Resiko Cinta Dari Facebook

Resiko Cinta Dari Facebook
Berangkat kerja


__ADS_3

"Iya bang,maaf belum sempat ngasih tau", balasku lagi.


"Ohh, gk apa apa yun, berarti sudah tidak ada kesempatan lagi buat Abg ya?", lagi isi chat si mantan.


"Maaf bang", balasanku sambil menyisipkan emoji meminta maaf.


"Iya gak apa apa yun,aku yang salah karna gak pernah jujur sama perasaan aku sendiri, semoga bahagia ya yun", kata si mantan.


"Iya bang terima kasih doanya",jawabku dengan emosi senyum.


"Lancar sampai hari H ya",lagi chat dari si mantan,tapi tak ku balas lagi.


Tanpa sadar ternyata dari tadi mas amad sudah memperhatihanku.


"Siapa sayang, serius amat chatingannya sampai berhenti makan?" tanya mas amad.


"Mantan mas",jawabku.


"Mantan yang mana ?",tanyanya lagi.

__ADS_1


"Ituloh yang aku ceritain ke mas amad,yang dia buat group isinya cuma kami berdua", terangku.


sebelumnya aku sudah cerita semua ke mas amad,tentang mantan atau orang orang yang dekat denganku, agar tidak ada prahara nantinya.


Termasuk mantan yang satu ini, mas amad juga sudah tau kalau sampai saat ini dia masih menyimpan perasaan,


sebenarnya akupun masih ada sedikit rasa suka pada sang mantan, tapi ya namanya wanitakan butuh kepastian, lebih baik mengejar yang pasti bukan yang tarik ulur.


Hari hari berlalu terasa menyenangkan, mungkin ini yang namanya semi menikah,karna satu atap hanya beda kamar, sampai tiba saatnya mas amad harus berangkat kerja lagi.


Entah kenapa hati ini rasanya tak rela jika mas akad harus pergi dan berjauhan lagi,


Saat memberangkatkannyapun hati ini berat untuk melepasnya, sampai air mataku menetes, mengalir keluar.


Aku tetap menangis, tanpa berniat menjawab


"Sayang heyyy, sini lihat, dengerin mas, mas pergi buat kerja, buat cari sinamot, jangan nangis lagi ya",ucap mas amad sambil memegang kedua pipiku dan menghapus air mata ku.


"Mau dihalalin kan ?", tanya mas amad.

__ADS_1


"Iyalah", jawabku.


" Ya sudah kalau memang mau di halalin jangan nangis lagi, doain supaya disana mas bisa ngumpulin uang yang banyak, biar habis acara nanti kita bisa honeymoon ke tempat yang romantis,biar nyetak adonannya enak hasilnya juga nanti mantap",kata mas amad.


"Astaga mas sempat sempatnya bahas nyetak adonan" protes ku sambil memukul tangannya.


"Iya dong sayang, toh kan nanti ujung ujungnya kesana juga, emang sayang gk mau nyetak adonan sama mas ?",ucapnya sambil nyengir.


"Ya ya iya tau, mau juga, tapikan gk harus di bahas disini juga mas, malu…", sahut ku.


"Gak apa pa sayang, mas sengaja biar kamunya berhenti menangis, lagian maskan ngomongnya pelan yank, jadi gk ada yang denger,yang denger cuma kita berdua, tenang aja", kata mas amad sambil main mata.


"ihh, ampun punya calon suami,sekarang aja sudah begini, gimana nantinya kalau sudah sah", kata ku.


"Lebih GANAS sayang", sahutnya sambil tertawa.


"ihhhhh , udah ahh mas jangan bahas gituan lagi", kataku.


"loh kok gitu sayang, padahal mas masih mau memperdalam pencetakan ini loh, kan nanggung sayang, dan yang namanya nanggung itu gak enak ayy, sakittt, sakitnya tuh disini ni sama disini juga", goda mas amad sambil menunjuk nunjuk dada dan burung dalam sangkarnya.

__ADS_1


"MAS !", bentakku.


"Apa sayang", godanya lagi.


__ADS_2