Resiko Cinta Dari Facebook

Resiko Cinta Dari Facebook
Tuduhan adik ipar


__ADS_3

"Ohh gitu, tapi kenapa tadi datangnya gk bawa 2 motor aja, kan sekalian gak bolak balik lagi, gak capek juga", kata ibu.


"Ntahlah bu, ayuni juga gak tau, biarlah bu, toh lagian ayuni juga gak ngarepin itu motor kok", jawabku.


" Iya sih, cuma ya ibu bingung bin heran aja", kata ibu dengan sedikit bahasa sok gaul.


"Iya, kalau memang gak mau naik angkot kan harusnya tadi bawa 2 motor sama temannya,kan tujuannya dari awal nganterin motor, harusnya sudah mikirin pulangnya nanti bagaimana, naik apa, bukannya 1 motor ", sambut ayah lagi.


"Sudahlah yah, biarin aja, kita lihat besok aja", jawabku.


"Iya, gak apa apa ibu sama ayah cuma heran aja", jawab ayah lagi.


Malamnya, sedang asik telponan dengan mas amad, ada chat masuk, kebetulan aku pakai handset jadi bisa sambil buka chat.


"Ngapain minta minta motor, apa maksudnya ?", isi chat calon adik iparku yang perempuan.


"Maksudnya apanya sih dek, siapa yang minta minta motor?", tanyaku karna aku gak merasa minta minta motor.

__ADS_1


"Ya siapa lagi kalau bukan kk", balasnya.


"Loh kk gak ada loh minta minta motor, gk pernah", jawabku.


"alah, jadi itu apa maksudnya nyuruh mas asad ninggalin motornya disana kalau bukan minta motor" balasnya lagi.


"Itu bukan kakak yang ngomong dek, tapi mas mu, mas amad sendiri",jawabku lagi,sambil menahan air mata yang sudah siap untuk tumpah.


"alah banyak alasan, kan dari awal mamak datang kesana sudah bilang kalau maya gak mau ngasi motornya.", lanjutnya.


"Iya kakak tau,Kakak juga bilang gk apa apa kok ke mamak, ke mas amad juga kakak ngomong gitu, biar aja motornya disana,karna disini juga kk gk bisa pakai", lagi jawabku.


"Kakak gk pernah minta, gak pernah maksa, kakak sudah larang mas amad,harusnya maya tau sendiri gimana keras kepalanya mas amad, bukannya memojokkan kk begini, kalau gak percaya tanya langsung mas mu" jawabku yang sudah emosi.


"Percuma nanya sama si mas, toh si mas juga pasti sudah masuk hasutan itu", balasnya.


karna emosi yang sudah campur aduk balas chat an si calon adik ipar sampai lupa kalau lagi telponan sama mas amad,"sayang,sayang, halo", katanya dari seorang sana.

__ADS_1


yang tak ku hiraukan lagi.


sebaliknya telepon ku matikan begitu saja, dan lanjut balas chat calon adik ipar yang semakin menyakitkan itu.


"Maksudnya apa sih dek ngomong kayak gitu, kakak gk pernah ya menghasut mas mu" jawabku yang semakin emosi.


"kalau gk dihasut gak mungkin mas amad maksa ninggalin motornya disana,makanya kalau memang gk sanggup beli motor jangan minta minta, jangan manfaatin duitnya simas, gak punya MALU apa?",katanya dengan lancar.


Melihat isi chatnya kali ini air mataku sudah tidak bisa ditahan lagi,langsung tumpah, ya allah sakitnya tuduhan calon adik iparku.


Padahal aku tidak pernah meminta apalagi memaksa dan menghasut mas amad.


"Sudah cukup ya dek, kakak gak terima dituduh begini", balasku.


"kalau gak terima ya jangan gitu, ini gak terima kok ngelakuin", jawabnya tak mau kalah.


"Sudahlah may, kk sudah gk kuat dengan tuduhan tuduhanmu, dengerin kk, kakak gak pernah minta motor ke mas amad, terus kakak juga gak pernah maksa apalagi menghasut mas amad", jawabku.

__ADS_1


"Terakhir, dengerin baik baik,Kakak gak butuh itu motor, tau kenapa?,karna kakak disini dirumah ini punya 3 motor,jadi gak usah sok menghakimi",


__ADS_2