
Sebelumnya…
“Pak Wan ada yang ingin saya bicarakan”
Lanjutan...
“Ada apa Pak Gu” kata papa Bing
“Begini saya tahu kalau kalian tidak mau Bing saya asuh, tapi biarlah nanti saat Bing sudah berumur cukup memilih sendiri. Saya harap anda tidak keberatahn untuk hal itu.” Kata Pak Gu
“Ka, Kamu kenapa selalu ingin merawat Bing, Bing itu anakku jangan berusaha merebutnya!!” kata papa Bing sambil marah
“Apakah kalian pikir saya tidak tahu apa yang kalian rencanakan, hah!! Bing sudah saya angkat jadi anak saya, kalian pikir saya akan membiarkannya tinggal dengan orang tua tidak berperasaan seperti kalian, apa!! Jangan mengelak!!!” kata Pak Gu marah
“A, Apa yang kamu katakan!! Jangan memutar balikkan fakta” kata papa Bing cemas
“Jangan berdebat lagi! Biarkan bing memilih sendiri. Saya akan melanjutkan bisnis untuk setahun lebih karena itu saya tidak akan mengganggu anda dalam setahun ke depan. Hanya itu yang ingin kusampaikan saya sudah harus pergi. Terima kasih atas jamuannya” kata Pak Gu sambil meninggalkan Papa Bing
Brakkk
“Si*lan!! Dikira dia hebat apa, mentang-mentang orang paling kaya di negara ini dia jadi seenaknya” kata papa Bing marah sambil memukul meja.
“Ada apa suamiku” kata mama Bing terkejut sambil mendekati papa Bing
“Pak Gu, dia tidak mau mengalah untuk hak asuh Bing. Si*lan!!” kata papa Bing
“Apa!! Jika begitu bila Bing memilih untuk diasuh oleh Pak Gu semua rencana kita untuk menguasai saham rumah sakit akan gagal” kata mama Bing
Di Dunia Hampa
“Wah boss, anda belum saja satu tahun mendapatkan saham rumah sakit itu sudah mau di rebut oleh orang tua sendiri.” Kata Sistem sambil tertawa dan mengejek
“Aku sudah tahu itu, mereka memang serakah” kata Bing kesal
“Sudah ah aku mau belajar lagi, aku harus bisa mendapatkan banyak poin agar bisa naik level” kata Bing
__ADS_1
“Heh”
Berhari-hari pun berjalan..
Bing menghabiskan waktu setiap hari untuk belajar di Ruang Hampa, ia mempelajari banyak hal..
Mulai dari berbagai macam olahraga, Bela diri tangan kosong dan bersenjata, Meneliti dan membuat karya sains serta menyelesaikan hologramnya, Belajar berbagai macam alat musik dan ilmiah tingkat suci, Belajar obat-obatan dan lainnya.
Seiring berjalannya waktu Bing pun sudah bisa berjalan dan berbicara.
Tak terasa Bing kini sudah berumur 2 tahun...
Tahun 2007
Kota Kelahiran, negara Indonesia
“Bing..”
“Apa ma”
“Yang sederhana, undang saja yang dekat-dekat saja. Jangan membuang-buang banyak uang dari saham rumah sakit.” Kata Bing
“Ah” kata mama Bing canggung.
“Binggg..” kata papa Bing yang baru pulang dari perusahaanya dan hendak memeluk Bing
“Hentikan apa yang akan papa lakukan itu,” kata Bing tanpa menoleh
“Uhhh, kenapa kamu selalu seperti itu dengan papa” kata papa Bing sakit hati
“Silakan berpikir sendiri” kata Bing
Papa Bing merasa sedih dan merendung dipojokan, sementara Bing menuju ke mamanya dan berbicara..
“Ma, tolong carikan guru piano dan bahasa mandarin, jepang, korea, jerman dan inggris. Bing mau mempelajari itu.” Kata Bing
__ADS_1
“Banyak sekali Bing” kata mama Bing terkejut
“Yah, kalau mama tidak mampu Bing bisa membayar mereka dengan uang hasil saham rumah sakit,” kata Bing
“Ah tidak bukan begitu maksudnya Bing” jelas mama Bing
“Oke” kata Bing mengakhiri percakapan
“Ah ya, besok aku akan ke rumah sakit untuk melihat situasi. Pak tolong besok siapkan mobil jam 9 pagi” kata Bing
“Baik nona kecil.” Kata Pak Supir
Keesokan harinya.
Waktu menunjukan pukul 8:00
Bing menuju ke ruang kerja papanya dan berkata..
“Pa, aku ingat dulu ada stempel virus SevenYears, berikan semua stempel itu”
“Hah? Buat apa Bing” kata papa Bing bingung
(untuk apa Bing meminta stempel itu?)
Bersambung...
Tetap ikuti novel ini :>
Jangan lupa untuk mendukung novel ini dengan cara :
LIKE, SHARE, VOTE, KOMEN dan klik tombol FAVORITEnya
Terima kasih atas dukungan dan bantuannya.
Sekali lagi ARIGATOO. :>
__ADS_1