Return Of The Ruler: Sang Pelintas

Return Of The Ruler: Sang Pelintas
34


__ADS_3

34. Tiba Di Benua Tengah


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Setelah Huoling pergi bersama Kaisar Bing Zhenxue, Yaghura menyuruh para murid ke penginapan lagi mereka akan pergi satu Minggu lagi saat Huoling sudah kembali bersama mereka. Ia tak bisa meninggalkan Huoling sendirian saja mengingat kemampuan Huoling belum mumpuni meski sudah termasuk sangat kuat diusianya tetap saja Huoling masih perlu bimbingan. Yaghura selalu mewakili Zhura, karena ia tahu Zhura lebih ke tindakan. Yaghura jugalah yang selalu mengartikan tindakan maupun ucapan singkat Zhura. Hingga sekarang itu adalah hal yang sangat biasa terjadi Dimata murid muridnya, kecuali Xiao'er dan An'er yang sudah sangat terbiasa.

__ADS_1


Sedangkan disisi lain.


Huoling sudah sampai di istana kekaisaran kini ia sedang menuju ke kediaman ibundanya dulu tinggal di kekaisaran yang sampai kini konon kediaman ibundanya tak ada yang menempatinya meski sekarang sudah ada permaisuri kedua. bahkan anak sulung permaisuri kedua hanya berjarak 5 bulan dengannya. Permaisuri kedua memiliki 3 putra 1 putri, Selir agung tepatnya teman dari ibundanya sendiri hanya memiliki 1 orang putra yang berjarak 3 bulan darinya. Selir Favorit memiliki 1 putri dan 1 putra. Jadi kekaisaran Bing memiliki 5 pangeran dan 4 putri serta 1 putra tersembunyi. Dan ternyata tanpa diketahui semua orang Huoling memiliki seorang kakak kembar yang selama ini disembunyikan ibunya, bahkan sampai sekarang tak ada yang mengetahuinya. Huoling tahu karena pernah membuka buku harian ibundanya disana hampir semua keseharian ibunya ditulis. Disana juga tertulis nama kakaknya "Bing Huoding" Sekarang kakaknya berada di benua tengah kebetulan tujuan akhirnya juga disana.


Situasi di istana ya seperti biasa sangat merepotkan bagi Huoling, para adik perempuannya selalu mengusiknya terlebih anak dari permaisuri kedua yang seolah olah menguasai. Lain halnya dengan Anak selir kehormatan. Dia adalah adik perempuan keduanya yang berusia 12 tahun, Bing Xueling. Xueling selalu menemani Huoling juga tanpa sadar sering kali Xueling membeberkan segala hal mengenai keluarga kekaisaran, tapi itu tak masalah mengingat Huoling juga keluarga kekaisaran menurut Xueling.


Tak terasa seminggu berlalu, Kini saatnya Huoling pergi bersama Zhura dkk, Xueling juga memutuskan mengikuti Huoling karena ia tak memiliki siapapun lagi disini. Ibunya, sang selir sudah wafat 5 hari yang lalu. Dan mengapa tak ada siapapun lagi? ya kaisar tak pernah sekalipun meluangkan waktunya untuk Xueling, bahkan selama ini pencarian Huoling hanya sebagai formalitas semata. Kaisar hanya memperhatikan putri kedua dan putri bungsu saja yang munafik juga berkepribadian buruk. Para pangeran juga tak jauh beda, dengan alasan itu Huoling menyetujui Xueling untuk ikut dengannya. Mereka berdua pergi tanpa hambatan, Huoling dan Xueling hanya membawa beberapa barang peninggalan ibundanya.


Sesampainya di penginapan, nampak Zhura dkk sudah menunggunya di depan penginapan. Lantas mereka berdua menghampiri Zhura dkk, Huoling menjelaskan situasi tanpa menyembunyikan sesuatu, Xueling juga ikut menjelaskan membantu Huoling. Yaghura percaya dengan mereka berdua, sedangkan Zhura? jangan ditanya lagi, Zhura orang yang netral ia tak pernah terlalu mempercayai seseorang kecuali Yaghura dan Shen Yun. Xueling diterima sebagai murid Yaghura, keputusan itu tak dipermasalahkan oleh Xueling yang terpenting ia bisa bersama kakak sulungnya sudah cukup. Huoling juga memberi tahu tentang kakak kembarnya yang tak diketahui orang orang, Ia dan Xueling ingin mencari sang kakak ketika berada di benua tengah, hal itu disetujui oleh anggukan Zhura dan dengan Syarat dari Yaghura, Syaratnya minimal kemampuan Huoling berada ditahap saint *1 sedangkan Xueling berada di tahap Master *3.


Setelah itu Huoling dan Xueling berlatih habis habisan berbagai latihan neraka dari Zhura mereka jalani bahkan beberapa kali mereka dilempar ke bagian inti hutan larangan. Para murid selalu berlatih ketika tiba dihutan sedangkan Zhura dan Yaghura hanya memperhatikan, mereka berdua akan bertindak jika ada situasi membahayakan saja.


Hingga ... sampailah mereka di benua tengah. seperti biasa Zhura dkk berpencar dan akan bertemu di pusat kekaisaran Yin. Setelah itu mereka akan melewati hutan larangan menuju ke kekaisaran Long, dan terakhir mereka akan menetap sementara di kekaisaran Xing.


Di kekaisaran Yin tanpa diduga rombongan Zhura di beri titah kaisar untuk menemui kekaisaran Yin Zhunyan. Hal itu bukanlah tanpa sebab, Itu disebabkan oleh kesengsaraan langit dengan petir shura yang lama tak muncul selama ribuan tahun kembali muncul. Yha 5 murid Zhura berhasil mencapai tahap Saint dan 5 murid mencapai tahap GrandMaster, 3 murid mencapai tahap king, sisanya masih di tahap Master. sedangkan disisi Yaghura ada 3 murid yang mencapai tahap Saint, 5 Grandmaster, 9 King, sisanya ditahap master. Tentunya kecuali Xiao'er dan An'er mereka sudah ditingkat emperor *1 & *3.


Sama halnya dengan Huoling, Kini Yin Yang'er yang ditahan di kekaisaran, meski Yin Yang'er hanyalah "Anak Tak diinginkan" di kekaisaran posisinya sebagai pangeran ketiga tak bisa diganggu gugat. Pangeran pertama berusia 19 tahun, dan Pangeran kedua berusia 16 tahun mereka kakak tiri Yin Yang'er. Seperti Huoling, Yin Yang'er hanya seminggu disana. Setelahnya ikut pergi bersama Zhura dkk ke kekaisaran Long.


Disana Hal serupa pun terjadi pada Long Xiaohong dan Rong Xiaogong. Hingga memakan waktu tambahan 3 Minggu mereka menetap. Sembari menunggu seperti biasanya para murid yang lain berpencar ke hutan untuk melatih diri mereka. Sedangkan Zhura dan Yaghura pergi ke dimensi Anting menemui Putra putrinya.


Dan benar saja pada saat semua orang tidur, An'er baru saja kembali. Hanya Zhura yang menyadarinya karena sedari tadi Zhura tidak tidur melainkan bermeditasi, ia merasakan hawa kehadiran An'er maka dari itu ia menyelesaikan meditasinya.


Nampak An'er datang tak seorang diri melainkan bersama perempuan hamil, nampaknya wanita itu sebentar lagi melahirkan namun kondisinya tak memungkinkan. An'er meminta tolong Zhura dan diangguki Zhura, pertanda bahwa Zhura menyetujuinya.


"Siapa namamu?" Ujar Zhura bertanya dengan nada khasnya namun ekspresinya nampak penasaran karena melihat penampilan wanita itu mirip dengannya ditambah seperti seusianya bukan mirip lagi tapi sangat mirip hanya aura dan tanda bintang kecil berwarna hitam di pelipis yang menjadi pembeda. Milik Zhura berwarna Perak keabuan hingga tak ada yang menyadarinya karena jika tak dilihat teliti maka tak terlihat.


"M-Mizh-zhu-ra H-hyu" Ujar wanita itu terbata bata ia tak melanjutkan ucapannya karena tiba tiba jatuh pingsan dipelukan Zhura.


Kondisinya cukup mengenaskan hidupnya sudah diambang hidup dan mati sedangkan kondisi bayinya hendak keluar. Segera Zhura membantunya melahirkan. Dengan penuh perjuangan akhirnya suara tangisan bayi memenuhi kamar Zhura. Untunglah Zhura sudah memasang sihir peredam suara serta dinding pelindung jadi tak ada yang menyadari maupun mendengarnya.


"Bangun!!... Jangan tutup matamu dulu!!" Ujar Zhura sedikit berteriak dengan nada panik untuk pertama kalinya Zhura seperti ini, ia merasa ada ikatan batin dengan wanita itu.


"M-maaf K-ka-k N-nazh-ura, M-mi-zhu-ra s-sudah t-ti-dak k-uat, T-tolong j-ja-ga P-ut-ra-ku. a-aku se-nang a-khir-nya a-aku b-erte-mu k-ka-kak k-kemb-arku. N-ama Pu-tra ku "Jingling Zhulier Asherouzy" J-ja-ngan s-sa-mpai a-ay-ah nya tau, a-aku tak ing-in a-anak-ku m-enj-adi s-ep-erti a-ayahnya y-ang b-aj-ing-an" Ujar wanita itu —Mizhura yang ternyata adik kembarnya Zhura yang selama ini menghilang.


Tanpa sadar Air mata Zhura mengalir, ini kali kedua Zhura menangis, yang pertama karena orang tua kandungnya yang meninggal karena peperangan. Zhura tau kakak sulungnya masih hidup harusnya sekarang berusia 25 tahun, sedangkan kakak keduanya serta adik kedua dan adik bungsunya sudah tewas bersama orang tuanya.

__ADS_1


"k-ka-kak a-ku m-me-nya-yang-imu" Ujar Mizhura sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


Malam itu menjadi malam yang menyesakkan bagi Zhura, Ia sudah kehilangan keluarga kandungnya ditambah kini ia kehilangan saudara kandung yang selama ini dicarinya. Ia berjanji akan mengasuh keponakannya layaknya anak kandung sendiri, nampak keponakannya mewarisi paras Mizhura versi laki laki hanya netranya saja yang berbeda.


Mizhura memiliki rambut perak sama seperti Zhura hanya saja tak memiliki helai rambut abu, Netranya juga sama seperti Zhura, sedangkan putranya memiliki netra berwarna abu.


Setelah merasa kembali tenang, Zhura mengubur jasad saudara kembarnya, namun sebelum itu ia mengambil gambar wujud saudaranya memakai Handphone. Yha Zhura membawa Hp sedari tadi namun tak pernah dikeluarkan. Tujuan ia memotret adalah untuk menunjukkan sosok ibu dari keponakannya jika suatu hari keponakannya ini ingin mengetahui sosok ibunya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Pemanasan dlu, Kuotaku abis. tar ada kuota up lgi.

__ADS_1


__ADS_2