Resiko Cinta Dari Facebook

Resiko Cinta Dari Facebook
berkunjung kerumah nenek


__ADS_3

"Ya sudah dilap dulu,lapnya disini aja ,jadi mas bisa bantu lap juga, biar cepat", ucap mas amad.


"owhh, uwuwnya calon suamiku ini",godaku.


"Sudah cepat sini, mau dibantuin gak", jawab mas amad.


"iya iya, tunggu sebentar mas biar tak ambil kapas sama pembwrsihnya dulu",kataku sambil berlalu ke kamar mengambil kapas dan pembersih make up.


" Ini mas, lap pakai ini saja", ucapku sambil menyodorkannya ke mas amad.


Diapun mulai membantuku membersihkn make up yang menempel di mukaku.


ku pandangi wajah mas amad yang tak seberapa ini, huhh, bahkan mungkin wajah ini bisa dgi bilang dibawah rata rata dari dari cogan diluar sana.


" Beres ", ucapnya,menyadarkan ku dari pemikiran pemikiran ku.


"Oh,sudah mas, tanganmu cepat juga bersihinnya mas", ucapku.


m


" Ya sudah,yok berangkat, sebelum kesorean",ucap mas amad.


kampiun berpamitan.


"hati-hati, ingat jaga diri, belum sah loh ya", nasehat ibu.

__ADS_1


"Iya bu,tenang saja", sambutlah.


"jangan asal tenang tenang aja, jangan sampai orang kampung nanti ada yang bilang,percuma ibu sama ayahnya rajin sholat, percuma ayahnya jadi kenajiran mesjid, tapi anaknya begitu", jelas ibu.


"Iya bu, Insyaallah bisa jaga diri bu",jawab ku.


Menurutku wajar jika ibu kwatir, dan berpesan demikian, karna ya memang maklum mulut orang kampung kan lebih tajam dari silet.


Karna sudah berpengalaman juga, dapat fitnahan dari orang kampung, walaupun alhamdulillahnya fitnahan itu terbukti tidak benar adanya.


"Ya sudah, berangkat sana, nitip ayuni ya nak amad" ucap ibu ke mas amad.


"Iya bu", jawab mas amad.


"Assalamualaikum ", ucap kami berdua.


"Walaikumsalam" ,sahut nenek, kakek dan semua yang ada dirumah.


"loh yuni ikut juga, nginapkan dirumah nenek", tanya nenek.


"Iya nek", jawabku,


sebenarnya nenek ini bukanlah nenek kandung mas amad, melainkan adik dari nenek mas amad.


"Sudah makan yun,kalau mau makan langsung ke belakang aja, kalau mau tidur ke kamar yang itu,sekalian nanti barang barangnya langsung dimasukin ke kamar aja ya yun,pokoknya anggap rumah sendiri",kata nenek panjang lebar.

__ADS_1


"Iya nek", jawabku dan berlalu menuju kamar yang di tunjuk oleh nenek, melawati semua orang yang ada diruang tengah.


Aku yang merasa lelah dan mengantuk karna perjalanan tadi, memutuskan untuk tidur lebih dulu.


Pagi harinya semua orang yang ada dirumah nenek sudah sibuk dengan kegiatannya masing masing.


Sebagai calon cucu menantu yang baik, akupun mencoba mencari kesibukan dengan menyapu dan sedikit merapikan rumah.


Setelah zuhur kami kembali lagi ke rumah,


Mas amad masih dalam masa cuti kerja, dia tinggal dirumah sekamar dengan adikku yang nomor 2.


pastinya sudah izin lapor ke kepling (kepala lingkungan) setempat ya.


Beberapa hari tinggal bersama membuat kami lebih tau satu sama lain.


Suatu malam, tepatnya malam minggu kami berencana ingin makan berdua diluar, istilah anak mudanya kencan atau ngedate gitu.


Sedang menikmati hidangan yang tersaji di meja makan, tiba-tiba teleponku bergetar ada chat masuk.


Ku baca dan ternyata itu chat dari mantanku waktu sma dulu," assalamualaikum yun" isi chat sang mantan.


Sebagai mantan yang baik akupun balas chatnya, "Walaikumsalam", balasku.


"Dek maaf sebelumnya, apa benar ayuni sudah tunangan?", isi chat si mantan lagi.

__ADS_1


__ADS_2