Return Of The Ruler: Sang Pelintas

Return Of The Ruler: Sang Pelintas
08


__ADS_3

08. Hutan Mystic IV : Ras Naga


Beberapa saat kemudian semua urusan telah usai dan untuk bocah yang diselamatkan Zhura. Ia dibawa oleh Zhura ke tempat Yang lain berada.


Zhura meletakkan bocah itu ke batu yang ada di dekat mereka berada. Alangkah terkejutnya Zhura ketika memeriksa bocah itu ternyata dia....


RAS NAGA


Yang lebih mengejutkan lagi ialah fakta bahwa selain memiliki garis darah langka yang tak lain Naga, Bocah itu juga memiliki sedikit garis keturunan dewa. Bisa dikatakan ia 70% Naga 30% Dewa.


Sungguh ini keberuntungan atau apa, Bocah itu merupakan HalfGod juga meskipun hanya memiliki sedikit garis keturunan dewa. Dan lagi bocah itu memiliki semua elemen kecuali elemen darah dan kehampaan. Juga fakta ras Naga yang entah dimana keberadaannya kini berada di depannya. Sungguh Zhura beruntung meski tak tahu apa yang akan terjadi kedepannya.


"Zhura, ada apa? mengapa kau nampak terkejut? ada apa dengan anak itu? bukankah ia sama seperti kita? manusia" Ujar Yaghura heran dengan gerak gerik Zhura ketika memeriksa tubuh bocah yang Zhura selamatkan.


Zhura hanya menggeleng sebagai respon tapi sebelumnya ia sedikit mengangguk Zhura nampak ragu dan itu membuat Yaghura penasaran. Namun Yaghura tak menanyakan apapun lagi biarlah Zhura sendiri yang bilang kepadanya. Ini adalah ke dua kalinya Zhura terlihat ragu padahal sebelumnya Zhura tak pernah ragu dalam hal apapun.


"Naga HalfGod" Ujar Zhura Lirih sangat pelan beruntung Yaghura disampingnya, Yaghura sedikit mendengar lirihan Zhura yang teramat pelan itu karena posisinya yang masih didekat Zhura.


"Aku tak menyangka ras itu masih ada" Ujar Yaghura pelan merespon lirihan Zhura.


Zhura hanya diam tak merespon ujaran Yaghura. Pandangan Zhura tetap berfokus kepada bocah yang barusan dirinya selamatkan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


beberapa saat kemudian terdengar lenguhan dari bocah itu.


"engh, a-aku dima-na?" Lenguhnya sembari melihat sekitar.


Bocah itu menangkap Zhura dkk disampingnya sekilas ia nampak ketakutan semacam.... panik? kah?


"tenanglah kamu aman" Ujar Yaghura menenangkan


"Ti-tidak ada" Ujar Bocah itu cepat sekilas bocah itu nampak ingin mengucapkan sesuatu namun ia terlihat seperti mengingat sesuatu dan dengan cepat bocah itu mengatakan 'tidak ada'. Hanya Zhura yang melihat itu Yaghura dan yang lain sama sekali tidak menyadarinya.


Setelah mendengar jawaban bocah itu semua kembali seperti semula, hening... tak ada yang ingin memulai obrolan. Hingga akhirnya Xiao'er datang membawa makanan ternyata sedari tadi Xiao'er sedang menyiapkan makan malam untuk mereka.


(*ceritanya anak yg ditemukan Zhura itu tersadar saat hari gelap Yha)


Seusai makan malam semuanya bersiap untuk tidur kecuali Zhura dan bocah itu. Saat semuanya sudah tertidur barulah Zhura berbicara dengan bocah itu.


"katakan" Ujar Zhura singkat namun kali ini tersirat ada kelembutan pada ujarannya yang biasanya dingin.


awalnya bocah itu ragu dan tak mau berbicara apapun namun pada akhirnya bocah itu pasrah dan mencoba mengatakan yang sebenarnya.


(*Skip aja ntar juga ada flashback kok)

__ADS_1


Mendengar kisah bocah yang diselamatkannya Zhura merasa sedikit iba. Zhura berencana mengangkatnya menjadi putranya namun itu tergantung keputusan bocah itu setuju atau tidaknya dan juga Zhura perlu meminta izin terlebih dahulu kepada putra putrinya.


Tiba tiba bahu Zhura ditepuk oleh seseorang. Zhura menengok kearah belakangnya dan nampaklah putranya —Zhuvi yang ternyata terbangun dari tidurnya dan sedikit mendengar cerita Bocah itu meski hanya bagian akhirnya saja. Zhuvi merasa tidak buruk juga ia memiliki adik lagi toh Zhuvi juga merasa akan ada gunanya juga agar ia ada yang menggantikan jikalau ia sedang tidak bersama adik² perempuannya.


"Bu, Bagaimana kalau ibu angkat saja dia menjadi saudara angkat kita? aku tidak keberatan juga agar aku ada teman meski aku tahu dia nampak berbeda dengan kita" ujar Zhuvi pelan sembari berbisik kepada Zhura.


Zhura mengangguk "Ajaklah" Ujarnya Pelan Merespon ujaran Zhuvi. Meski Zhura masih tanpa ekspresi tetapi dari nada bicara Zhura, Zhuvi tahu bahwa sebenarnya Zhura menyayanginya. Maka dari itu Zhuvi dan saudara saudaranya tidak merasa keberatan dengan sikap ibunya yang nampak seperti manekin hidup.


Zhuvi mendekati bocah itu dan mengajaknya berbicara.


"Hei, maukah kau menjadi Adikku?" Ujar Zhuvi bertanya pelan meski tanpa ekspresi tapi dari nadanya Zhuvi terlihat menerima Bocah itu menjadi adiknya


"baiklah" Ujar Bocah itu sembari menunduk sedikit ragu


"tenanglah jangan ragu, kami tidak ada niatan apa apa kok, kami hanya mau kau menjadi adik kami kalau kau tidak keberatan dengan itu" Ujar Zhuvi menjelaskan bahwa ia dan yang lainnya sama sekali tidak ada niatan jahat untuk bocah itu. Bocah itu hanya mengangguk saja setuju kali ini tidak ada ragu dalam sikapnya.


Awalnya Bocah itu canggung dan kaku namun Zhuvi menyuruhnya untuk biasa saja. Sungguh ini keajaiban Zhuvi biasanya jarang berbicara panjang lebar tetapi kali ini ia mau berbicara seperti itu. Sifat sikap Zhuvi 11 12 dengan Zhusa hanya saja Zhusa lebih mirip dengan Zhura dan Zhuvi entah mirip siapa namun ia masih bisa berekspresi meski jarang. Sedangkan Zhusa ia sedikit kesulitan untuk mengekspresikan. Lain hal lagi dengan Zhuyu, Zhuyu hanya pendiam saja ia sangat pendiam jika tak ada yang mengajaknya berbicara.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


**BERSAMBUNG....


Maaf Saya baru mendingan jdi baru bisa ngetik (oh iya sebelumnya belum diketik alurny jdi lama up**.)


__ADS_2