Repeat Life To 49

Repeat Life To 49
Episode 0.3


__ADS_3

Hallo para pembaca :>


Episode 0.3 RLT 49 telah selesai di remake..


----------------------------------------------------------------------


“Sudah sudah ada apa, saya dengar kalian memanggil saya bisakah kalian berhenti berteriak seperti itu” kata Tetua


Tiba - tiba ....


“Laaaaaangggg Liiiinggggg” teriak Mei sambil membawa cambuk dan berjalan ke arah kediaman tetua dengan marah besar karena riasannya jadi tidak sempurna.


Brakkk. Mei mendorong pintu kediaman Tetua dengan keras. Semetara Lang dan Ling ketakutan dan bersembungi di belakang tetua.


“Kaliannn, bisa tidak jangan mengganggu saat aku sedang merias!!!” kata Mei meledak-ledak sambil mengejar Lang dan Ling.


“Ampun Ratu” kata Lang dan Ling sambil berlari-lari dan bersembunyi di balik tetua.


“Tetua lindungi kami” teriak Ling


“Tetua, anda sebaiknya tidak ikut campur dalam urusan ini” kata Mei mengejar Lang dan Ling


Tetua yang bingung memihak kepada siapa, akhirnya ia hanya bisa berpasrah.


“Heh” tetua menghela nafas.


Mei adalah wanita yang tidak pandai merias karena itu ia memerlukan waktu yang lama untuk merias diri, apalagi Bing yang sedang tidur tidak bisa membantu merias karena itulah ia sangat marah bila ada orang yang merusak riasannya kecuali Tetua Xiao dan Bing.


Alasannya mudah Mei menyukai Tetua Xiao, sementara Bing walau ia merusak riasan Mei, Bing juga dapat mengembalikannya seperti semula.


Balik lagi ke cerita,


Mei mengejar Lang dan Ling, Sreettt, tak lama kemudian Lang tertangkap oleh Mei.


“Tertangkap kau Lang”


“Aaa” Teriak Lang sambil ketakutan


Saat Mei bersiap mencambuk Lang, Lang berteriak kencang sambil mengangkat kedua tangannya,“Tunggu Ratu, Bing sudah bangun”


“Apa beneran?” Mei langsung lupa untuk menghukum Lang dan Ling, ia langsung menuju ke ruangan tempat Bing berada

__ADS_1


“Fyuh selamat” kata Lang


“Apa benar Bing sudah bangun?” kata Tetua sangat senang namun ia menutupinya


“Benar”


“Cepat kita ke sana juga” kata Tetua


Mereka langsung menuju ke arah ruangan Bing. Sementara Lang dan Ling lupa tujuan utama merek ake kediaman tetua.


“Tunggu sepertinya ada yang kelupaan” kata Lang


“Iya, tapi apa ya :/” kata Ling


Sementara pada waktu yang sama di tempat Tang dan Bing..


“Apa kamu sungguh tidak mengenaliku Bing?”


“Sungguh”


BUKK! Tang menuju ke dekat pohon dan memukul pohon itu sampai tumbang.


“....” Bing terkejut


“Wow, tumben kamu marah Tang” kata seorang pria bernama San. San adalah pria jenius namun sombong. Tak ada angin tak ada hujan tiba – tiba Tang menuju ke arah San dan menarik kerah baju San. Bing yang tidak tahu apa – apa menjadi bingung.


“Jawab jujur San saat menggunakan alat pengulang kehidupan apa yang terjadi?”


“E, itu” San terlihat gugup


“JAWAB” kata Tang ngegas dan menarik kerah baju San


“Ada apa ini, ada apa ini” kata Bing dalam hati sambil bingung melerai kedua atau tidak


“A,aku tidak tahu apa – apa Bing yang mengotak-atik mesinnya sebelum ia mulai menggunakan alat itu” jelas San sambil mengangkat tangan


“Ka, kamu... Kenapa kamu membiarkan Bing mengotak-atik mesinnya” teriak Tang sambil menahan tangannya untuk tidak memukuli si San ini.


“Biiiiinnnggg” Teriak Mei dari kejauhan


“Hm?” Bing menoleh ke arah datangnya suara keras itu

__ADS_1


“Siapa yang memanggilku?” kata Bing dalam hati


Greb. Tiba-tiba Mei memeluk Bing dengan sangat erat sampai Bing tidak bisa bernapas. Maklumi saja sudah 3 bulan Bing belum bangun tentu saja mama angkatnya ini sangat merindukannya.


“Bing kenapa kamu tidurnya lama sekali T.T” kata Mei


“Uhhh, Bisakah kakak melepaskanku dulu” kata Bing sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan wanita gila itu karena dirinya sudah hampir kehilangan nyawanya.


“Eh? Tunggu kok Bing memanggilku dengan kakak?” Pikir Mei sambil menoleh ke arah Lang, Ling dan Tang


“Bing hilang ingatan Mei” Ucap Tang


“Apa!! Kok bisa?” Mei kaget sambil kasihan dengan anak angkatnya itu .


“Bing” kata Tetua berseri-seri, ia berjalan dengan cepat agar lebih cepat sampai.(seperti biasa di tahan)


“..... Siapa pria ini? wajahnya sangat sangat tampan, proporsi tubuhnya juga sangat bagus, bibirnya merah-merah uwu dan kulitnya cerah dan bening. Aku yakin kalau ada perempuan melihat pria seperti ini pasti akan langsung jatuh cinta sekaligus iri.” Kata Bing dalam hati <-- perasaan kamu sendiri perempuan Bing (kata Author)


“Bing? Bing?” Mei memanggil Bing namun Bing melamun


“Ah ya?” Ucap Bing tersadar dari lamunannya namun Bing masih menatap Tetua, sementara Tetua terlihat agak malu-malu kucing. Melihat cara tatap Bing kepada Tetua, Tang mulai merasakan adanya tanda-tanda bahaya.


Tang langsung berdiri di depan Bing untuk menutupi Tetua dari mata Bing yang sedang terpesona itu. Sementara Bing masih berusaha untuk melihat Tetua.


Lanjut..


Jangan lupa dukung author dengan cara : :D


LIKE,


SHARE biar teman-teman kalian juga bisa tahu novel author,


VOTE,


Rate 5,


KOMEN :> silakan curahkan seluruh kekurangan author agar author dapat memperbaiki kekurangan author tersebut,


klik tombol FAVORITE agar kalian tidak ketinggalan episode berikutnya,


Bantuan kalian sangat berharga bagi author :>

__ADS_1


Terima kasih. :>


#Instagram author : @valencia.art_math#


__ADS_2