Resiko Cinta Dari Facebook

Resiko Cinta Dari Facebook
pembahasan sinamot


__ADS_3

Waktu emaknya si mas datang, kita yang dirumah tidak ada persiapan penyambutan sama sekali, karna tidak ada pemberitahuan sebelumnya,.


Sang calon suami cuma bilang ada paket barang yang dititip ke bus, bukankah kurang ajar sekali calon suamiku ini…?


Emak sendiri di katain barang, ya allah tega banget…


Malam itu juga calon ibu mertua langsung menyampaikan niat hati atau maksud dan tujuannya datang kerumah,.


" Jadi begini pak, maksud kedatangan saya kesini, ingin memperjelas hubungan antara anak kita, kira kira apa yang perlu kami persiapkan? " , kata si emak.


Ayahpun terlihat bahagia menyambut ucapan sang calon ibu mertua.


" Ohh, begini ibu, untuk hal hal seperti persiapan, kita tidak perlu minta yang macam macam,tetapi permintaan kami jika pihak ibu tidak keberatan kami mohon izin,agar acaranya nantinya diadakan disini saja,bukannya kami lancang atau bagaimana,akan tetapi karna ayuni adalah anak kami yang pertama dan putri satu satunya pula,makanya kami ingin sekali acaranya diadakan disini,bagai mana menurut ibu, apakah bisa?", pinta ayah.


"jika memang itu permintaan bapak, saya sebagai wakil dari anak saya tidak masalah pak, saya setuju setuju saja",sambut calon ibu mertua.

__ADS_1


"alhamdulillah, tapi maaf juga sebelumnya, sekarang untuk sinamot berapa kira kira anak kita bisa bantu bu? ", tanya ayah.


Sinamot (dalam bahasa batak) atau uang lamaran atau hantaran dalam bahasa indonesianya ya…


" Kalau dari pihak bapak, kira kira permintaannya berapa ? ", sahut calon ibu mertua.


" Kalau bisa permintaan kami dikabulkan kiranya sekisaran 25 an bu, dan untuk masalah mahar biar anak kita nantinya, karna itu harus sesuai kemauan anaknya sendiri, bagaimana menurut ibu ? ", jawab ayah selanjutnya.


" Untuk sinamotnya kami setuju untuk menyanggupinya pak, karna anak kita amadpun sudah mempersiapkan nominal segitu, begitupun dengan mahar nantinya, kami juga menyetujuinya. ", sahut ibu mertua.


Jadi Begitulah kira kira isi pembahasan pelamarannya, akhirnya semua berjalan lancar sampai hari pertunangan pun sudah ditentukan.


"Mak, masa mas amad bilang kalau mamak ini barang yang dipaketin,dikirim lewat bus" kataku ke calon ibu mertua


"Kurang ajar itu memang mas mu",jawab emak.

__ADS_1


"Padahal mamak pun dari rumah buru burunya, didesak sama si mas mu",kata si emak dengan gaya bahasanya.


Ya begitulah mas amad, kalau ada maunya harus dituruti, kalau tidak ya kita akan didesak terus menerus, sampai keinginannya tercapai.


Keesokan harinya kubawa ibu, calon emak mertua dan ponakan mas amad ke kota sekedar berkeliling dan berkunjung ke tempat wisata.


Dalam perjalanan telp genggamku bergetar,ada chat masuk dari calon adik iparku,ibu dari anak yang dibawa ikut calon mertua.


Mas amad ada tiga bersaudara,dia anak pertama,yang kedua anak laki laki yang masih lajang,dan yang ketiga perempuan dan sudah menikah.


"Kak beliin baju buat syifa ya",isi chat calon adik ipar


"Gak ada uit",balasku mencoba untuk bercanda.


"kalau gk ada duit,kok berani goyong anak orang kesana",jawabnya.

__ADS_1


"Astagfirullah ",ucapku dalam hati, niat hati cuma mau bercanda, malah dapat jawaban ketus begini.


padahal tanpa di suruhpun, aku sudah berniat buat beli baju baru untuk anaknya, sabar sabar ….!


__ADS_2