Reinkarnasi Menjadi Pangeran Terbuang

Reinkarnasi Menjadi Pangeran Terbuang
Melepaskan Nimfa dan peri


__ADS_3

.


.


Lega sekali rasanya karena sudah membantu nimfa dan para peri dari jeratan Alexis.


Tapi, pagi ini Alexis membuat keributan dengan secara terang-terangan meminta berduel dengan Jaden.


“Mereka ini tamu, kamu tidak bisa begitu Alexis!” teriak Abel.


“Diam kau! Pasti kau yang membantu cecunguk ini untuk melepaskan batu inti nimfa kan? kalian kemarin ke kamarku! Aku sudah mendengar jika dia ternyata berhubungan dengan Selen, jika aku membunhnya sekarang maka Selen akan menjadi milikku!” ucap Alexis.


Saat itu mereka ada di tempat latihan pedang para prajurit militer kerajaan. Tempatnya sedang sepi karena prajurit latihan di tempat lain, jadinya Alexis meminta Abel dan teman-temannya untuk datang ke tempat itu.


Awalnya hanya untuk bertanding biasa, tapi Alexis tiba-tiba meminta duel.


Mungkin Alexis lemah, tapi dia cukup pandai berpedang, makanya dia sangat percaya diri.


“Kamu tidak punya bukti, lagipula sudah dilarang untuk mengendalikan nimfa dengan cara seperti itu, kamu sangat curang!” teriak Abel lagi.


“Diam kau! Dasar adik tidak tidak berguna!”


Alexis siap untuk mendorong Abel, namun Jaden dengan sigap menolong Abel, dan balik mendorong Alexis, hingga pangeran itu mundur beberapa langkah.


“Jika kau ingin berduel denganku boleh saja, jika kau menang, kau bisa melakukan semaumu, tapi jika aku yang menang, berhenti berbuat jahat pada Abel dan biarkan Selen pergi” ucap Jaden.


Alexis berdecih malas, “cih, baiklah, siapa takut?”


Pertandingan duel pun dimulai.


Jaden menahan dirinya untuk langsung menumbangkan Alexis, padahal kemampuan Alexis tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengannya, Alexis hanya menang bualannya saja, padahal kemampuannya masih jauh.


Beberapa kali Jaden hanya menghindari serangan dari Alexis, karena ingin menghabiskan tenaganya. Karena jika tenaganya sudah habis, maka itu mudah untuk membuatnya memperlihatkan celah.

__ADS_1


Tapi yah... sulit sekali menahan kemampuannya seperti itu, Jaden sudah gatal untuk menumbangkan pangeran menyebalkan yang suka menggoda Selen tersebut.


Teman-teman Jaden yang melihat duel itu hanya menatap dengan bosan, karena itu sangat tidak seimbang.


“Hanya segini kemampuan mu Jaden? katanya murid terbaik? Haha, omong kosong!” Alexis berniat menghunuskan pedangnya pada Jaden.


Namun, dengan cepat Jaden menebas pedang itu hingga terbelah menjadi dua bagian.


“A-apa? Itu adalah pedang terbaik yang sulit di patahkan!” Alexis berteriak geram.


“Kau sudah kalah, jadi jika kau laki-laki, tepatilah janjimu!” ucap Jaden.


Alexis menggertakkan giginya karena emosi, tapi dia tahu dia sedang lemah, dia tidak akan bisa melawan Jaden.


“Awas saja kau!”


Setelah itu, Alexis yang marah pun pergi begitu saja meninggalkan mereka, dia memang pengecut bermulut besar. Tidak aneh jika Abel tidak betah di kerajaannya sendiri jika punya saudara seperti itu.


Kemudian Jaden menoleh pada teman-temannya, lalu tersenyum kecil.


“Udah belom nih? Laper!” sambar David sambil memegangi perutnya. Bocah itu masih saja banyak makan, tapi sekarang sudah diseimbangkan dengan latihan yang banyak juga, jadi tubuhnya tetap bagus.


“Makan mulu!” sahut Sam.


“Aku juga lapar, kita makan apa sekarang?” ucap Jaden.


Abel maju untuk mendekati mereka, “kalian mau mencoba makanan di restoran terbaik Elvestra?” tanya Abel.


“Tidak ada daging?” sahut David.


Abel terkekeh mendengarnya, “tidak ada, tapi aku jamin, kalian pasti suka!”


“Kalau begitu tunggu apa lagi? Aku juga lapar!” ucap Selen.

__ADS_1


Mereka pun berjalan untuk keluar dari kerajaan, beberapa pelayan menawari kereta kuda, tapi Abel menolaknya.


"Kami akan jalan saja untuk menikmati suasana, jangan khawatir, kami akan baik-baik saja" ucap Abel.


Para pelayan juga tahu, Abel dan teman-temannya itu sangat kuat, beberapa dari mereka juga melihat pertandingan Jaden dan Alexis dari jauh.


"Baiklah, apa kami bisa ikut dan melayani tuan putri dan yang lainnya?" tanya pelayan yang lain.


"Tidak perlu, kalian pasti capek, istirahat saja dulu, aku pergi..."


Dengan itu mereka pun pergi dengan berjalan kaki, suasana di luar kerajaan sangat menyenangkan, terasa sejuk dan damai.


"Tuan!!" teriakan perempuan tersebut membuat mereka berhenti, lalu menoleh.


Terlihatlah Naya yang berubah menjadi gadis manusia biasa dengan pakaian ala penduduk Elvestra, dia terlihat sangat cantik, membuat para lelaki melongo melihat kecantikan tidak manusiawi tersebut.


Setelah mendekat, Naya memeluk lengan Jaden, yang membuat Seleb cemburu.


"Kalau Tuan jalan-jalan maka aku ikut!" ucap Naya.


"Jika Alexis melihatmu bagaimana?" tanya Jaden.


"Aku sudah memberinya sihir untuk tidak mengenali wajahku! jadinya aman."


Selen menarik Naya menjauh dari Jaden, "maaf, aku tahu kamu berterimakasih pada Jaden, tapi dia milikku!" ucap Selen, sambil menatap Naya dengan tatapan tidak suka.


Sementara Naya hanya tersenyum seakan tidak berdosa sama sekali.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2