
32. Tiba di Benua Selatan & Menerima Murid
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah melalui berbagai rintangan diperjalanan akhirnya Zhura dkk sampai dibenua Selatan. Kondisi benua selatan sangatlah berbeda dengan benua timur. Benua selatan dipimpin oleh kekaisaran Chen. Kaisarnya bernama Chen Qi.
Zhura dkk tidak ke penginapan melainkan melanjutkan perjalanan mereka berpisah ditengah jalan dan sepakat bertemu di Kota pusat kekaisaran. Di benua selatan hanya ada 1 sekte kecil tingkat rendah aliran netral, Sekte Darah Hantu.
Diperjalanan tepatnya di Hutan gelap bagian dalam hampir inti hutan, Zhura bertemu seorang anak laki laki yang nampak berusia sekitar 11-13 tahun. Ia tergeletak begitu saja di dekat Sungai dengan keadaan yang mengenaskan. Melihat potensi Anak laki laki itu Zhura menolongnya. anak laki laki yang ditolongnya memiliki dantian berlian yang langka hanya 5% didunia ini yang memilikinya serta tubuh dewa perang yang langka.
Tak lama kemudian anak laki laki itu terbangun, Zhura hanya melirik sekilas lalu melanjutkan kegiatannya membakar ikan untuk dimakan. Nampak anak laki laki itu kebingungan, ia memandang segala arah mencari penyelamatnya dan yang dilihat hanyalah Zhura yang sedang membakar ikan.
"siapa? mengapa kau menolongku?" Tanya anak laki laki itu yang dihiraukan saja oleh Zhura.
Ketika ikan telah matang, Zhura memberikan ikan bakar itu ke anak laki laki itu tanpa bicara sepatah katapun. Setelahnya Zhura memakan bagiannya sendiri membiarkan anak laki laki itu termenung sendiri.
"makan" ujar Zhura singkat dengan nada khasnya membuat anak laki laki itu segera makan ikan bakar didepannya
Setelah acara makan Zhura menanyakan nama anak laki laki itu ternyata anak laki laki itu keturunan Kekaisaran Ming yang dibuang ke benua selatan bersama ibunya dan dikucilkan. Setelah ibunya meninggal, anak laki laki itu selalu ditindas anak anak desa hingga melarikan diri ke hutan gelap ini.
"Nama?" Ujar Zhura bertanya singkat yang langsung dijawab oleh Anak laki laki itu.
__ADS_1
"Ming Ruiyu" Ujar anak laki laki itu yang bernama Ming Ruiyu.
Zhura mengangguk dan berkata "apa kau mau jadi muridku?" Ujar singkat Zhura dengan nada khasnya masih tanpa ekspresi seperti biasanya. Sangat jarang melihat Zhura berekspresi.
Ruiyu yang mendengar itu mengangguk antusias akhirnya ada yang mau menjadi gurunya. Tanpa banyak kata Ruiyu bersujud 3 kali dan bersumpah pada Zhura. Zhura hanya mengangguk dan menyuruhnya bangkit.
Disisi Lain...
Yaghura telah sampai di desa terbuang (?) ia bertemu seorang bocah laki laki berusia 10-11 tahunan dan bocah laki laki disebelahnya nampak berusia 11/12 tahunan. Yaghura baru saja menolong bocah itu dari perdagangan budak. Bocah laki laki itu ternyata keturunan dari klan Murong di benua barat. Nama bocah itu "Murong Wu" sedangkan bocah disebelahnya berasal dari klan Wucheng nama bocah itu "Wucheng Mu" .
Mereka berdua memiliki dantian emas yang langka hanya 10% orang didunia ini yang memilikinya beserta Tubuh raja langit dan tubuh raja bumi yang sama langkanya dengan tubuh dewa perang. Yaghura mengangkat mereka berdua menjadi muridnya
Disisi Xiao'er
Ia bertemu seorang anak perempuan berpakaian lusuh di desa terpencil, anak itu hampir dijadikan budak. Melihat potensi milik anak perempuan itu Xiao'er berencana membawanya kesisi gurunya —Yaghura. Anak perempuan itu memiliki Tubuh Dewi Alam yang langka serta dantian berlian.
Anak perempuan itu bernama Zhu Yuixu. tanpa diketahui Xiao'er anak yang diselamatkannya itu keturunan dari klan Zhu di benua utara, anak yang dikabarkan hilang bersama ibunya dihari setelah kelahirannya.
Sebaliknya disisi An'er
Kondisi An'er sangat lusuh An'er menyusup ke tempat perdagangan budak ilegal disebuah kota dekat kota pusat. Ditempat tahanan budak An'er menemukan seorang anak perempuan bertubuh Phoenix Ungu yang mana tubuh yang sangatlah langka mengingat Phoenix Ungu adalah hasil perkawinan Phoenix es dan api yang membuatnya memiliki 2 elemen berlawanan dan sangatlah jarang ada Phoenix Ungu. Terakhir kali terlihat pada 3 juta tahun yang lalu atau miliar? entahlah sudah sangat lama terlihat Phoenix Ungu. Apalagi orang yang memiliki tubuhnya yang hampir mustahil bagi manusia biasa menampung tubuh yang memiliki elemen berlawanan. Dantian anak perempuan itu juga Dantian bening tanpa warna yang mana hanya 3% orang didunia ini yang memilikinya. Sungguh merupakan keberuntungan bertemu orang yang memiliki potensi seperti itu. Sudah tak diragukan anak perempuan itu akan sangatlah kuat dimasa depan.
Nama anak perempuan itu "Huo Bing'er" dari klan Huo nyatanya dari kekaisaran Bing di benua Utara seorang putri bungsu yang dicari keberadaannya. Nama aslinya adalah Bing Huoling menurut informasi yang didapat An'er melalui ingatan anak perempuan itu.
Kembali lagi ke sisi Zhura
Zhura dan Ruiyu baru sampai di desa dekat kota pusat. Ketika melewati sebuah gang, tiba tiba ada yang menabrak Zhura.
Bruk!
Nampak 2 anak laki laki berpakaian lusuh dan bertambal jatuh sedangkan Zhura tetap berdiri tenang. Tabrakan kecil itu tak membuatnya jatuh.
"WOY PENCURI!!! KEMBALIKAN ROTI YANG KAU AMBIL!!" Teriak Seorang paruh baya berusia sekitar 40 an mengejar kedua bocah laki laki berpakaian lusuh itu yang barusan menabrak Zhura.
Nampak dari raut wajah, keduanya terlihat khawatir dan gemetar. Melihat reaksi ketiganya membuat Ruiyu tak tega, ia menyuruh ketiganya bersembunyi disela sela, Ketiganya ditutupi Ruiyu yang berdiri dengan Zhura yang entah sejak kapan mengikuti Ruiyu.
"Apa kau melihat ada dua anak kecil seusia 12-13 tahunan membawa roti? mereka memakai pakaian lusuh dan bertambal" Ujar paruh baya 40 an itu bertanya.
"Maaf tapi saya tidak melihatnya" Ujar Ruiyu sopan
__ADS_1
{Fyi: penampilan Ruiyu sudah dirapihin+bajunya juga sudah diganti}
"Baiklah, Terimakasih" Ujar Paruh baya itu lalu pergi dari gang.
Melihat paruh baya itu sudah pergi kedua anak kecil itu keluar dari tempat persembunyiannya masih dengan ekspresi ketakutan diwajahnya. Tak butuh waktu lama untuk tenang. Setelah mereka tenang barulah Ruiyu berbicara pada mereka.
"Jika boleh tahu, siapa nama kalian? dan mengapa kalian bisa dikejar oleh paruh baya itu?" Tanya Ruiyu pada ketiganya
"Saya Yin Yang'er. disamping kiriku Feng Anzhi. Kami dulunya adalah budak yang melarikan diri dan berakhir menjadi gelandangan. Kami hanya mengambil roti yang telah jatuh dan telah dibuang oleh paman itu" Ujar salah satu dari dua anak itu yang bernama Yin Yang'er
"Ooh... baiklah. Jadi guru bagaimana?" Ujar Ruiyu sembari melirik kearah Zhura yang sedari tadi diam memperhatikan.
"Apakah kalian ingin menjadi muridku?" Ujar Zhura dengan nada khasnya. sekilas membuat keduanya takut tapi tak berlangsung lama. Keduanya lantas bersujud 3 kali dan bersumpah pada Zhura yang direspon anggukan saja. Ruiyu yang melihat itu menyuruh keduanya bangkit.
"setelah ini kita kemana lagi guru?" Ujar Ruiyu bertanya yang tak diubris Zhura. Melihat itu Ruiyu hanya diam mengikuti Zhura, ia sudah cukup terbiasa dengan sikap Zhura.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
....
.
__ADS_1
.
Bersambung...