
Hallo para pembaca :>
Episode 6 RLT 49 telah selesai di remake..
----------------------------------------------------------------------
“Hahahaha, selamat atas pencapaian anakmu” kata orang tua dari bayi-bayi di sini.
“Demi apa!! Kesambet apaan semua orang di sini!!!” Bing kehilangan kata-kata.
Beberapa hari berlalu banyak orang penting yang memberi hadiah kepada Bing dan mengucapkan terima kasih dan memberi hadiah kepada ayah Bing dan Bing terutama para korban dari Roland Ha dan para anggota tentara.
Selain itu Bing masuk ke berbagai koran berjudul :
“SEORANG BAYI PEREMPUAN MENYELAMATKAN MASA DEPAN BAYI LAIN DAN TELAH MEMBANTU PARA PETINGGI ASIA UNTUK MENANGKAP ILMUAN ******* TINGKAT S ROLAND HA”
“Berlebihan sekali” kata Bing dalam hati
Banyak stasiun televisi yang menayangkan foto bayi Bing yang imut. Tak lama setelahnya foto bayi Bing itu tersebar sangat cepat (maklumi ajah netizen suka bergosip :>).
Alhasil banyak para pengusaha mencoba untuk merekrut Bing menjadi model barang mereka, terutama makanan bayi, popok, baju bayi, dan segala hal mengenai bayi.
Mama Bing setuju untuk menerima tawaran itu, namun papa Bing tidak setuju karena ia berkata bahwa melakukan hal seperti itu seperti menjual harga diri. Alhasil orang tua Bing itu bertengkar lagi.
“Apanya yang menjual harga diri bagus jika dia bisa jadi artis sekecil ini” Ucap mama Bing
__ADS_1
“Dia masih kecil tau, mendapatkan uang karena muka itu artinya menjual harga diri” jawab Papa Bing
“Bisa tidak jangan berlebihan”
“Aku tidak berlebihan” jawab papa Bing
“Pokoknya Bing harus terima dengan begitu ia bisa mendapatkan uang dan di masa depan ia tidak perlu repot – repot cari kerja”
“Kamu mau menjual anak kita” kata papa Bing
“Itu bukan menjual, kenapa kamu tidak mau anak kita sukses” mama Bing ngotot
“Aku hanya tidak suka kalau kamu menyuruh anak kita bekerja sekecil ini, aku masih bisa membiayainya” Ucap papa Bing kesal
“Bagaimana bila nanti di masa depan kamu tidak bisa membiayainya?!!?” Bentak mama Bing
“Nah” Bing setuju dengan mamanya
Mama Bing dan papa bing itu memiliki sifat berbeda, mama Bing lebih mementingkan masa depan dan selalu berpikir panjang sementara papa Bing selalu mementingkan ego dahulu baru masa depan.
Hal itulah yang menyebabkan papa Bing bangkrut dan tidak dapat bangkit kembali. Karena papa Bing saat bangkrut ia memang masih memiliki harta lain namun papa Bing tidak mau kembali membuka usaha tapi hanya bergantung pada harta itu sampai habis.
Terlebih papa Bing mudah sekali dijilat, ditipu, dan percaya pada orang lain sehingga uang yang ia punya itu lebih cepat habis. Alhasil sudah tidak memiliki modal, tubuh sudah tidak semuda dan sehat dulu, uang menipis, dan tidak ada yang mau membantu.
Sementara mama Bing walau ia bercerai dan pergi dengan sedikit uang, ia masih tetap bisa bertahan dengan mengelolah uang itu.
__ADS_1
#balik lagi ke cerita
Akhirnya Bing pun menjadi bintang iklan karena Bing sudah diangkat menjadi anak angkat Pak Gu dan Pak Gu juga menyetujui Bing ikut tawaran iklan, maka papa Bing kalah suara.
“Saya mengerti Pak bahwa anda tidak ingin anak anda bekerja di usia dini, namun ini akan mempermudahkan masa depan Bing nanti. Anda harus berpikir ke depan” ucap Pak Gu menjelaskan
“Dia kan sudah punya penghasilan dari Rumah sakit buat apa dia bekerja juga” Bantah papa Bing
“Bagaimana bila suatu saat Rumah sakitnya bangkrut? Anda juga harus memikirkan kondisi terburuknya. Jangan hanya karena Ego anda, anda membuat anak anda sendiri kesusahan di kemudian hari” jawab Pak Gu
“Sekarang aku mengerti kenapa Pak Gu bisa sekaya itu, karena ia selalu berpikir kondisi terburuk dan terbaiknya. Ia juga pandai menganalisis.” Puji Bing sambil kagum ke Pak Gu
Akhirnya kontrak iklan dari 7 perusahaan itu disetujui dan sebagian akan dimulai setelah Bing berumur 4 bulan. Selama masa itu ada banyak perusahaan lain mencoba membujuk Pak Gu dan mama Bing untuk membiarkan Bing menjadi model iklan perusahaan mereka. (Yah dengan hadiah dll)
2 Minggu kemudian..
“Akhirnya bisa pulang ke rumah,” Ucap Bing
“Haaa, saat memasuki rumah ini adalah perasaan rindu dan benci yang melintas di perasaanku, entah berapa lama aku sudah tidak melihat rumah ini semenjak kejadian itu” kata Bing sambil menghela nafas panjang
Bersambung..
Jangan lupa like, share, vote, rate 5, dan klik fav ya gaes
Terima kasih, bantuan kecil kalian sangat berharga bagi author :>
__ADS_1