
Hallo para pembaca :>
Episode 0.4 RLT 49 telah selesai di remake..
----------------------------------------------------------------------
“Hei ..” Saat Tang hendak melanjutkan perkataannya tiba-tiba ada sekelompok robot berlari - lari menuju ke arah Tetua sambil berteriak,“Tuannn”
“Ada apa Pipi?” kata Tetua
“Tuan bintang kesialannya berubah menjadi warna putih tuan” kata Pipi
“Apa?”
Pipi menunjukan bintang kesialan itu yang sebelumnya berwarna hitam pekat menjadi warna putih bersih. Tetua pun mulai curiga, ia meraih tangan kanan Bing dan berusaha menaikkan lengan baju Bing. Tang yang melihat perilaku Tetua pun marah dan menahan tangan Tetua. Sementara Bing terkejut karena Tetua tiba – tiba menarik tangan kanannya.
“Apa yang mau Tetua lakukan” kata Tang sambil menahan tangan Tetua
“Lepaskan tanganku aku harus memeriksa tangan Bing”
“Tetua yang seharusnya melepaskan tangan Bing”
Mereka berdua saling menatap dengan tatapan bermusuhan dan mereka sama – sama tidak mau melepaskan tangan bing”
“-^- bisakah Tetua dan kak Tang melepaskan tanganku, aku merasa kesakitan” kata Bing
Alhasil kedua manusia itu melepaskan cengkraman mereka.
“Tang biarkan Tetua memeriksa tangan Bing” kata Mei
“Tapi” Tang merasa tidak rela
“Tang” ucap Mei menatap Tang
“Hah... Baiklah” Akhirnya Tang pun mengalah dengan tidak ikhlas dan Tetua pun mengecek lengan atas Bing. Setelah mengecek raut wajah Tetua berubah menjadi cemas.
“Ada apa dengan Bing, Tetua?” tanya Ling ikut cemas setelah melihat raut wajah Tetua yang berubah.
“San, apa Bing mengotak-atik mesinnya?” tanya Tetua mulai cemas
__ADS_1
“I,iya” jawab San
“Kenapa kamu mengizinkannya!” ucap Tetua dengan nada tinggi.
“I,itu. Bing bilang ia hanya mengotak-atik mesinnya untuk menyegel ingatan dan nyawanya Tetua,” kata San sambil ketakutan
“Memang Bing kenapa Tetua” tanya Ling gregetan karena dikacangin
“Kalian ingat Bintang Hitam yang terjatuh di perbatasan?” kata Tetua sambil menunjukan binatang berwarna putih itu.
“Ah ini Bintang pembawa kesialan itu? Kok warnanya jadi putih?” tanya Lang sambil mengamati Bintang itu.
Tetua lalu mengatakan tebakannya,”Mungkin Bing mengambil semua hawa sial dari Bintang itu dan memasukannya ke dalam tubuhnya lalu Bing menggunakan mesin itu untuk mengulang kehidupan dengan hawa sial itu di dalam tubuhnya.”
“Apa kalau begitu berarti Bing mengumpulkan kesialan itu dalam satu kehidupannya?” Mei menduga-duga sambil menatap ke Tetua
“Yah benar Mei kehidupan yang dialami Bing pasti akan penuh kesialan. Mungkin jika awalnya Bing tidak memiliki keberuntungan yang sangat banyak dan menyegel nyawa dan ingatannya, mungkin dia bisa mati dan tidak kembali ke tubuhnya di sini” jelas Tetua
“APA!! kenapa kamu melakukan hal beresiko seperti ini Bing” tanya Tang
“Ia pasti mengambil hawa kesialan itu agar 3 dunia tidak mengalami sial berkelanjutan dan orang yang di depan kita ini memang Bing namun ingatannya telah tersegel” tambah Tetua
“Yah bisa dibilang seperti itu Ling” kata Tetua.
“Lalu Bing kok bisa hilang ingatan Tetua kan ingatannya sudah di segel, harusnya saat ia kembali ke sini segelnya harusnya sudah kebukakan?” tanya Ling
“Segel ingatan dalam tubuhnya berbeda dari segel biasa, Segel ini tidak akan terbuka dengan sendirinya, saya sendiri tidak yakin apakah bisa membuka segel ini atau tidak” kata Tetua
“Apakah Tetua bisa membuka segelnya?” tanya Bing dengan perasaan berharap
“Bisa, apa kamu mau mencoba membuka segelnya Bing?”
“Iya tetua”
“Kamu yakin ini akan terasa sakit sekali karena segel yang digunakan adalah segel yang kuat” tanya tetua
“Ya saya yakin Tetua” Ucap Bing yakin
Tetua meminta Bing duduk di bangku yang ada di sana lalu Tetua mengarahkan tangannya ke arah kening Bing dan membaca matra. Sementara Bing merasakan rasa sakit yang luar biasa.
__ADS_1
”Mmmm” Bing berusaha menahan rasa sakit itu dengan mengepalkan tangannya.
DEG, Tiba – tiba ada ribuan ingatan yang salik tolak menolak di dalam kepalanya. Bing menjadi pusing dan akhirnya kehilangan kesadaran.
“Bing!!” Tang langsung menahan Bing agar tidak terjatuh dari bangku itu.
#Dalam alam sadar Bing
“...”
“Sekarang aku berada di mana lagi ini?” Bing mengamati sekitar dan memijat kepalanya karena masih sakit
“Kamu di dalam alam sadarmu” ada seorang wanita mirip dengannya mendekat ke arahnya
“Kamu Bing?”
“Ya, maaf aku membuatmu menanggung hawa kesialan dan maaf aku masih belum bisa membiarkanmu untuk membuka segelnya” kata wanita itu perlahan menghilang
“Hei tunggu”
Jangan lupa dukung author dengan cara : :D
LIKE,
SHARE biar teman-teman kalian juga bisa tahu novel author,
VOTE,
Rate 5,
KOMEN :> silakan curahkan seluruh kekurangan author agar author dapat memperbaiki kekurangan author tersebut,
klik tombol FAVORITE agar kalian tidak ketinggalan episode berikutnya,
Bantuan kalian sangat berharga bagi author :>
Terima kasih. :>
#Instagram author : @valencia.art_math#
__ADS_1