Reinkarnasi Menjadi Pangeran Terbuang

Reinkarnasi Menjadi Pangeran Terbuang
Godaan nimfa cantik


__ADS_3

.


.


Sebelum sampai di wilayah Elvestra, tepatnya setelah mendapatkan burung batu dan Jaden memasaknya menjadi steak. Shino menemani Jaden memasak sambil bercerita, yang mendengar hanya Sam dan Selen saat itu.


Jaden bertanya mengenai Nymph atau nimfa.


“Mereka adalah semacam roh, spirit, berada di hutan atau pepohonan, air... mereka bisa berada dimana saja, tapi lebih sering ada di hutan atau lautan, atau danau tertentu. Jika di danau, biasanya itu adalah danau yang sangat besar. Nimfa lebih baik tidak didekati, karena mereka suka jahil,” ucap Shino.


“Aku baru dengar, jahilnya gimana?” tanya Sam semangat.


“Hmm, misalnya jika di hutan, kamu sedang berada dihutan dan tersesat, jika ada seseorang mendekatimu dengan wajah yang sangat cantik atau sangat tampan, pokoknya tidak biasa, lalu mereka mengatakan ingin menunjukkan jalan, kamu lebih baik berhati-hati dan tidak mengikutinya, karena dia justru akan membuatmu semakin tersesat. Mereka tidak terlalu berbahaya kok, mereka hanya suka menyesatkan. Tapi, terkadang, jika ada orang yang mereka sukai, mereka akan menggodamu dan membuatmu jatuh cinta pada mereka.


Meski begitu, sebenarnya nimfa itu sangat berguna, mereka memiliki sihir yang besar, setara dengan bangsa peri, mereka bahkan biasanya berteman dengan peri-peri. Mereka bisa menggunakan sihir mereka untuk melihat masa depan, mereka bisa menciptakan apa saja dengan sihir mereka. Oh iya, mereka juga bisa juga mengubah wajah mereka menjadi wajah siapa saja. jadi, harus hati-hati ya, jangan tertipu.”


Saat itu, Jaden hanya mendengarkan, dia juga kagum dengan cerita itu, tapi hanya sampai sana. Jaden tidak berpikir akan menemukan mereka.


***


Jaden memandangi cahaya warna-warni yang bersinar menyebar di sekitar sana, setelah diperhatikan lebih jeli lagi, memang tidak terlihat seperti kunang-kunang. Bentuknya berbeda, namun, karena sangat kecil, jadinya Jaden tidak bisa melihat dengan benar. Lagipula, Jaden juga baru bangun.


“Peri?” gumam Jaden.


Cahaya-cahaya itu semakin membesar, lalu salah satu yang berwarna merah muda mendekat ke depan hidung Jaden.


Jaden terpana melihatnya, memang peri sungguhan! Cantik, kecil, mungil, memiliki sayap yang indah, juga gaun indah yang kecil. Mereka bercahaya dan sangat indah.


Luar biasa!


“Kamu sudah percaya padaku? Ini adalah hutan kerajaan yang tidak banyak didatangi orang, dan juga dilindungi, itulah kenapa tidak banyak yang mengetahui tentang peri-peri tersebut,” ucap Abel.


Jaden menoleh padanya, “tapi kenapa kau hanya menunjukkannya padaku?” tanya Jaden.


Abel tidak menjawab, dia kembali menarik lengan Jaden, semakin jauh ke dalam hutan.


Awalnya Jaden tidak mengerti, karena rasa kantuk yang masih tersisa, dia tidak bisa fokus. Sampai kemudian mereka tiba di depan sebuah pohon besar, yang dijadikan rumah pohon.


Abel menarik Jaden untuk menaiki rumah pohon, beberapa cahaya peri-peri kecil juga banyak di atas sana.


Mereka sangat indah, Jaden tidak bosan melihatnya, apalagi saat itu langit sedang gelap.


“Ayo masuk!”


Abel menarik Jaden untuk memasuki rumah pohon.


Di dalam rumah pohon sangat nyaman, hangat dan menyenangkan. Ada ranjang besar juga, ada meja dan kursi kayu, ada beberapa tanaman hias yang cantik, lampu-lampu yang menyala.


Saking cantiknya, Jaden jadi tidak berpikir yang aneh-aneh tentang itu, semuanya hanya terlihat normal baginya.


Sampai kemudian Abel mendorong tubuh Jaden hingga terbaring ke atas ranjang.


“Abel, kamu kenapa?”


Abel hanya tersenyum misterius, “tidak ada, aku hanya ingin bersenang-senang denganmu” ucap Abel, setengah berbisik, tapi karena hanya ada mereka berdua, tentu Jaden dapat mendengar dengan jelas.

__ADS_1


“Apa maksudmu?” tanya Jaden.


Abel menyeringai, kemudian menanggalkan gaun tidurnya, hingga hanya menyisakan pakaian dalam.


Jaden meneguk ludahnya kasar, Abel terlihat sangat seksi saat itu, membuat pikiran Jaden tidak bisa berpikir jernih.


“Abel apa yang kau lakukan – be-berhenti!”


Jaden terus mundur hingga mentok ke tembok, tapi Abel terus naik ke atas ranjang, kemudian naik ke atas tubuh Jaden, sambil memasang raut wajah menggoda.


Dada Jaden berdebar-debar karenanya, dia bingung harus bagaimana.


Padahal selama ini Jaden saja bisa mengatasi godaan dari Selen, yang setiap ada kesempatan pasti menggoda Jaden untuk menyentuhnya. Tapi, Jaden yang selalu ingat untuk tidak berbuat lebih agar tidak menghancurkan Selen, dia selalu bisa menghindar dan menahan dirinya.


Tapi kenapa sekarang susah sekali?


Kenapa saat ini dia tergoda dengan tubuh Abel yang sangat seksi tersebut? Apa yang terjadi?


“Jaden... aku menyukaimu, sentuh aku....” bisik Abel, dengan nada yang begitu menggoda.


Tidak! Abel tidak mungkin seperti itu, Jaden mengenal Abel, dia perempuan yang kuat, sangat berpendirian. Jika Abel menyukai Jaden, dia akan mengatakannya, tidak mungkin langsung menggodanya seperti itu.


“Abel, jangan seperti ini, kamu ini tunangan pangeran Solon! Kamu calon Ratu di kekaisaran!”


“Aku tidak menyukai Solon, aku menyukaimu....”


Abel melingkarkan lengannya pada leher Jaden, tersenyum manis.


Entah apa Jaden terkena sihir apa, tapi tangannya sendiri refleks menarik pinggang ramping itu lebih mendekat padanya.


Sret!


Jaden segera mendorong bahu Abel menjauh darinya.


“Tidak, Abel! Kita tidak boleh melakukan ini, ku mohon!”


“Kenapa Jaden? apa aku kurang menggoda? Kamu adalah calon penerus Blackwolf, kekaisaran yang akan tunduk padamu, aku tidak mau menjadi istri Solon, tapi aku mau kau, jadi –”


“Tidak, jangan bicara yang aneh-aneh, aku tidak akan menjadi penerus Blackwolf, ayahku bahkan tidak mengenaliku!”


“Jika kamu bertemu dia, dia akan segera mengenalimu....”


“Abel....”


Abel tidak menjawab, dia kembali menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang lebih agresif.


Entah kenapa, kali ini Jaden tidak bisa melawan, dia malah menikmati semuanya.


Hingga tanpa Jaden sadari, kini tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai benangpun.


Saat Jaden sadar, Abel sudah berada di bawahnya, menyebut namanya dengan suara indahnya.


Tidak, apa yang Jaden lakukan?


“Jaden, jangan berhenti... ayo kita lakukan!”

__ADS_1


Jaden menggelengkan kepalanya, “tidak... kamu sangat aneh, Abel! Kamu seperti bukan kamu!”


“Apa maksudmu, ini aku, Abel!”


“Kalau begitu, kamu sebutkan, sebelumnya kamu tinggal di negara mana!”


“Elvestra, tentu saja... aku putri disini!”


“Sebutkan akun sosmedmu sebelumnya!”


“Apa itu sosmed?”


Jaden membelalakkan matanya.


Benar, itu bukan Abel!


“Apa kamu ini nimfa?”


“Tidak, aku Abel... mari kita bercinta, sayang....”


“Lepaskan aku!”


Jaden buru-buru pergi, kemudian mengenakan pakaiannya kembali. Berkali-kali nimfa yang berpura-pura menjadi Abel menggodanya, namun Jaden berusaha menguatkan hatinya.


Dia tidak boleh berhubungan dengan makhluk astral tersebut.


“Jaden! jangan pergi! Iya aku nimfa, tapi aku sungguh jatuh cinta denganmu... maafkan aku!” nimfa memeluk Jaden dari belakang.


Jaden berusaha melepaskannya, lalu menoleh ke belakang.


Betapa terkejutnya dia melihat seorang wanita yang sangat cantik berdiri di depannya, dengan keadaan polos.


Dia sangat indah.


“Kamu ingin menipuku kan?”


“Tidak! aku tidak akan menipumu lagi, aku... jadikan aku milikmu, aku lelah terus dikurung di kerajaan ini, mereka memeras kekuatanku, membuatku mempekerjakan peri-peri itu, aku pikir, karena kamu calon penerus Blackwolf, kamu pasti bisa membantu kami, ku mohon...”


Nimfa tersebut meraih tangan Jaden, lalu meletakkan tangan Jaden di dada si nimfa.


Terasa empuk.


“Ti-tidak mungkin, ayahku bahkan tidak akan mengenaliku....”


“Dia akan mengenalimu, aku bisa melihat masa depan, kamu akan menolong kami kan?”


Jaden kebingungan saat itu, tapi dia juga tidak tega jika membiarkan nimfa dan para peri di kurung disana.


“Baiklah, tapi biarkan aku merundingkan dengan teman-temanku terlebih dahulu.”


Setelah itu nimfa menarik tubuh Jaden untuk kembali ke atas ranjang.


.


.

__ADS_1


__ADS_2