Reinkarnasi Pengawal Angkuh Putri Sang Raja

Reinkarnasi Pengawal Angkuh Putri Sang Raja
9. Sekelompok Pereman


__ADS_3

Sebelum Rena pergi meninggalkan rumah kediaman ayahnya, tak lupa ia memastikan bahwa dirinya akan sampai sebelum jam 09.00


kali ini tujuannya sebuah Apartemen dekat kampusnya. yang telah ia sewa sejak pertama kali ia pindah dari tanah kelahiran kakek dan neneknya Indonesia ke AS.


"seharusnya jam segini belum macet.... "


semoga saja, pinta Rena diatas motor...,


Motor Rena melaju dengan lumayan cepat sebab memang masih belum cukup padat pengendara.


selang beberapa menit ia sudah sampai. Rena kemudian memarkirkan motornya di lantai bawah tempat parkiran motor. lalu kemudian naik menuju kamarnya di lantai 6.


sesampainya Rena di apartemennya ia lekas saja membuka dengan sandi yg sudah ia stel sejak pertama kali ia membeli apartemen itu.


"baiklah,... 'mari beraksi....


''saatnya tunjukkan keberanian dan unkapkan kebusukan mereka satu persatu.


memang dasarnya Rena adalah seorang pengawal kerajaan yg pandai melacak pada masa kerajan ratusan tahu lalu yang kemudian juga bereingkarnasi sebagai peretas handal yg bahkan mampu memblok sandi sandi tersulit sekaliupun.


"Baiklah ayo mulai... ''siapa sebenarnya kamu yg berusaha merebut atau mungkin ingin mengambil alih semua bisnis perusahaan Ayahku.


Sebuah komputer, leptop dan beberapa USB yg di bawah dari rumah di keluarkan Rena untuk mempermudah melakukan misinya. ia kemudian menghidupkan komputer dan laptopnya.


" hhaa... sepertinya ada yang kurang.


Mmm apa ya. ?


"waaah... segelas kopi dan cemilan.


" aaaiiisshhh....


"apakah di dapur aku masih memiliki stok atau sudah habis ya..?


" wah wah wah... perlu di periksa dulu kalau begini.


aku tidak akan fokus bekerja tampan cemilan hehehe..... " sambil berjalan menuju dapur Rena berbicara seorang diri.


"aiisshhh arrrggghhh..... ''ini menyebalkan kenapa tadi aku bisa lupa untuk membelinya di mini market


"ahh baiklah kalau begitu....


" sepertinya aku harus ke minimarket dulu demi kelancaran misi. "


Rena pun keluar dan menyambar jaket hoodi di sandaran sofa lalu berjalan menuju ke bawah.


Rena lebih memilih berjalan sebab ia akan mendapatkan cemilan cemilan itu di mini market terdekat. ia berjalan dengan anggung namun terlihat angkuh tampa ekspresi di wajah.


beberapa pemuda yang berpapasan dengannya terpesina dengan wajah cantik rena.


namun Rena tak menghiraukannya.


"wah cantik... ''


" dia bahkan lebih cantik dari seorang model... "


"benar benar cantik bagaikan dewi.... ''


bisik bisik para pemuda yang berpapasan dengannya.


Setibanya Rena di minimarket


lansung saja ia mengambil troli dan berjalan memilih berbagai macam cemilan mie instan serta beberapa minuman untuk stok di kulkasnya.


Rena terus berjalan memilah dan memilih


hingga tiba - tiba seseorang sengaja menabrakkan dirinya di tubuh Rena, hanya untuk memastikan perintah dari sang bos. apakah itu benar Rena atau hanya seseorang yg mirip dgn penampilannya.


dan bahkan sampai detik itu Rena belum sadar bahwa sebenarnya dirinya sedang di awasi di mata - matai.


karena asyik memilih dan memilih ia pun tak sadar bahwa sebenarnya dirinya dalam bahaya.


dari arah yg cukup jauh darinya seseorang sedang berbicara menggunakan headset bluetooth.


"bos kurasa benar itu dia... "


"ok baiklah,.. " terus kamu awasi dia sampai kamu temukan tempat tinggalnya... "


Rena yg tadinya belum selesai memungut semua barang yg terjatuh. baru merasa ada yg aneh


ia pun menoleh kiri kanang memperhatikan keadaan.


"tempat ini tidak ramai... " gumamnya.


sepertinya dia sengaja menambrakku

__ADS_1


beberapa menit yg lalu dari kejauhan Rena sempat melihat pria bertopi hitam itu sambil menekan telinganya. "Rena tidak menaruh curiga karena masih berada jauh hingga ketika Rena berhenti dan asyik memilih milih dari ekor matanya pria tadi mendekat tapi di abaikan olehnya.


sampai akhirnya pria itu menabrakkan dirinya.


" hhaa siaall.... ''


gumamnya


"secepatnya Rena meninggalkan tempat itu masuk ke toilet yg ada di mini market tersebut. merubah penampilannya.


kini ia keluar dengan menggunakan masker kacamata hitam serta sebuah topi di kepala dengan kaos putih, hoodie'nya sengaja di tinggal di toilet agar penyamarannya tak ke tahuan.


Rena pun mengambil troli belanjaannya dan berlalu di belakang sang pria melewatinya menuju kasir. sempat di lihat olehnya pria itu sedang kebingungan mencari keberadaan Rena. Rena tersenyum kecut


''tidak semudah itu mengintai keberadaanku bangsat" umpat Rena dalam hati...


setelah semua belanjaannya di hitung Rena kemudian membayar menggunakan kartu rekeningnya. matanya masih mengawasi si pria yg sedang sibuk mencari keberadaan Rena.


tepat saat Rena akan keluar meninggalkan minimarket seorang wanita yg perawakan tubuhnya sama dengan Rena juga keluar dari dalam toilet mengenakan hoodie Rena. dan semua itu tak luput dari pengawasan Rena.


Rena pun tersenyum sekali lagi.


sambil mengingat beberapa menit yang lalu.


"mbak maaf boleh saya minta kertas dan pinjam pena sebentar.... ''


"ia kak. sambil menyodokkan selembar kertas dan sebuah pena.


" terimakasih... "sambil berlalu ke toilet..... "


"siapa pun kalian seorang wanita yg bertubuh lumayan tinggi, menemukan jaket ini silahkan di pakai saja. imbalannya ada di kantong hoodie ini.


terimakasih. '''sambil memasukkan uang tunai satu juta. ''


" hhmmm kamu pikir mudah nenemukanku tuan... "


''akulah yg akan menemukanmu lebih dahulu.... ''


sambil berjalan meninggalkan mini market Rena


berkata seolah memastikan yg di katakan.


"aarrggh sial.... mengulur waktuku saja.


umpat Rena sesampainya ia di apartemen lagi.


kamu seolah olah menyerahkan dirimu secara cuma cuma tuan. ini akan lebih memudahkan pencarianku.


Dengan di temani secankir kopi dan berbagai macam cemilan Rena pun memulai pencariannya


tidak butuh waktu lama bagi Rena untuk menemukan mereka...


"hhaa... ''baiklah, rupanya itu kamu paman.


dan orang orang tadi sepertinya mereka suruhanmu ya.... "


"waahhh benar benar..... ''


" baiklah saat ini akan ku awasi saja kalian.


sampai dimana kamu mampu beraksi.


"akan kulihat sampai dimana kemampuan dan kecerdasanmu untuk menghancurkanku paman.


setelah memindai semua yg di dapat dari setiap sandi maupun nomor beserta data diri yg di retas Rena ia pun menyimpannya lagi di laptop


dan bersisp untuk pulang ke kediaman ayahnya.


Ketika di perjalanan menuju ke kediaman ayahnya


Rena sengaja melajukan motornya dengan sangat lambat, hingga ia sama sekali tak menyadari kalau ternyata ada segerombolan preman yg ternyata telah di bayar oleh pamannya untuk menangkapnya.


saat sampai di areah yg begitu sepi akhirnya mereka pung menghadang Rena. seketika Rena ngerem mendadak motornya saat hampir saja ia menambrak segerombolan preman yg menghadangnya dengan motor pula.


Rena membuka helemnya dan memperlihatkan wajah cantiknya. wajah mungil yang putih cantik dengan rambut yg panjang tergerai indah.


membuat sekelompok preman itu terpesona.


"wah cantik....


" Sepertinya kita akan rugi jika lansung menyerahkannya sama bos, tampa sempat mencicipinya terlebih dahulu...


kata beberapa dari preman tersebut.


"ya kalian benar.... " dia sangat istimewah untuk kita lewatkan.

__ADS_1


kata yang lain lagi.


"cantik dan seksi.


mereka pun turung dari motor mendekat ke Rena


Rena yg tadinya cuek saja juga bergegas meletakkan helem dan berjalan menghampiri mereka.


" wah nona dari pada kami harus membunuhmu jika kamu berontak untuk melawan kami.


"lebih baik kamu serahkan saja dirimu.., kita akan pergi dulu untuk bersenang senang sebelum kami membawamu ke bos kami...


kata pemimpin dari preman itu


" benar begitu... ?"ahh sayang sekali


sebab sejujurnya aku bukanlah orang yg mudah mengikuti printah. karena biasanya akulah yg memberi perintah.


seakan apa yg pernah ada dalam mimpinya terulang kembali di dunianya saat ini.


"wah wah wah.... " sepertinya kamu bukan wanita lemah nona.


maka jangan salahkan kami jika harus membawamu dalam keadaan tak berdaya di hadapan bos kami....


"oh..., ya silahkan


" tangkap dia. teriak sang pemimpin... "


dengan tatapan mata elang Rena fokus untuk menyambut serangan mereka...


Dua orang dari mereka bergegas untuk mencekal tangan Rena malah berbalik tangan merekakah yang di tangkap Rena.


cekalang Rena di tangan mereka sangat kuat sampi kedua preman itu meringis.


ketika mereka hendak melayangkan tinjunya.


saat itulah Rena melompat memutar tubuhnya bagai baling baling dengan kedua tangan yg masih menggenggam tangan dari masing masing preman itu.


seketika braaakkk.


"aarrggh....


" sial hajar wanita jalan itu.... "teriak sang pemimpin lagi.


tiga pria kekar lagi berlari mengitari Rena dengan ancang - ancang siap menyerang.


dua dari mereka melayangkan tendangan namun salah satu dari mereka kakinya di tangkap Rena dan kemudian seorang lagi kakinya mendapatkan hantaman lutut Rena.


" kyaaaa aarrggh


dan pria yg di tangkap kakinya Rena masih memegang kaki pria itu menumpukan kekuatan di tangannya lalu kemudian mengangkat dan memutar pria tersebut hingga jatuh terdorong mengenai temannya yg lain.


Rena berjalan mendekati pemimpin sang Preman


namun tiba tiba dari arah belakang seorang anak buah lagi berdiri beriap menendang Rena dari belakang, namun sekali lagi usahanya sia - sia


Rena memiringkan badannya sehingga tendangan itu mengenai dada pemimpin dari kelompok preman tersebut dan membuatnya jati terjungkal.


"kurang ajar mengapa kau menendangku bodoh.....


" ampun bos..., ampun...


"ahhh sudah,... hajar dia.


akhirnya kini satu lawang satu.....


anak buah itu bersiap mengambik kuda kuda


melayangkan tendangan namun Rena menunduk dan balas menonjok perut pria itu hingga bergeser ke belakang..


" sialan.... kyaaa


dla maju lagi melayankan tiju yg kemudian di tangkap oleh Rena menggunakan tangan kanan dan kemudian sedikit berjongkon membelakangi preman itu dan menyiku pas di dagu hingga membuat preman itu terjatuh tak berdaya dengan darah segar yg dia muntah kan.


dengan mata Elang itu Rena menatap sang pemimpin preman mendekatinya....


"katakan padaku, siapa yang membayarmu....


"ampun nona... ampun.,


" kami tidak tahu, kami hanya mendapat bayaran saja. tampa tahu yg memerintah kami.... ''


"aarrggh.... Rena nengeram marah.


dan berbalik berjalan dengan sangat angkuh

__ADS_1


ia mengambil helemnya memakainya sekilas melihat sekelompok preman itu yg telah ia jatuhkan satu per satu.


dan kemudian membunyikan motornya dan melaju meninggalkan tempat itu.


__ADS_2