
Rena berjalan dengan santai sengaja memperlambat langkahnya memastikan keadaan sekitar kampus. kemungkinan Karin telah membayar seseorang untuk mencelakainya
saat langkahnya sudah hampir mencapai pintu gerbang.
sebuah suara terdengar dari headset yg dia pasang di telinganya.
''bos, bos,.... 'panggil Arga
''hmm.... 'gumam Rena
''sepertinya salah satu dari kedua satpam itu telah di perintahkan oleh seseorang untuk memata matai bos... '
''tapi mereka di beritahu bahwa anda bernama Putri
dan bukan Rena... ''
''dan saya tahu yg mereka maksud itu, tidak lain adalah anda bos. ''
dia hanya mengetahui nama terakhir anda.
kata Arga menjelaskan pada Rena.
''hnn.... 'sekali lagi Rena hanya bergumam.
''baguslah ini artinya identitasku belum sepenuhnya mereka ketahui... ''
bating Rena
''selain Karin musuh ayah ataupun musuhku siapa lagi yg tahu nama lainku.
dan ya Karin hanya tau Rena dan tidak tau siapa Putri. sekali lagi Rena membating sambil tersenyum sinis.
''selalu pantau pergerakan mereka saya akan masuk... ''
kata Rena untuk Arga
''siap bos....
baru saja Rena memasuki gerbang dari belakang seseorang membunyiksn klakson mobilnya berkali kali, dan Rena tau itu adalah Dina si gadis imut paling cerewet di kelasnya. Rena pun berhenti dan menoleh pada si pemilik mobil.
''tunggu aku, dan jangan naik dulu.... ''
tunggu di situ ok.... ''
pinta Dina
setelah memarkirkan mobilnya Dina pun berlari menghampiri Rena.
''kamu ada kelas di jam berapa Re.?
''jam 10.
''terus ngapain datang sepagi ini
masih jam 8 juga.
''kenapa memangnya?
Rena berusaha tegas terhadap Dina untuk membuat Dina paham bahwa dirinya tidak bisa di remehkan oleh siapapun.
''ih serem amat kata katanya neng.
''santai.. santai... nanya doang aku' gak minta duit kok... 'hehehe....
''hnnn....
Rena hanya bergumam menanggapi Dina
sebenarnya Rena mau memberitahu Dina kalau dia dalam bahaya begitupun dengan dirinya, namun karena tidak ingin mengganggu konsentrasi belajar Dina. Rena lebih memilih menyembunyikan hal itu dari Dina, dan sebagai gantinya ia akan memantau Dina dari jauh sekalipun dari jarak dekat.
Dari kejauhan kedua mata Rena menangkap gerak gerik aneh dari Karin.
''sepertinya mereka akan ke kanting.
bating Rena
''kamu ada kelas jam berapa Din?
''jam 9.00,itupun kalau dosennya ada.
jawab Dina
''baguslah kalau begitu. ''kata Rena lagi
''maksudnya? ''tanya Dina
''tidak bermaksud apa apa... ''jawab Rena
''mau ke kanting? ''biar aku yg traktir...
__ADS_1
ajak Rena
''hha... yang bener Re?
''ia buruan,. atau aku ajak yg lain aja, aku rasa banyak yg mau. ''
''iihh Rena. ''ya udah ayo...
saat Rena sudah sampai di kanting dia pun meminta Dina untuk mengambil menja yang cukup jauh di belakang Karin bersama tiga temannya
tunggu aku di sana biar aku yg pesan makannya.
Dina pun berjalan menuju meja yg telah di perintahkan Rena untuk mereka duduk dan makan disana. Dina berjalan dengan santai melewati Karin dan teman temannya yg ternyata sudah memesan lebih dahulu, kali ini Dina berjalan cukup hati hati
waspada akan kejahilan Karin bersama teman temannya yg mungkin saja mau mengerjainya lagi membuatnya terjatuh lalu mempermalukannya di depan umum.
sedan Rena yg telah menjadi target bulan bulanan Karin masih belum selasai memesan makanan.
''Princess kenapa kali ini kita tidak mengerjai gadis bodoh itu... ''
''ssttt.... 'diam kalian.... ''gertak Karin kepada teman temannya... ''
''kali ini bukan si gadis bodoh sualan itu yg menjadi targetku.... ''
tapi dia sambil menunjuk ke arah Rena Karin berkata kepada teman temannya.
ya dia gadis cunguk yg sok jadi pahlawan terhadap mainanku... ''
''kalian lihat saja nanti pertunjukannya.
lanjut Karin lagi menjelaskan kepada teman temannya.
''tes tes... sebuah suara terdengar dari headset di telinga Rena.
''ada apa? ''tanyanya pada si pemilik suara.
''eehhmm eehmm bos...
''maaf aku sedang makan. ''katanya lagi
''hnn.... 'Rena hanya bergumam menanggapi si pemilik suara yg tak lain adalah Arga.
''bos.... 'sepertinya ada seorang pria mencurigakan dari luar ruangan kanting... ''
dia seperti mencari - cari seseorang.... ''
'' ku rasa dia adalah salah satu yg di perintahkan untuk memata -matai bos. ''kata Arga lagi
setelah pesanannya selesai Rena pun mengambil nampan yg berisi dua porsi pangsit udang untuknya dan Dina kemudian berjalan menuju meja yg berada cukup jauh di belakang dimana Karin dan teman-temannya duduk.
''eh... eh... princess....
tuh tuh si Rena berjalan menuju kemari''
sambil menepuk nepuk tangan Karin yg ia letakkan di samping mangkuk sup ayamnya.
saat itu Karin sedang menyeruput es teh jeruknya
dan dia tidak menyadari bahwa Rena sudah berjalan. dan nyatanya mereka tidak tahu bahwa saat beberapa menit yg lalu di saat Karin fokus dengan satu titik di minumannya Rena telah membuat sebuah ilusi tentang dirinya yg seolah olah sudah berjalan semakin dekat dengannya
yg nyatanya dia masih berada beberapa senti meter dari mereka.
saat melihat Rena sudah berada sejajar dengan bangku tempat ia duduk Karin pun lansung mengeluarkan kakinya dan bersedia melihat Rena yg terjatuh dengan nampan makanan yg berserakan kemana mana.
namun nyatanya hal itu tidak terjadi dan membuatnya bingun sedetik kemudian kakinyalah yg di tendang Rena membuat dia yg tak siap dengan apa yg akan terjadi selanjutnya menjatuhkan tubuhnya menubruk meja serta mangkuk sup yg pas berada di depannya tumpah membasahi pakainya.
Karin pun berteriak histeris, sontak saja semua orang kaget. beberapa di antara mereka mahasiswa dan mahasiswi menertawainya.
sedang Rena berlalu begitu saja menuju meja dimana Dina sudah cukup lama menunggu
untuk sarapan mereka.
''sempurna.... 'sebuah pertunjukan yg sangat menarik.... ''
kata Arga melalui headset yg melekat di telinga Rena.
''Hnn..... 'Rena hanya bergumam.....
''eh... eh tadi itu apa Re? 'tanya Dian
''apa kamu tidak lihat Di. ?
kata Rena balik bertanya
''tidak maksudku itu sangat menakjubkan.... ''
''ya ya ya..... , 'aku tidak sebodoh itu untuk membuat diriku ke sandum dan terjatuh Dian.
apa lagi dengan membawa makanan seperti ini.
__ADS_1
bisa bisa kamu gak jadi makan lagi!
''hehehe...... ''Dian hanya cengingisan menanggapi kebenaran kata kata Rena.
''ya benar sekali bos, itu sangat menakjubkan....
berharap mempermalukan cinderella
malah dia yang di permalukan oleh cinderella.... ''
''hahaha..... 'tawa Arga dari headset yg melekat di telinga Rena.
''Diam.... 'kata Rena lembut namun cukup tegas.
''hhaa maksud lu Re? 'orang aku gak ngomong apa-apa.! 'protes Dina.
''memang bukan ku tujukan untukmu nona manis. ''
selesaikan saja makanmu sebentar lagi kamu akan masuk kelas. ''
''aiissshhh.... 'dasar gadis aneh, es balok.... ''
apa kau sedang mengumpatku nona? kata Rena
''Hehehe... Dian hanya nyengir saja menanggapi
lalu kemudian berkata
''tidak yang mulia, saya berkata bahwa anda adalah gadis tercantik dan terkuat di dunia.
''kau pikir aku tidak mendengar yg kamu katakan tadi Di... ''
''ia ia ia..... 'maaf Re.
kata Dian menyesal menggoda sahabatnya
''habis kamu juga ngeselin sih.... '
''kalau gak negur aku, lalu siapa? ''masa ia hantu....
kalau kamu bisa diam makan akan ku beritahu
sahut Rena.
''maka berusahalah aku Re..... ''
''sambil menatap tajam Dian, meminta kepastian pada sahabatnya itu kalau dia bisa tutup mulut setelah mengetahui semuanya.
''sambil mengangguk Dian meyakinkan Rena.
Rena pun Melepas headset dari telinganya dan berkata pada Dian.
''Arga... 'dia yg sedari tadi pagi terus berbicara denganku
''aku memberinya sebuah tugas.
''dan masalah tadi kamu tahu ?''semua yg di tujukan Karin kepadaku sebenarnya semua itu untukmu.
dan apa kamu tidak yakin dengan apa yg akan aku katakan Di. 'kata Rena menjelaskan
''bahkan mungking sampai kita lulus kita tidak akan lepas dari Karin dan orang orang yg bersamanya.
lanjut Rena
''maksudmu dia balas dendam gitu Re. ?
'''ya benar sekali,... 'jawab Rena
''apa karena kau terus melindungiku dan bahkan telah mempermalukannya berkali kali di depan umum.
''hnn.... 'Rena bergumam menanggapi.
''lalu apakah kamu juga ingin mengatakan padaku bahwa dia akan bertindak yg lebih kejam dari ini
''ya tepat sekali jawab Rena.
setelah kejadian itu yg justru mempermalukan dirinya sendiri Karin beserta kedua temannya
bergegas meninggalkan kantin itu. karena tidak membawa banju lain selain yg ia pakai saat itu
ia akhirnya memilih pulang kerumahnya. Di perjalanan menuju rumahnya Karin tak hentinya mengumpati Rena,
''kurang ajar.... kau Rena
''bangsat...., dasar gadis sialan.... ''
tunggu saja pembalasanku gadis cunguk bodoh
jangan salahkan aku, kalau aku membuatmu menderita seumur hidup.... ''
__ADS_1
''nantikan saja tanggal mainnya gadis cunguk bodoh.
sambil terus mengumpat di dalam mobil. Karin terus saja mengemudikan mobilnya menuju rumah ayah dan ibunya.