
...Di perjalanan menuju markas Rena sedikitpun tidak merasa tenang dia selalu saja melirik arloji'nya dan solah olah berharap terhadap waktu untuk berhenti di titik selanjutnya....
...dan hal itu tak luput dari mata jeli Dina sehingga mengundang tanya di benaknya....
...dan dia tidak mampu bertahan untuk tidak bertanya...
"Re ada apa sih?
mengapa kamu terlihat begitu gelisah
"apa kamu merasa ada sesuatu yg akan terjadi...
atau mungkin telah terjadi.... "
yang ditanya pun masih diam bahkan asik dengan pikirannya sendiri. sehingga membuat Dina menghentikan mobilnya ia merasa tidak fokus menyetir dan ia tidak mau mengambil resiko yang mungking akan membahayakan dirinya dan Rena.
..."ada apa Din kenapa menghentikan mobilnya.... "...
...aku yang seharusnya bertanya Re. "ada apa... "...
...aku melihatmu begitu gelisah sepanjang perjalanan tadi..... "...
..."kau membuatku tidak fokus untuk menyetir Re karena penasaran dengan apa yang kamu khawatirkan....
"ada apa sih Re....
"ah tidak.... tidak apa apa.
sudahlah ayo jalangkan lagi mobilnya.
"tapi Re.....
"hn.....
..." ia ia baik Tuan putri.... "serasa supir taksi aja aku ni yah yang di tawan begal. " gumam Dina.......
...Rena tersenyum menahan tawa...
__ADS_1
^^^"Din kalau saja sesuatu telah terjadi atau mungkin akan terjadi yang membuatku tidak bisa hadir di peresmian kafe milik ayahmu, aku minta maaf ya.^^^
..." ya elah Re gak perlulah pakai minta maaf segala.... " aku ngerti kok... "...
..."Re aku dan keluargaku juga lebih mengutamakan keselamatan di banding acara acara peresmian....
...itu bisa di lakukan belakangan bukan..... "...
..."katakan saja kalau seandainya kamu butuh bantuan kami Re..... "...
...aku beserta keluargaku pasti bersedia untuk membantumu Re..... "...
..."terimakasih Din... " ia pasti Din aku tidak akan segang untuk meminta bantuannmu jika di kemudian hari aku sudah mulai terpojokkan....
..."Ia Re... "...
...setelah berbagi Kekhawatiran terhadap ayahnya kepada Dina. Rena Sudah mulai merasa tenang dan mobil Dina sudah sampai di tempat tujuan...
...Markas tempat berkumpulnya anggota geng motor Dina....
..."kita sudah sampai Re.... "...
..."jangan sekarang Re.... " lain waktu saja hari sudah mulai petang, takut ayah mencariku..... "...
"oh ia... ''baiklah.....
terimakasih sekali lagi
" ia Re sama - sama.... ''
...aku jalan dulu ya, kamu hati hati nanti pulangnya...
...jangan ngebut... " salam buat om Chandra.... "...
..."ia ia bawel..... "...
...setelah mobil Dina mulai menjauh...
__ADS_1
...Rena melangkah masuk berjalan perlahan dengan tegap namun terlihat angkuh....
..."Dion bos suda datang tuh... "...
...Arga memberitahu Dion selaku orang yg di tunjuk Rena untuk mengatasi lecet di bagian bodi si hitam....
...sontak yang lain pun pada menoleh.......
...dan mereka semua pun kaget. dengan melihat wajah dingin tampa ekspresi itu. mereka semua sudah menduga dan tidak salah lagi....
...bosnya ada masalah, dan mereka semua takut untuk hanya sekedar bertanya....
..."Bagaimana apa itu sudah selesai....
...lembut namun tegas.......
...namun justru kalimat lembut dan tegas ini yang mampu membuat ke delapan anggotanya pada gemetaran.......
..."Dion".........
..." iii'iiaa bos Dion menjawab dengan tergagap....
...sedang yang lain mereka semua hanya tertunduk. takut dengan keadaan bosnya saat ini....
...yang dalam pikiran mereka akan ada lagi mangsa yang mendapatkan ke sialanyasebentar lagi....
...Melihat ekspresi Dion Rena ingin sekali tertawa...
...namun kekhawatiran terhadap ayahnya mengalahkan kegelian di hatinya....
..."jika benar itu sudah selesai dan terlihat sempurna seperti semula..... "...
...sekarang bawa keluar. .......
...saya akan pulang, dan tutup markasnya kalian semua juga pulang beristirahatlah yang cukup malam ini....
..."karena besok akan ada pekerjaan yang menanti kalian....
__ADS_1
"baik bos... " serempak mereka semua menjawab.