
36. Pertemuan
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sesampainya di pelelangan, Zhura meminta bertemu manager lelang, Ia berniat menjual pil buatannya yang menurutnya "pil gagal" padahal kenyataannya pil yang dianggapnya gagal itu memiliki kemurnian 90% yang dimana sangatlah langka dikarenakan di dunianya ini kemurnian pil tertinggi hanya 80%.
"Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" Tanya pelayan (?) di paviliun lelang.
Tanpa berbasa basi Zhura langsung menunjukkan barang yang hendak ia jual sembari berkata "manajer mana?" Ujar singkat Zhura dengan nada khasnya juga tentunya dengan wajah tanpa ekspresi.
Melihat itu, pelayan langsung paham akan niat Zhura. Ia segera membawa Zhura ke tempat manager berada. Sedangkan Zhura hanya mengikuti saja. Hingga tak butuh waktu lama mereka sampai.
TOK! TOK! (ketuk pintu)
"manajer, ada yang ingin menjual barang" Ujar pelayan
"silahkan masuk saja, dan kau pelayan, kau boleh kembali" Ujar seseorang didalam ruangan yang diyakini adalah manager Paviliun.
Lantas, pelayan itu mempersilahkan Zhura untuk masuk, Zhura hanya mengangguk lalu masuk kedalam ruangan. Sedangkan pelayan tadi, yang mengantarnya sudah kembali ke tempatnya semula.
"jadi barang apa yang ingin kau jual?" Ujar manager paviliun.
Zhura menunjukkan barang yang hendak ia lelang, 30 pil Kultivasi yang mana dapat menaikkan ranah seorang Kultivator , 50 pil kecantikan yang mampu membuat paras seseorang menjadi lebih muda dan lebih cantik/tampan, dan 15 pil pemulihan yang mampu memulihkan kondisi tubuh baik segi energi/Qi, Kesehatan, maupun fisik. Dan untuk kemurnian dari 95 pil yang akan Zhura lelang rata rata 90% beberapa 85% dan beberapa 95%. Semua pil itu hanyalah "pil gagal" menurut Zhura.
[Fyi: Tahapan PIL, Material (kea semisal kristal, tanaman obat/racun, dll), & Senjata; Biasa , Roh, Raja, Mistik, Suci/ilahi. Setiap tahapan memiliki tingkat, yaitu; Rendah, menengah, tinggi, ******puncak******]
"lelang ini" Ujar Zhura dengan nada khasnya setelah mengeluarkan hampir seluruh "pil gagal" miliknya. Tak hanya itu, Zhura lanjut mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya.
Nampak 5 pedang roh tingkat tinggi, 5 tombak roh tingkat tinggi, 3 Busur Raja tingkat tinggi, dan 1 Cambuk Raja tingkat puncak, serta 1 gulungan Array pelindung roh tingkat puncak. Zhura dengan santainya mengeluarkan itu semua, lain halnya dengan manager. Ia masih shock melihat Zhura dengan santainya mengeluarkan benda benda langka yang harusnya dilindungi. apalagi senjata tahap raja yang hanya para kaisar dan beberapa orang tertentu saja yang memilikinya itu pun hanya ditingkat rendah. Sedangkan untuk senjata roh sendiri itu sudah dianggap cukup langka mengingat hanya bangsawan dan keluarga kekaisaran/kerajaan yang memilikinya.
Lain halnya dengan pendapat orang di depannya, Menurut Zhura benda benda itu malah disebut "rongsok" olehnya, yha... tidak heran juga sih, karena Zhura sendiri memiliki banyak senjata diberbagai tahapan bahkan setiap tingkat pun ada. Hanya senjata biasa sajalah yang sedikit dimiliki Zhura.
"berapa?" Ujar Zhura tak berlama lama lagi.
Seketika manager tersadar dari shock nya mendengar suara dingin menyapa gendang telinganya. Terlihat dengan jelas kini manager sedang memikirkan sesuatu, tentunya berkaitan dengan benda benda yang Zhura lelang.
__ADS_1
"Huft totalnya bisa +5 JT koin emas, tapi kini kami hanya memiliki 1 JT koin emas disini" Ujar manager sembari menghela nafas berat.
"Bagaimana kalau begini saja, 35% pendapatan paviliun ini akan menjadi milikmu sebagai ganti kau boleh terus mengirim benda benda seperti ini. anggap aja seperti kerja sama" Ujar manager melanjutkan.
Tanpa banyak pertimbangan Zhura langsung mengangguk, lagian jika dipikir pikir, ini tak ada ruginya juga. Dan ada bagusnya juga untuk keperluan sektenya di masa depan, karena selain lelang, paviliun Amber juga menyediakan berbagai pil dari berbagai tingkatan meski hanya mentok tertinggi tahap roh tingkat tinggi dengan kemurnian pil 80% yang tertinggi, selain pil di tempat ini juga tersedia senjata roh dan material material Alchemist serta blacksmith (penempa).
"baiklah ini, token VVIP untukmu. Guna token ini bisa juga untuk mendapat diskon jika membeli barang di paviliun ini. untuk ruanganmu..." Belum selesaj berucap, Ucapan manager terpotong oleh ucapan Zhura
"VVIP 1" Ujar Zhura singkat
"T-tapi i-itukan ruang khusus keluarga kekaisaran Xing." Ujar manager terbata bata
Mendengar Ucapan manager, tanpa banyak kata Zhura menyerahkan token identitas yang diberikan Shen Yu padanya
melihat Token yang diberikan oleh Zhura, membuat manager membelakkan mata kaget. Yha.. yang ditunjukan Zhura tak lain adalah token identitas keluarga kekaisaran Xing.
"S-silahkan nona" Ujar Manager pada Zhura
...----------------...
•||• Token Identitas •||•
Nazhura Ryu (Shen Ryu Zhu)
Xing Empire
...----------------...
Saat hendak masuk ke area ruang VVIP, Zhura menabrak seorang pemuda yang nampak terburu buru di area ruang VIP
Zhura hanya limbung ia tidak terjatuh, lain halnya dengan pemuda yang menabraknya.
Ketika pemuda itu mengangkat kepalanya, Zhura tertegun sejenak. Mengingat wajah pemuda itu mirip sekali dengan kakak sulungnya yang telah lama hilang. Hanya saja yang didepannya ini versi dewasanya.
Tak jauh beda dengan reaksi Zhura, pemuda didepannya juga nampak tertegun melihat wajah Zhura mirip dengannya hanya saja Zhura versi perempuannya.
"Zhura?" Ujar pelan pemuda didepan Zhura tanpa sadar.
Ujaran itu sangat pelan namun Zhura masih dapat mendengarnya, Ia menoleh kearah pemuda itu. Yha... Zhura sudah hendak pergi namun mendengar ujaran pelan pemuda yang barusan ia tabrak membuatnya terhenti selain wajah ternyata suaranya juga mirip, hanya saja kini tak ada suara kekanakan di suaranya.
"Zhugege?" Ujar Zhura dengan nada khasnya memastikan tebakkannya. Yha... karena terlalu mirip Zhura memutuskan untuk mengetesnya.
Gotcha!!
Tebakannya benar!
Pemuda itu menoleh kearah Zhura.
Entah rasanya sulit dijelaskan sudah 15 tahun tidak bertemu lagi. Pemuda itu bergegas mendekat lagi kearah Zhura yang masih diam tak bergeming lagi, masih merespon reaksi pemuda didepannya.
"R-Ryu Mei?" Ujar pemuda didepannya nampak memastikan pendengarannya.
__ADS_1
"Gege" Ujar Zhura lagi kali ini nadanya berubah tak sedingin tadi meski masih ada nada dinginnya.
Naghure Ryuzhuen nama kakak sulung dari Zhura. Yuzhue panggilannya.
Mendengar ujaran Zhura, Pemuda itu tanpa banyak kata langsung memeluk Zhura haru, akhirnya kedua bersaudara kandung ini dipertemukan setelah 15 tahun berpisah. Zhura meneteskan air matanya haru, dari semua keluarganya hanya kakak sulungnya yang masih ada sedangkan saudaranya yang lain hanya meninggalkan keponakkan untuknya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...