Resiko Cinta Dari Facebook

Resiko Cinta Dari Facebook
Kedatangan emak


__ADS_3

2 tahun sudah aku menikah dengan suamiku,menjalani bahtera rumah tangga,dengan lelaki yang kukenal lewat dunia maya (facebook),kukira setelah menikah kehidupanku akan lebih baik, seperti ucapan suamiku dulu sebelum kami menikah, tak perlu bekerja, hanya fokus mengurus suami dan rumah,layaknya istri istri pada umumnya.


*Flashback sebelum menikah*


"Yuni sayang kapan kamu pulang, kamu gak usah kerja lagi, kamu cukup dirumah aja, masalah uang dan kebutuhan sehari harimu nantinya biar mas yang nanggung, nanti mas kirimin bulanan buatmu",kata mas amad.


Itulah yang selalu diucapkan suamiku dulu setiap kami melakukan komunikasi lewat telphon.


"Aku belum tau mas, aku masih mau kerja, masih mau bantu ibu sama ayah dikampung dengan uang hasil kerjaku,.", jawabku pada mas amad.


Komunikasi kami selalu berakhir dengan penolakanku untuk berhenti bekerja.


Tak lama telp genggamku berdering lagi, pertanda ada yang menelphon, kulihat dan ternyata mas amad yang menelpon, ditelphon dia bercerita, kalau dia beli motor.


"Sayang mas sudah belikan motor di padang, nanti mas suruh adik mas buat kirim kerumah ya, buat jalan jalanmu di kampung".


Seperti biasa pasti kujawab,"gak ah mas, gk mau, buat apa motor, toh dirumah juga ada motor mas, ayuni gk mau ya di cap matre karna ini, takutnya ini jadi bahan perselisihan juga nantinya, lagian orang ayah sama ibu dikampung juga pasti gk setuju itu".

__ADS_1


"Pokoknya kamu harus pulang, atau mas yang akan jemput paksa kamu kesana, masalah motor akan tetap mas kirim".


"Iya iya pulang pulang, gak usah dijemput, tapi tunggu sampai aku gajian dulu mas, kan sayang gaji bulan ini kl sampai gk dapat", kujawab dengan kali kali anak rantauku.


"Ya sudah, mas tunggu sampai akhir bulan ini", telphonpun berakhir.


Sesuai perjanjian, setelah akhir bulan aku pulang kampung, dan kebutuhan kebutuhanku selama dikampung alias kepengangguran ku dia yang tanggung,.


tapi lagi aku di kagetkan dengan ucapannya ditelphon,


"Loh paket kok harus di jemput keloket mas?, kan biasanya juga antar alamat", tanyaku.


"Iya tapi ini mas ngirimnya lewat bus, makanya harus jemput keloket",ucap mas amad lagi.


"Oh ya sudah,nanti biar dion yang jemput", jawabku lagi.


dion adalah adik bungsu ku.

__ADS_1


Pukul 20.00. wib mas amad nelp lagi, "sayang barusan mas ditelp orang loket,katanya paketnya sudah sampai loket,adiknya suruh jemput ya", ucap mas amad.


"Iya mas otw, sebenarnya paket apa sih mas?", tanyaku,.


"Paket barang", jawabnya.


"Barang apa mamak mas?" tanyaku dengan sedikit rasa curiga.


"Barang,sudah lah, liat aja nanti kalau gak percaya !", ucap mas amad, lalu telppun dimatikan.


Paket yang katanya harus dijemput keloket tepat waktu membuatku sedikit curiga , tak biasanya mas amad ngirim barang lewat bus dan harus jemput keloket tepat waktu.


Dan setibanya penjemputan paket di teras rumah, aku langsung keluar untuk memastikan, kecurigaanku terjawab,dan kan ya…


Benar sekali feeling ku, itu emaknya yang datang bawa ponakan mas amad, dan katanya kedatangannya ingin bertanya tentang lamaran .


mendengar ucapan sang calon ibu mertua rasanya hati ini bahagia sekali,ternyata hubungan yang terjalin hanya lewat facebook selama ini akan menjadi kenyataan.

__ADS_1


__ADS_2