Return With Trash Rank Evolution System

Return With Trash Rank Evolution System
42. Almighty Princess Han Mei


__ADS_3

Sementara itu diruangan pelatihan Kerajaan Han, disana terdapat Han Jue, Han Dang, Han Mei dan para pangeran lainnya, namun para pangeran sudah terkapar dilantai karena dihajar oleh Han Mei.


"Kakak dan adikku ayo segera bangun dan lawan aku! Oh, ayo segera bangun dan lawan aku musuh-musuh lamaku!"


Han Mei lalu berjalan menuju kearah mereka dan disaat bersamaan Han Dang langsung menghentikan langkahnya, sambil menggelengkan kepalanya Han Dang lalu berkata kepada Han Mei, "Jangan menghajar saudara-saudaramu lebih parah dari ini, jika tidak bagaimana mereka bisa tampil di Turnamen Pembantaian Iblis Antar Benua, dan lagi acaranya sendiri akan dimulai esok hari"


"Ohh, begitu ya"


Mendengar jawaban Han Mei itu membuat Han Dang dan Han Jue hanya bisa menghela nafas, setelah itu Han Mei berbicara kepada keduanya, "Ikutkan aku kedalam turnamen itu! Aku sudah bosan dengan hal-hal yang ada disini, dan juga mungkin aku bisa mendapatkan beberapa keuntungan dan memberikannya kepada senior"


"Mei'er kamu tidak diizinkan untuk mengikuti turnamen itu!" ujar Han Jue.


Mendengar perkataan ayahnya itu langsung membuat Han Mei marah, dan ia langsung mengeluarkan aura kegelapan yang menggebu-gebu, melihat itu membuat Han Dang dan Han Jue tidak bisa berkata apa-apa kemudian Han Jue melanjutkan perkataannya, "Tenanglah, jangan marah terlebih dulu, ayah tidak mengijinkan kamu mengikuti turnamen itu tidak lain dan tidak bukan adalah agar kamu tidak membunuh seluruh peserta yang mencoba untuk mendekatimu, kamu tahukan peserta dari turnamen ini adalah orang-orang dari benua-benua lainnya, maka dari itu ayah takut kamu akan menyinggung banyak tempat dan juga gudang harta di kerajaan masih belum dilebarkan"


Han Dang lalu juga ikut berbicara kepada Han Mei, "Benar apa yang dikatakan oleh ayahmu, gudang harta kerajaan kita masih belum ditingkatkan, maka dari itu kamu tidak diperbolehkan untuk mengikuti turnamen itu karena nanti bisa-bisa kamu kembali dengan membawa harta yang seukuran dengan dua gunung yang ditumpuk jadi satu, apalagi kamu juga ingin memberikan beberapa keuntungan yang kamu dapat kepada senior, apakah kamu lupa bagaimana keadaan ruang harta kerajaan kita pada saat itu?"


Mendengar itu Han Mei langsung memalingkan wajahnya, setelah itu dia langsung tersenyum jahat sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam kantongnya.


"Karena ayah dan kakek tidak mengijinkan aku untuk mengikuti turnamen itu, aku pergi saja ketempat turnamen itu diadakan, hehehe"


Sriingg!


Han Mei langsung menghilang dari sana, dan melihat itu keduanya hanya bisa menghela nafas mereka masing-masing.


"Putrimu ini sangat cocok dengan sifatmu saat pertama kali bertemu dengannya, kamu rela melakukan apa saja yang terpenting masih bisa untuk menemuinya" ujar Han Dang.

__ADS_1


"Hahahahahaha, tentu saja dia pasti memiliki sifat ayahnya karena jika dia tidak memilikinya maka dia bukanlah putriku satu-satunya, hahahahahahahahaha"


Sementara itu, para pangeran lainnya yang sudah tersadar dari pingsannya hanya bisa menahan rasa sakit dihati mereka karena keberadaan mereka tidak dianggap disana.


Keesokan harinya.


Di sebuah benua terpencil, di benua itu terdapat banyak sekali kapal yang berlabuh disana entah itu didaratan, lautan, bahkan di udara, dan ditengah-tengah benua kecil itu terdapat sebuah portal raksasa yang mana portal itu dijaga oleh beberapa pria tua berjubah putih yang sedang terbang.


Ada banyak sekali makhluk yang berada disana, entah itu manusia, monster, bahkan iblis sekalipun dan mereka semua berkumpul hanya untuk satu tujuan yaitu memasuki portal itu, lalu salah seorang pria tua berjubah putih itu mulai berbicara kepada semua orang yang berada disana, "Baiklah, karena kalian semua sudah berkumpul sudah saatnya bagi turnamen kali ini untuk dimulai!"


Mendengar itu semua yang berada disana langsung bersorak-sorai, namun itu semua tidaklah bertahan lama karena pria tua itu langsung menyuruh mereka untuk diam.


"DIAMMM!"


"Baiklah, dengarkan baik-baik! Peraturan turnamen tahun ini tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu kalian hanya harus membunuh dan mengambil inti sebanyak-banyaknya, dan hadiah untuk juara ketiga dan kedua yaitu tiket masuk untuk memasuki benua tingkat tinggi, dan juara satu yaitu tiket untuk memasuki benua Suci"


Semua orang yang mendengar itu langsung bergegas memasuki portal itu, dan baru saja masuk kedalam portal mereka semua langsung menyerang dan membunuh satu sama lainnya.


Disisi Han Mei saat ini.


Ternyata Han Mei sudahlah memasuki portal itu sejak ia menghilang dari ruang pelatihan Kerajaan, alasan kenapa dia bisa masuk kedalam adalah karena dia menghajar para pria tua berjubah putih itu hingga babak belur agar ia diijinkan untuk masuk dan juga dia sudah merebut paksa hadiah yang akan diberikan kepada pemenang turnamen ini.


Namun saat ini Han Mei sudahlah bosan karena seluruh benda berharga sudah dimilikinya dan juga ia sama sekali tidak mendapati lawan yang benar-benar layak untuknya.


"Benar-benar membosankan, setelah ini selesai aku akan langsung pergi kerumah senior saja, aku akan meminta kepada senior untuk membantuku mengatasi kegilaan membunuhku saat ini"

__ADS_1


Tepat setelah mengatakan itu mata Han Mei langsung berubah putih, lalu kepalanya bertambah menjadi tiga, tangannya mulai bertambah menjadi enam, dan dia mulai meraung-raung dengan sangat keras sampai-sampai raungannya itu terdengar diluar portal.


Lalu Han Mei yang sudah berubah itu melayangkan sebuah tinju dan akibatnya seluruh kehidupan yang berada didekatnya langsung mati dan berubah menjadi debu, lalu ia merasakan bahwa ada banyak sekali kehidupan dan hal itu membuatnya tertarik.


Hanya dengan satu kali lompatan Han Mei sudah berada ditengah-tengah para peserta turnamen yang sedang bertarung satu sama lainnya, mereka semua langsung berhenti saat melihat kedatangan Han Mei mereka semua lalu memutuskan untuk bekerjasama agar bisa mengalahkan Han Mei, namun hanya dengan satu pukulan saja mereka semua langsung musnah dan para peserta dan seluruh monster yang ada didalam langsung berlari keluar kearah portal.


Sementara itu diluar portal, semua orang yang mendengar suara raungan langsung bersiap untuk bertarung, dan saat itu juga mereka melihat bahwasanya ada banyak makhluk yang berlari ketakutan keluar dari dalam portal, para pria tua berjubah putih yang melihat hal itu langsung mencoba menutup kembali portalnya namun itu semua sudah terlambat Han Mei yang sudah berubah berhasil keluar dari dalam portal.


"Asura, bagaimana mungkin masih ada keturunan Asura di dunia ini? Jika dia benar-benar keturunan Asura maka kesempatan untuk bisa hidup kali ini sangatlah sulit!" ujar salah satu pria tua berjubah putih.


Han Dang dan Han Jue yang melihat perubahan Han Mei, membuka mata mereka lebar-lebar dan rahang mereka berdua jatuh ketanah, keduanya lalu membawa para pangeran dan langsung segera pergi dari sana karena mereka berdua tahu tidak ada seorangpun yang bisa menghentikannya saat ini.


"Ayah kenapa perubahannya sedikit lebih cepat kali ini?" tanya Han Jue.


"Itu pasti karena masakan yang pernah dibuat oleh Nyonya Besar, sudah jangan banyak bicara ayo segera pergi dari sini, indra pendengaran milik Mei'er saat sedang berubah bisa menjangkau seluruh Benua jika kita tidak segera pergi maka kita akan langsung dihancurkan"


Sementara itu di benua tempat berlangsungnya turnamen.


Han Mei yang sudah berubah langsung menghancurkan apapun yang dilihat dan dilewatinya, bahkan para pria tua berjubah putih itupun langsung pergi dari sana dan meninggalkan orang-orang yang ada disana.


10 menit kemudian.


Hampir tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan dibenua itu, dan saat ini Han Mei sudah kembali ke wujudnya yang normal, melihat banyak sekali kekacauan yang terjadi disekitarnya saat ia sadar, Han Mei hanya bisa menggelengkan kepalanya namun saat ia melihat ada banyak sekali harta yang berjatuhan diatas tanah ia langsung melesat untuk mengambil semuanya.


"Yosh, saatnya untuk pergi ke rumah senior"

__ADS_1


^^^*End*^^^


__ADS_2