Resiko Cinta Dari Facebook

Resiko Cinta Dari Facebook
kemarahan amad


__ADS_3

"Terakhir, tolong dibaca dan di simak dengan baik pesan kk ,Kakak gak butuh itu motor, tau kenapa?,karna kakak disini dirumah ini punya 3 motor,jadi gak usah sok menghakimi", tegasku sambil berurai air mata.


"keluarga kk memang bukan orang berada tapi kalau hanya sekedar motor kami punya dek, punya lebih malah", ucapku sedikit menyombong,walaupun rasanya itu tidak pantas.


Astagfirullah,Tapi bukankah lebih tidak pantas lagi tuduhan tuduhannya itu. dan ternyata setelah itu sudah tidak ada lagi balasan darinya.


Ntah dia yang merasa malu dengan pesan terakhirku atau bagaimana, hanya dia dan tuhanlah yang tau.


Sementara aku masih terus saja menangis mengingat sakitnya ucapan calon adik ipar ku, dan terus mengabaikan telepon dari mas amad,


" Kok teleponnya dimatiin sayang, terus mas telp lagi gk diangkat angkat", pesan mas amad karna merasa teleponnya diabaikan.


" Gak apa apa mas", jawabku


"Gk apa apa kok main matiin gitu aja ?", tanya mas amad.


"gak apa apa mas, cuma pengen istirahat aja ", jawabku lagi.


"Istirahat kok datanya masih hidup, kenapa?


pasti ada yang gak bereskan, angkat telepon nya lagi mas mau ngomong? ", isi chat mas amad lagi.

__ADS_1


"Gak ada mas, gak usah ", balasku lagi


"Gak gak gak, pasti ada yang gak beres ini, pasti lagi nangiskan?


kenapa?


apa gara gara motor, adikmu ngomong yang macam macam?", rentetan pesan mas amad yang tak ku balas lagi.


"kalau gak mau ngomong biar mas yang nanya langsung adikmu",isi chatnya lagi.


Adikmu katanya seolah olah itu benar benar adikku,


Tak berselang lama pesan mas amad masuk lagi, "Sayang telepon pacar asad,sambung tigain biar mas yang ngomong, asad gak angkat telepon mas. ", pesannya.


" Mas asad sudah pulang mas", jawab mia pacar asad.


"Suruh asad angkat telepon mas sekarang", perintahnya.


"Iya mas, nanti mia suruh, tapi nanti ya mas karna sekarang mungkin mas asad masih dijalan mas.", jawab mia.


" Ya sudah, kalian itu memang sama saja", emosinya mas amad, teleponpun dimatikan.

__ADS_1


Setelah itu mas asad tidak menelepon lagi, mungkin dia sibuk menelepon adik adiknya.


Keesokan paginya ada yang , menghubungiku lagi, " halo ayuni,ini tante ana, tantenya mas mu", ucapnya dari sebrangsana.


"Iya tante ada apa", jawabku.


"Begini yun, tante mau minta maaf atas kelakuan adikmu tadi malam, tapi kamu tenang saja mas mu,emak dan tante sudah memarahi adikmu tadi.",kata tante ana.


"Tante gak perlu minta maaf ke ayuni tan,kan bukan tante yang berbuat", jawabku.


"Memang bukan tante yang berbuat, tpi tante mewakili adikmu untuk meminta maaf nak", lanjut tante ana.


"Iya tante", balasku padahal


sebenarnya aku belum bisa memaafkannya tapi agar cepat selesai ku jawab iya saja.


1 jam berlalu ada pesan masuk ke telepon genggamku,"sudah puas kak?


sudah puas karna sekarang semua orang memojokkanku?", isi pesannya yang ternyata dari maya.


"Puas gimana lagi sih maksudnya?", balasku.

__ADS_1


"Ya puas,karna ulah kakak yang membesar besarkan masalah, mengadu domba antara maya dan mas amad, sampai sampai semua orang menyudutkan maya,belum sah jadi kakak ipar tapi kelakuan sudah begini,gimana kalau jadi kakak ipar beneran,mungkin keluarga ini bakal pecal kali ya", isi pesannya lagi.


__ADS_2