
42. Divisi kelompok & Tes
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Meskipun Xiao Nan datang dengan sendirinya, Zhura tetap diam mengamati. Yha ... begitulah Zhura, Ia tak akan datang sebelum orangnya datang dengan sendirinya. Kecuali jika penting saja, baru Zhura bertindak. Juga Zhura bukanlah pemaksa maka dari itu juga Zhura slalu bertanya bukan meminta, Seluruh Murid Zhura juga seperti itu, Zhura hanya menyuruh menjawab pertanyaannya sesuai dengan tekad dan keinginannya lalu tes kelayakkan dan barulah ketika lolos semuanya, dia yang lolos dijadikan murid oleh Zhura.
Karena lokasinya mendukung, sampai sore hari tak ada yang mengetahui keberadaan Xiao Nan kecuali Zhura. Semua perwakilan masih mencari disetiap sudut sekte Naga Suci. Dan sepertinya Patriak sekte pun melupakan lokasi kediaman yang ditempati Zhura. Karena dari seluruh kediaman tetua di sekte sudah di periksa, Tinggal kediaman para murid saja yang hingga kini masih diperiksa.
Hingga beberapa lama kemudian...
Xiao Nan tersadar bahwa ada yang meliriknya sekilas. Meski telat menyadarinya, Zhura sempat sedikit menaikkan Penilaiannya terhadap Xiao Nan. Karena sangat sedikit yang dapat menyadari kehadiran Zhura meski tanpa disembunyikan sekali pun.
Tujuan Xiao Nan bersembunyi tak lain ialah karena ia tak mau direbutkan sana sini, ia hanya ingin memilih dengan siapa ia berguru.
Setelah sekian lama, akhirnya Zhura memunculkan diri, Ia hanya ingin menjemput Zhuxi, Zhuta, Zhuna, Zhuli, Raen, dan Yaen yang berada di perpustakaan. Xiao Nan yang berada disana terkejut melihat Zhura, meski ia sadar ada yang meliriknya tapi ia tak sangka orangnya berada dekat dengan posisinya. Ia sempat khawatir, namun kekhawatirannya hilang begitu saja ketika melihat Zhura hanya meliriknya sekilas lalu pergi menghilang begitu saja (teleportasi). Xiao Nan lega ketika melihat perilaku Zhura yang berbeda dengan orang orang yang ditemuinya.
Tak butuh waktu lama, Zhura kembali ke kediamannya. Disana Xiao Nan kembali terkejut dengan kemunculan Zhura dan 4Zhu+2Ka. Zhura hanya melewati Xiao Nan begitu saja. Lalu Zhura menyuruh 4Zhu+2Ka Makan dan tidur di kamar. Setelah semuanya Selesai, Zhura kembali keluar kediaman dan duduk di meja teh di taman kediamannya. Sedangkan Xiao Nan masih diam saja. Tapi siapa peduli? Toh bukan urusan Zhura juga.
"Apa?" Ujar Zhura dengan nada khasnya sembari melirik Xiao Nan yang terciduk karena memperhatikannya.
"T-Ti-tidak" Ujar Xiao Nan terbata bata sembari menunduk takut.
Melihat itu, Zhura hanya diam saja. Sudah di bilangkan? Zhura itu jarang memperdulikan sekelilingnya. Zhura tetaplah Zhura, Jika bukan berlatih, ya makan, ataupun membersihkan diri. Jika bosan Zhura akan membuat sesuatu seperti pil, larutan, maupun Senjata. Sisanya? Tidur. Entah dimana tempatnya Zhura slalu tertidur, meski begitu Zhura tetap mendengar seluruh percakapan disekitarnya, Mengingat ke enam indranya sangat tajam.
Dengan Keberanian entah seberapa besarnya, Akhirnya Xiao Nan kembali membuka suara, Ia rasa Zhura berbeda ya karena itu jugalah Ia penasaran dengannya. Semua orang ingin memiliki dirinya, entah sebagai budak ataupun murid tapi Zhura tidak, ia diam berbeda dengan yang lain yang pastinya akan menangkapnya jika melihatnya.
"Eum... permisi?? m-me-mengapa e-ngkau t-ti-dak ke arena?" Ujar Xiao Nan bertanya meski terbata bata ia tetap memberanikan diri.
"Malas" Ujar Zhura singkat
__ADS_1
"A-apa engkau marah melihatku bersembunyi disini?" Ujar Xiao Nan bertanya. Ekspresi Zhura susah di tebak karena tetap datar maka dari itu jangan heran kalau Xiao Nan mengira Zhura marah.
Zhura hanya menggeleng pelan sebagai respon pertanyaan dari Xiao Nan. Ketika hendak bertanya lagi, Seseorang yang dikenalnya pernah menjadi lawannya datang.
"Guru, Bolehkan Saya meminta izin menjalankan misi?" Ujar Huoyang Bingyin bertanya. Yha yang datang itu dia.
Zhura hanya mengangguk sebagai respon.
"situasi?" Ujar Zhura bertanya pada Huoyang Bingyin.
Meski singkat, Ia paham maksud perkataan Zhura.
"Masih ribut mencari Shi Xiao Nan. Mereka memperebutkannya, bahkan beberapa dari mereka melupakan harga dirinya" Ujar Huoyang Bingyin menceritakan situasi diluar kediaman.
"Sekte?" Ujar Zhura bertanya lagi
"Tidak, Sekte Naga Suci hanya diam. meski mereka juga ingin menjadikan Xiao Nan murid, mereka hanya diam." Ujar Huoyang Bingyin
"An'er?" Ujar Zhura bertanya
"Dia juga pergi berlatih bersama yang lain" ujar Huoyang Bingyin
Zhura mengangguk paham, Menurut yang diceritakan Yuzhue, para tetua agung Sekte Naga Suci sangatlah malas mencari ribut. sedangkan tetua lainnya juga tak beda jauh mereka hanya tak ingin terseret kedalam masalah jadi tetap ikut diam seperti para tetua agung. Dan untuk murid muridnya, sudah biasa baginya mendapat laporan dari Yaghura bahwa murid muridnya pergi tanpa seizinnya untuk berlatih.
"Guru, tak perlu berlama lama lagi, Saya izin pamit. saya kembali mungkin bulan depan" Ujar Huoyang Bingyin
"Dia? muridmu? jadi anda seorang tetua?" Ujar Xiao Nan nampak terkejut dengan apa yang didengarnya. ia kembali bersuara dan keluar dari persembunyiannya ketika melihat Huoyang Bingyin pergi.
Zhura hanya mengangguk pelan sembari meminum tehnya.
"apa anda masih menerima murid? jikalau masih, bolehkah saya menjadi murid anda?" Ujar Xiao Nan sembari menunduk. Ia tak pernah memiliki guru sebelumnya. maka dari itulah ia tidak tahu cara meminta seseorang menjadi gurunya meski begitu, Xiao Nan tahu cara Untuk menghormati gurunya kelak.
"Masih" Ujar Zhura singkat
"Minta Tes pada An'er, Ah... Maksudnya Seorang murid yang bernama Zijin Anxiezhu jika kau ingin menjadi muridku" Ujar Zhura masih dengan nada khasnya.
Mendengar itu, Xiao Nan izin pamit mencari An'er, Zhura hanya mengangguk lalu kembali menutup matanya ketika Xiao Nan Pergi.
...----------------...
Setelah beberapa lama, hampir saja Xiao Nan ketahuan Para perwakilan Sekte yang masih berada di sekte Naga Suci. Xiao Nan akhirnya menemukan An'er di menara Kultivasi. Yha... sebelumnya Xiao Nan sempat mendengar keberadaan An'er, hanya saja ia tak tahu letak menara Kultivasi.
Saat itu, An'er baru saja selesai meditasi di menara Kultivasi, Xiao Nan Segera menghampirinya. Di sana sangatlah sepi lantaran semua orang memusatkan perhatiannya untuk mencari dirinya (Xiao Nan).
"Ada hal apa kau menemuiku?" Ujar An'er ketika Xiao Nan sudah mendekat.
__ADS_1
"Tetua agung kelima Sekte Naga Suci berkata padaku untuk menemuimu mengenai tes" Ujar Xiao Nan
"Ooh... dulu ada 2 tes, sekarang ada 3 tes. apa kau sanggup?" Ujar An'er pada Xiao Nan
"Tentu, saya sanggup" Ujar Xiao Nan dengan tatapan bersungguh sungguh.
" Tes pertama latihan neraka versi Guru. Berlokasi di belakang Kediaman Guru. Tes kedua jika kau lolos tes pertama ya, Tes keduanya Dilempar ke Hutan Larangan yang ada di benua ini, tentunya kau akan diawasi disetiap tes. Dan Tes akhir jika kau lolos tes kedua, Ini Tes masuk Divisi kelompok. Tes akhir cukup mudah, kau hanya perlu menemukan kediaman Divisi Kelompok yang terpisah seorang diri saja tanpa bantuan siapapun" Ujar An'er menjelaskan
"tapi jangan khawatir, lokasinya berada di hutan wilayah kekaisaran Xing" Ujar An'er melanjutkan
"Apa kau siap? ketika kau mengucapkan hal itu maknanya kau sudah siap seharusnya" Ujar An'er lagi
Xiao Nan mengangguk yakin dengan penuh tekad dia akan menjalankan tes ini dengan sungguh sungguh.
Melihat Tekad Xiao Nan, An'er melempar Cincin dimensi yang berukuran standar. Isinya tak lain adalah keperluan Xiao Nan selama tes.
"semua benda di cincin itu tak lain akan menjadi kebutuhan mu selama tes" ujar An'er
"Ayo kita pergi sekarang. Yang mengawasimu adalah Aku dan Ye Xiaoshi " ujar An'er lalu pergi begitu saja.
Xiao Nan pun mengikutinya di belakang. Ketika digerbang sekte, Ye Xiaoshi bergabung dan pergi bersama mereka.
Ye Xiaoshi, Murid yang berasal dari benua timur. Meski bakatnya hanya Perak abu bintang 9, Xiaoshi murid yang jenius di bidang senjata. Ia bisa menguasai seluruh senjata, bahkan menempanya. Ia memiliki elemen Besi, Kristal, Es, Kayu, dan tanah. Untuk Api sendiri ia dapatkan dari elemen kayu, maka dari itu ia masih dapat menempa meski tak memiliki elemen api. Serta ia juga memiliki fisik yang sangat kuat sebanding dengan naga. Yha... itupun karena dia juga memiliki 50% darah naga.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...