Reinkarnasi Menjadi Pangeran Terbuang

Reinkarnasi Menjadi Pangeran Terbuang
Membantu nimfa dan para peri


__ADS_3

.


.


Jaden berlari dengan cepat sambil membawa batu ungu yang berkilauan, agar tidak terlihat orang, Jaden memasukkannya ke dalam kantung kulit. Entah dia yang berlebihan, atau memang hutannya terasa sangat jauh? Dia mulai kelelahan setelah sampai di tepi hutan.


“Jaden!”


Nimfa dan beberapa peri mendekati Jaden yang terduduk di bawah pohon karena kelelahan.


“Aku membawakan batu inti, coba periksa apakah ini milikmu, katanya batu inti ini yang membuatmu terkurung bukan?” tanya Jaden.


Kemudian Jaden mengeluarkan batu inti dari kantung kulitnya, setelah itu menunjukkan pada nimfa.


Setelah batu inti dimbil oleh nimfa, batu tersebut bersinar sangat terang, cukup silau hingga membuat Jaden harus menutupi matanya dengan lengan.


Setelah sinar menghilang, Jaden mulai menurunkan lengannya, lalu melihat batu inti sudah menghilang.


“Kemana batu itu?” tanya Jaden.


Bukannya menjawab, nimfa tersebut langsung memeluk Jaden.


“Terimakasih! Aku tahu kamu pria baik dan sungguhan ingin membantuku! Aku berjanji akan mengikutimu dan patuh terhadap perintahmu, mari kita membuat kontrak!” ucap nimfa.


“Kontrak? Tapi –”


Terlambat, nimfa sudah menyatukan dahi mereka, lalu keluar semacam cahaya yang kemudian menyelimuti mereka, menjalar di tubuh mereka. Ada perasaan hangat yang membuat Jaden merasa memiliki koneksi dengan nimfa.


Nimfa menarik tubuhnya, lalu tersenyum, “sudah selesai! Sekarang kamu harus memberiku sebuah nama.”


Jaden terdiam dan berpikir, dia buruk dalam memberi nama, tapi setelah melihat wajah cantik nimfa, ada satu nama yang terlintas dalam pikirannya, yaitu Naya.


Naya artinya adalah cantik atau sesuatu yang mempesona dalam bahasa kekaisaran kuno, Jaden mempelajari bahasa tersebut karena beberapa artefak kuno menggunakan bahasa tersebut.


"Bagaimana dengan Naya, kamu suka?" Tanya Jaden.


Naya mengangguk senang, "aku suka, sangat suka! Itu cocok denganku yang cantik ini! Hehe."


Jaden ikut tersenyum melihat nimfa yang ia beri nama Naya tersebut, terlihat jelas jika dia sangat bahagia, akhirnya dia terbebas dari kekangan putra mahkota Elvestra.

__ADS_1


"Aku juga lega jika kamu suka, oh iya, aku tidak sendiri, tapi dibantu oleh teman-teman ku termasuk Abel juga, nanti ku kenalkan padamu ya?" Ucap Jaden.


Naya mengangguk senang, "baiklah! Tapi sebelum itu, ayo ikut aku! Aku tahu kamu lapar, akan ku tunjukkan sesuatu yang biasa kami makan disini" ucap Naya.


Kemudian Naya menarik lengan Jaden untuk mengikutinya, para peri juga mengikuti mereka, terbang di sekitar.


Naya membawa Jaden kembali pada rumah pohon sebelumnya, lalu mempersilahkan Jaden untuk duduk di kursi balkon rumah pohon.


Di balkon ada meja dan kursi kayu sederhana, Jaden duduk disana sementara Naya pergi ke dalam rumah untuk mengambil sesuatu.


Para peri tidak mengikuti Naya, tapi terbang di sekitar Jaden.


Jaden jadi penasaran, apakah peri bisa berbicara dengannya?


"Halo para peri..." Sapa Jaden, beberapa detik setelah peri tidak menjawab, Jaden merasa sangat konyol.


Sepertinya peri tidak berbicara.


"Halo Jaden!"


Jaden terkejut mendengar suara kecil yang terdengar seperti lonceng, tapi dia bisa mendengar dengan jelas setiap kalimat.


"Peri bisa bicara?" Tanya Jaden takjub.


Jaden tersenyum lebar, para peri sangat menggemaskan, mereka kecil, lucu, cantik dan memiliki sayap yang cantik juga.


Untuk pakaian, Jaden baru sadar jika pakaian peri itu terbuat dari alam. Ada yang terbuat dari kelopak bunga, ada yang terbuat dari daun, mereka merubah bunga atau daun menjadi pakaian.


Untuk fisik, para peri terlihat seperti anak-anak berumur sekitar 7-12 tahunan, tidak ada yang berbentuk wanita seperti dalam bayangan Jaden.


Di dunia Jaden dulu, kadang peri digambarkan sebagai wanita, hanya saja ukuran mereka yang kecil. Tapi semua peri yang Jaden lihat hanya anak-anak, dan beberapa diantaranya juga laki-laki.


"Maaf lama menunggu! Aku membuat kue, dan untuk minuman ada nexie" ucap Naya.


Jaden melihat segelas besar minuman berwarna emas yang agak transparan. Hampir seperti bir, tapi warnanya lebih berkilau dan sedikit lebih kental, aroma minuman juga manis dan harum.


"Nexie? Apa itu?" Tanya Jaden.


"Nexie adalah minuman para peri dan nimfa, high elf juga menyukainya, berasal dari nektar bunga-bunga dan hanya bisa di olah oleh para peri, nexie sangat populer di kalangan peri, ada lagi minuman dari nektar yang lebih kental dan memabukkan, namanya nekto, lalu, kadang nektar juga diminum segar tanpa diolah... Jadinya tidak akan semanis nexie" ucap Naya.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Naya, Jaden buru-buru meminum minuman tersebut. 


Jaden kemudian sangat takjub dengan bagaimana rasa nexie, memang manis, tapi tidak membuat enek, rasanya segar dan menyenangkan. Meski manis, rasanya tidak semanis madu.


"Wow! Ini luar biasa! Apa kamu memiliki banyak minuman ini? Kalau iya, aku ingin teman-teman ku mencicipinya juga," ucap Jaden.


Naya mengangguk senang, "tentu saja! Jika itu teman Jaden, aku berikan gratis! Tapi setelahnya harus membayar, karena aku dan para peri juga membutuhkan makanan lain," ucap Naya.


"Ah, begitu ya? Kamu ingin punya uang dan membeli makanan lain... Tapi bagaimana selama ini kalian makan? Bagaimana kamu membuat kue?" Tanya Jaden.


"Kami membuat tepung dan lainnya secara alami, kami juga menggunakan nektar sebagai gula alami, kami juga tidak menggunakan telur, selama ini kami makan apa yang ada di sekitar hutan, jika beruntung, pangeran mahkota akan memberi kami makanan yang enak," jawab Naya.


Jaden menganggukkan kepalanya mengerti, "jadi begitu... Apa kalian ada pantangan makanan tertentu?" Tanya Jaden.


Naya menggeleng, "tidak, kami makan sayur dan buah karena kami ada di dalam hutan, disini tidak ada hewan berkeliaran, jadi kami sudah rindu dengan makan lain..." 


Jaden tersenyum lalu mengusap kepala Naya dengan lembut, "jangan khawatir, kamu sekarang mengikutiku bukan? Itu artinya urusan makanan akan aku tanggung, jadi jangan khawatir..."


"Sungguh? Apa kami tidak merepotkan?"


Jaden menggeleng, "tentu saja tidak... Aku akan memasakkan apapun yang kalian inginkan," ucap Jaden.


Mata Naya berbinar-binar, para peri juga kelihatannya senang dengan ucapan Jaden.


Kemudian Naya memeluk Jaden erat, "aku sangat beruntung bisa menemukan mu, memang calon Raja Blackwolf sangat luar biasa!"


Jaden tertawa canggung mendengarnya.


Setelah makan kue, Naya menunjukkan persediaan nektar dan nexie yang dia dan para peri miliki. Jaden cukup terkejut karena semuanya ada beberapa galon, sepertinya cukup untuk minum beberapa bulan jika tidak rakus.


Jaden membantu membawakan beberapa galon nektar dan nexie di penyimpanannya. Setelah itu dia membawa Naya untuk pergi ke rumah tamu untuk menemui yang lainnya.


Para peri disembunyikan oleh Naya agar tidak membuat heboh, jadi yang terlihat hanya Naya saja.


Teman-teman Jaden terpesona dengan kecantikan Naya, dan mereka menerima Naya dengan baik.


Jaden bersyukur mereka bisa akrab dengan cepat, kecuali satu orang.


Yaitu Selen, dia tidak menyukai Naya, tapi menurut Jaden itu hanya masalah waktu saja. Jaden juga mengerti jika Selen cemburu dengan Naya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2