sebelumnya. Itu bukanlah toko. Itu hanya lapak kecil di pinggir jalan di pasar kota Tatsuka, Ehehe. "


Dengan pandangan yang ingin sekali membalas budi pada Marsha, Adipati pun langsung membuat keputusan. " kau harus membuka tokomu sendiri. "


Dengan wajah yang bingung Marsha kaget. " Heh? "


" Ehem, maksudku adalah aku akan membantumu untuk memiliki toko sendiri di kota Tatsuka dan akan kuperjelas itu adalah toko yang direkomendasikan langsung dariku. Maka, akan lebih banyak pelanggan baik itu dari orang-orang biasa maupun dari kalangan Bangsawan. " Adipati menjelaskan tentang kata-kata yang dia ucapkan barusan.


Marsha yang masih belum siap mendengar sebuah terobosan yang begitu cepat akan merubah hidupnya itu kaget. " Heh? "


" Nanti akan kuurus semua berkas yang diperlukan dan akan kusuruh bawahanku untuk mencari tempat yang cocok untuk tokomu nanti. " Penjelasan Adipati yang begitu merinci pada sebuah balas budi darinya karena merasa berhutang nyawa pada Marsha.


Mereka sampai di kota Tatsuka dan berhenti di sebuah penginapan yang cukup megah di kota Tatsuka. Marsha yang begitu mengenali aroma rumput di depan penginapan dan semua tentang yang ada di penginapan tersebut.


" Eh, ini kan penginapan Ibu Margaret. Tempatku menginap juga. " Dalam hati Marsha kaget karena mereka berhenti disebuah penginapan yang dimana dia sendiri menginap disitu.


" Heh, kamu kenapa Nona Marsha? " Adipati Fon bingung dengan sikap Marsha.

__ADS_1


" Ehehe, aku sendiri juga tinggal disini. Jadi, yah kukira kita akan kemana. " Marsha tersenyum karena tadi bengong.


" Oh, ternyata kau juga menginap disini. Yah, memang tempat ini menjadi pilihan kami karena sebuah pelayanan yang begitu baik di penginapan ini. Aku pernah kesini dulu saat masih muda dan aku masih mengingat yang punya penginapan ini. " Adipati dan Anaknya kemudian masuk ke penginapan dan ditemani Marsha juga.


" Eh, ada Adipati. Kita harus menyambutnya dengan sopan. Hueh? Kenapa Marsha bisa bersama Adipati? " Seorang penerima tamu dari penginapan itu kaget karena Marsha bisa bersama Adipati.


Lalu, setelah Adipati dan putrinya mendaptkan kamarnya. Marsha yang di kerubungi oleh para pegagai di penginapan tersebut merasa bingung, dalam hati dia berkata. " Eh, ada apa ini. Kok mereka semua mengerubungiku? "


" Hei, Marsha. Kenapa kau tadi bisa bersama Adipati. Apa yang kau lakukan? Apakah kau semacam tawanannya? " Stuard yang merupakan seorang koki di penginapan tersebut juga ikut untuk diberi penjelasan tentang apa yang terjadi.


" Ehehehe, ceritanya panjang. Jadi, singkatnya sekarang aku adalah pengawal sekaligus pemandu mereka selama berada di Kota Tatsuka ini. " Semua orang bengong dan tidak percaya.


" Hah? Memangnya dengan kemampuanmu kau bisa mengawal Adipati dan anaknya? " Stuard yang tahu kalau Marsha hanya petualang tingkat G yang tidak hebat itu mencoba menanyakannya.


Lalu, dari belakang Naria muncul dan menyauti omongan Stuard. " Itu benar! Bahkan Marsha mengalahkan segerombol bandit yang menyerang kami. Bahkan, dia menyelamatkan para pengawal kami sebelumnya. "


Semua orang bengong dan kaget. Lalu, Adipati Fon yang juga muncul tiba-tiba dan mengonfirmasi tengtang hal tersebut adalah kebenaran. " Iya itu benar adanya. Dia adalah penyelamat kami. "


Semua orang langsung memberi hormat pada Adipati Fon. Mereka hampir tidak percaya setelah mendengarnya langsung dari Marsha, tapi setelah mendapat penjelasan dari Adipati Fon, mau tidak percaya bagaimanapun itulah yang sebenarnya terjadi.


Lalu, dari belakang Adilati Fon muncullah Margaret dan langsung memeluk Marsha.


" Hah, aku percaya kau memang anak hebat. Aku tidak sia-sia saat itu menawarkanmu menginap disini. Aku bangga kepadamu Marsha. Kau bisa menyelamatkan orang sekarang. " Sebuah pelukan yang hangat dari Margaret itu, mengingatkan Marsha pada suatu hal yang begitu membuatnya bernostalgia tentang ibunya di kehidupan sebelumnya.


Dengan meneteskan air mata, Marsha tidak sengaja memanggil Margarer dengan sebutan yang begitu mendengung di telinga. " I... b... u. "


Dengan suasana yang begitu mengharukan tersebut. Marsha menangis dipelulan Margaret.


Meski malam tersebut penuh luapan emosi yang menderu menjadi sebuah alunan melodi yang menepi di pikiran Marsha membuat dirinya terhanyut dalam mimpi indah di secuil malam yang berkabut dan dingin tersebut.


Sampai akhirnya mentari datang untuk menyinari para jiwa yang terlelap dan menunda mimpi mereka akan malam yang hanyut dalam aliran halusnya dunia impian.


" Hoah ... " Sebuah terowongan terbentang dengan aroma khas di pagi hari.


Marsha yang baru bangun itu merasa matanya masih setengah terbuka.


" Dasar tukang tidur. Hei, alangkah baiknya kau mandi dan gosok gigi. Karena hari ini kita akan mengantar Adipati Fon dan Naria untuk berkeliling kota Tatsuka. " Analitis yang langsung menyuruh Marsha bangun untuk menyambut hari ini.


" Hah ... memangnya kau sendiri tidak tidur? Dasar tukang marah-marah. " Marsha yang jengkel kepada analitis karena sebuah alasan pribadi.


" Hem, pertanyaan yang bagus. Tentu saja aku tidak tidur, sekarang aku telah menjadi sebuah kemampuan yang masuk dalam dirimu. Jadi, aku tidak akan tidur seperti para manusia lagi. " Analitis yang sekarang telah menjadi sebuah kemampuan bagi Marsha itu memang tidak tidur dan lebih mirip seperti roh yang ada dalam tubuh Marsha.


" Ho, ternyata kau praktis juga ya. Tidak perlu tidur atau semacamnya. Aku jadi iri terhadapmu. " Marsha lalu bangun dari tempat tidurnya dan memulai hari ini dengan mandi dipagi ini.

__ADS_1


Sebuah kertas kuda yang telah menunggu didepan penginapan itu bersiap berkeliling kota Tatsuka untuk membawa Adipati Fon dan Naria, tentunya sebagai pengawal mereka di kota ini yaitu Marsha.


Di tempat makan yang biasanya Marsha selalu membantu. Tapi, tidak untuk hari ini karena Marsha sudah memiliki jadwal yang bersamaan dengan Adipati Fon.


" Hei, Marsha! Hari ini kau makan saja dulu. Karena kau nantinya akan menemati Adipati Fon dan anaknya kan untuk keliling kota. Jadi, kau tidak boleh membiarkan klaienmu menunggu ya. " Margaret yang menyuruh Marsha yang sedang ikut membantu untuk segera makan saja.


" Ho, tidak apa-apakah? " Marsha yang kaget karena tugas hariannya juga bisa tidak dia kerjaan hari ini.


" Iya Marsha, nanti kau bisa membuat Adipati menunggumu. Kau kan kalau makan lama sekali. Beh, seperti Tuan putri saja. Iya kan? " Stuard menimpali dengan ejekan pada kata-katanya.


" Hem, baiklah. Tapi, jatahmu aku makan saja juga ya Stuard? Yah, Tuan putri ini sangat lapar pagi ini dan butuh asupan energi yang cukup untuk menjalankan Kerajaan Margaret ini. " Marsha pun mengambil jatah Stuard yang telah lalai terhadap pengawasan pada makanannya.


" Eh, kenapa jadi begini? Hadeh, aku harus membuat lagi jatah makanku nanti. " Stuard mungkin mudah untuk membuatnya lagi karena dia adalah koki di penginapan ini.


Setelah Marsha sudah selesai makan. Mereka pun berangkat menuju ke guild terlebih dahulu untuk mengurus status Marsha.


Sesampainya di guild petualang. Semua orang memberi hormat kepada Adipati yang datang tersebut. Kepala guild pun menyapa Adipati dengan sopan santun.


" Selamat pagi Tuan Adipati. Ada perlu apa ya di guildku yang sederhana ini? Tidak seperti biasanya anda berkunjung kesini. " Kepala guild sedikit heran dan melihat kearah Marsha juga.


" Maaf, kita bisa bicara ditempat lain kan. Aku ingin membicarakan hal penting kali ini. " Adipati segera meminta ruangan untuk berdiskusi.


" Baiklah, aku akan membawa anda ke tempat ku, kekantor utama ku dimana ruangan kepala guild berada. Dan kita bisa mendiskusikan itu disana. " Kepala guild meminta Adipati Fon untuk mengikutinya.


Setelah mereka sampai diruangan Kepala guild. Adipati langsung saja tanpa ragu langsung meminta Kepala guild untuk menaikkan status Marsha yang saat ini masih menjadi petualang tingkat G.


" Baiklah, kedatanganku kesini adalah untuk meminta agar Marsha bisa naik status. Apa bisa kau lakukan itu? " Adipati pada inti pembicaraan langsung.


" Hem, itu sedikit sulit untuk dilakukan. Karena harus melalui beberapa proses. Jadi, tidak akan semudah itu. Tapi, aku bisa mengaturnya untukmu. Sebelum itu aku lakukan. Anda bisa jelaskan terlebih dahulu alasan anda ingin melakukan itu? " Kepala guild juga tidak mau memperbarui status petualang tanpa alasan yang jelas. Apalagi dengan kemampuan yang berbeda dari statusnya.


" Aku tahu itu sulit dilakukan. Tapi, aku tidak mau sampai penolongku yaitu nona Marsha tidak mendapatkan balasan yang setimpal dariku. Dia telah menyelamatkanku dari bandit-bandit yang menghadang kedatanganku kesini baru-baru ini. Jadi, untuk masalah status yang meningkat dan kekuatan pasti sudah saya konfirmasi itu memiliki perbandingan yang lurus. Karena aku tidak mau nanti dia terus menerus mengambil quest dengan bayaran yang sedikit tapi dia memiliki kemampuan yang hebat. " Adipati lalu berdiri di samping Marsaha.


" Ho, apa benar itu Marsha. Apa kau yang telah menyelamatkan Adipati Fon? " Kepala guild melihat Marsha yang sedari tadi diam karena tidak tahu harus ikutan ngomong atau tidak.


" Hem, bagaimana ya menjelaskannya. Mungkin iya. " Marsha yang tidak tahu harus menjelaskan yang bagaimana dimaksudkan oleh kepala guild.


Lalu Naria yang menimpali dengan sebuah cerita kalau Marsha memang menyelamatkan mereka dari para bandit. Dan Marsha juga lah mengalahkan semua bandit tersebut sendirian. Kepala guild merasa tercengang bagaimana bisa seorang petualang peringkat G bisa mengalahkan pasukan bandit itu sendirian. Dan bahkan pengawal yang ditugaskan untuk mengawal Adipati sendiri saja tidak sanggup melakukannya.


" Baiklah, aku sedikit mengerti kondisinya sekarang ini. Tapi, aku harus lihat sendiri bagaimana kekuatanmu Marsha. Apakah kau memang sanggup untuk naik stastus atau tidak. Baiklah, pengujiannya akan dilakukan segera saja. Karena aku sendiri juga penasaran bagaimana kau bisa mengalahkan semua pasukan bandit tersebut. " Kepala guild lalu melakulan sihir teleportasi kesuatu tempat.


" Hah? Ternyata kepala guild juga bisa melakukan sihir teleportasi. Tidak diragukan lagi kekuatannya sebagai kepala guild ini. " Marsha yang kaget karena semua orang yang ada diruangan tersebut dipindahkan kesuatu tempat.


Sebuah tempat dimana ada sebuah sihir yang melindungi dari luar dan dalam menyelubungi tempat tersebut. Benar itu adalah tempat terbuka tapi, begitu luas entah dimana Marsha sendiri tidak tahu.

__ADS_1


" Baiklah, ini adalah tempat dimana kita akan melakukan sebuah pengujian kenaikan peringkat yang menjadi tempat untuk kenaikan dan pengujian para petualang yang akan naik peringkat statusnya. " Kepala guild kemudian memanggil beberapa orang dan datanglah lima orang penguji yang akan menguji Marsha.


Kelima orang tersebut menguasai sihir yang berbeda. Dan masing-masing dari mereka adalah ahlinya dari elemen sihir yang mereka kuasai. Marsha akan diuji dengan melawan kelima orang tersebut secara bersamaan.


__ADS_2