Resiko Cinta Dari Facebook

Resiko Cinta Dari Facebook
izin ke rumah nenek


__ADS_3

"Aduh malu malu malu, masa aku jadi bahan lelucon di acaraku sendiri ",


"Bodoh, bodoh, bodoh, itulah kata kata yang keluar dari mulutku dan yang selalu berputar putar di otakku saat berlari kedalam rumah , wk wk wk …


Singkat cerita, alhamdulilah walaupun acaranya di bumbui dengan tingkah yang memalukan dari bintangnya sendiri, tapi acara pertunangan berjalan dengan lancar, dan untuk tanggal, hari, bulan, acara pernikahannyapun sudah ditetapkan.


Setelah sesi acara pertunangan dan makan makan selesai, keluarga dari mas amad pamit undur diri.


Aku, tunanganku mas amad dan keluargaku turut menghantarkan mereka sampai jalan, dan memberangkatkan mereka.


Mobil yang digunakan keluarga mas amad mulai bergerak , dan sudah berjalan jauh, hilang dari pandangan.


Semua yang ikut memberangkatkanpun sudah kembali kerumah lagi.


Aku dan mas amad duduk di teras depan rumah, sambil bernostalgia.


Bernostalgia tentang awal kita berkenalan dulu di facebook, hingga memutuskan untuk melangkah, membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius lagi, yaitu sebuah pernikahan.


Dengan tahap lamaran dan perunangan lebih dahulu.


Dan agar semua tau, awal pertemuan kita secara langsung atau yang disebut face to face itu adalah saat acara pertunangan ini loh, jadi ini adalah pertemuan perdana kita berdua…!


Dalam perbincangan kita katanya dia berencana ingin mengajakku sore ini berkunjung kerumah neneknya.

__ADS_1


" Sayang, sore ini mas rencananya mau ke rumah nenek,dan menginap disana, kamu mau ikut ? ", kata mas amad.


" Gk ah mas, takut gak dikasih izin sama orang ibu, apalagi kita harus nginap disana." jawabku.


"Sayang kita nginapnya cuma satu malam, paginya kita balik lagi kesini." kata mas amad lagi.


" Tapi mas tetap saja, orang ibu pasti gk bakalan kasih izin…" jawabku lagi.


" Untuk masalah izin, biar mas yang langsung minta izinnya ke ibu dan ayah, kamu cukup setuju saja" ,ucap mas amad.


" Oke, baiklah aku setuju, tapi ingat untuk masalah izin perizinan mas amad yang harus turun tangan langsung", kataku ke mas amad.


"Ok, tenang saja, pasti dapat izin",jawabnya dengan penuh percaya diri.


Sementara aku tetap duduk diluar, sambil bermain telphon genggamku.


Mas amad duduk tepat disebelah ayah dan mulai mengobrol dan meminta izin agar aku diperbolehkan ikut manginap di rumah neneknya.


Tak lama, mas amad datang kembali duduk diteras disebelah ku. dan mengatakan kalau dia sudah dapat izinnya.


" Sayang,mas sudah dapat izinnya dari ayah dan ibu ", kata mas amad.


" Masa sih mas, kok bisa ?", tanyaku.

__ADS_1


" Bisalah, kan mas juga sudah jadi anaknya sekarang " jawabnya dengan semangat.


"Ya sudah mas kalau begitu,aku ganti baju dulu, sekalian siap siap",kataku ke mas amad.


"iya",jawabnya, lalu bangkit lagi dari tempat duduknya dan masuk kedalam rumah,berbaur dengan ayah dan saudara saudara yang lainnya.


Baju model duyung berbahan brokat yang ku kenakan di acara tadi ku ganti dengan gamis biasa,


Baju ganti untuk menginap dirumah nenekpun tak ketinggalan,kumasukkan kedalam ransel kecil.


Setelah semua dirasa beres, aku keluar dari kamar.


"Yok ay", ajakku ke mas amad.


"Sudah sayang ?", tanya mas amad.


"Sudah", jawabku.


"Itu make upnya gak dihapus dulu sayang ?", kata mas amad.


astaga ternyata aku lupa , "maaf mas lupa", jawabku.


"Ya sudah dilap dulu,lapnya disini aja ,jadi mas bisa bantu lap juga, biar cepat", ucap mas amad.

__ADS_1


__ADS_2