
Long Yang melihat bahwasanya kerajaan Nordik ini memiliki luas wilayah yang sangat luas, bahkan gerbang masuknya saja memiliki ukuran yang tiga kali lebih besar dari Matahari di tata surya tempatnya tinggal.
Lalu mereka mulai memasuki kerajaan Nordik, di gerbang masuk ada 2 raksasa es yang menjaga gerbang masuk, saat melihat kedatangan Heimdall dan kawan-kawannya mereka berdua langsung membuka gerbang masuk, namun saat mereka melihat Long Yang berdua secara bersamaan langsung menyerang Long Yang.
"Hoo, ingin bertarung ya!"
Heimdall yang melihat kejadian itu langsung berteriak untuk menghentikan mereka berdua.
"BERHENTIII!"
Kedua raksasa es itu langsung berhenti tepat didepan hadapan Long Yang, setelah itu keduanya kembali lagi ke posisi semula.
"Huff, untung saja aku tepat waktu, jika tidak maka gerbang ini pasti akan hancur berkeping-keping dan membutuhkan puluhan ribu tahun untuk memperbaikinya" ujar Heimdall dalam hati.
Didalam Heimdall dan kelompoknya memutuskan untuk berpisah dengan Long Yang karena ada yang harus mereka kerjakan.
"Saudara Long, aku harus melaporkan misi yang kami lakukan kepada ayahku, jadi kita akan berpisah disini"
Long Yang hanya menganggukkan kepalanya, setelah itu Heimdall dan kelompoknya mengucapkan salam perpisahan dan menghilang dari sana meninggalkan Long Yang sendiri.
"Sekarang, bagaimana cara ku menghabiskan waktu disini? Tidak mungkin aku mengelilingi daerah kerajaan yang memiliki luas 30 kali lebih besar dari sebuah alam semesta"
Long Yang kemudian mulai beranjak dari sana, baru beberapa puluh langkah dia berjalan dia melihat bahwasanya ada kerumunan orang yang sedang berkumpul di suatu tempat.
Disaat Long Yang sampai disana, dia melihat bahwasanya orang-orang itu melihat dua orang yang sedang beradu panco, Long Yang yang melihat itu kemudian juga tertarik untuk mengikutinya.
Beberapa saat kemudian salah satu orang yang sedang beradu panco itu kalah, kemudian orang yang menang itu mulai berkata kepada orang-orang yang sedang menonton.
"Hei, hei, hei, ayo siapa yang berani maju? Biaya pendaftaran hanya mental dan kekuatan kalian, dan hadiahnya adalah Boundary Breaking Pill yang bisa membantu kalian menerobos ranah yang lebih tinggi, jadi siapa yang mau maju?"
Semua orang yang berada disana hanya bisa terdiam seribu bahasa, lalu Long Yang menggeser orang-orang yang berada didepannya dan setelah itu dia berhadapan satu lawan satu dengan pria itu.
"Hahahahahahahahaha, kita menemukan pejuang pemberani disini, teman siapa namamu?"
Long Yang lalu tersenyum kecil, dan setelah itu dia menjawab pertanyaannya, "Kamu akan mengetahui jika kamu menang"
Mendengar jawaban Long Yang itu membuat mereka semua terkejut, namun berbeda halnya dengan pria itu mendengar jawaban Long Yang membuatnya tersenyum lebar.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHA, BAIKLAH AKU AKAN MENGALAHKANMU TEMAN!"
Lalu keduanya sudah bersiap dan pria itu kemudian memulai pertandingannya.
__ADS_1
"Siap! MULAI!"
Pria itu kemudian mencoba untuk menjatuhkan tangan Long Yang, namun dia merasakan bahwa genggaman Long Yang itu beratnya sama dengan sebuah bintang.
Long Yang kemudian mulai mencoba untuk memprovokasi nya, "Hei, kenapa? Apakah kamu kurang makan hari ini? Kekuatanmu seperti bayi yang baru lahir"
Boommm!
Mendengar provokasi Long Yang itu membuatnya menjadi sangat marah, dia kemudian langsung mengeluarkan kekuatan penuhnya, otot-otot ditubuhnya mulai membesar dan urat-urat nya mulai terlihat jelas, namun dengan itu semua dia malah merasakan bahwa genggaman Long Yang menjadi semakin berat seiring dengan bertambahnya kekuatan yang dia gunakan.
10 menit kemudian.
"Huff, huff, huff, teman aku menyerah, aku menyerah!"
"Hoo, kamu menyerah ya"
Long Yang lalu menjatuhkan tangannya dengan sangat mudah, pria itu kemudian menangkupkan tangannya dan membungkuk untuk memberikan penghormatan kepada Long Yang.
"Anda benar-benar sangat kuat saudara!"
"WHOOOOOOO, THOR KALAH, THOR AKHIRNYA DIKALAHKAN!" para penonton itu mulai bersorak-sorai setelah kekalahannya.
Lalu pria yang dipanggil Thor itu mengeluarkan sebuah pil dan kemudian memberikannya kepada Long Yang.
Melihat pil itu Long Yang hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena dia melihat bahwasanya Thor ini memberinya seonggok telur puyuh kepadanya.
"Hahahaha, tidak perlu memberikannya padaku, sebagai gantinya bisakah kamu membelikan ku beberapa minuman keras"
Mendengar itu Thor hanya bisa menganggukkan kepalanya dan kemudian menyimpan kembali pil miliknya.
"Kalau begitu silahkan ikuti aku saudara!"
Setelah itu Thor mengajak Long Yang pergi kesebuah bar, dan setelah itu mereka berdua mulai minum-minum disana.
"Bah, memang kedai milik Pak Tua Lei ini benar-benar yang terbaik!" ujar Thor.
Long Yang hanya menganggukkan kepalanya mendengar itu, setelah itu Thor berkata kepada Long Yang.
"Saudara, anda benar-benar sangat kuat dan mengerikan, bahkan aku sudah menggunakan Transcendent Thunder Body dan tetap tangan anda tidak bergerak satu inci pun"
Long Yang tersenyum kecil dan setelah itu menjawab perkataan Thor, "Haha, aku bahkan tidak menggunakan kekuatan milikku dan juga kamu juga belum menggunakan semua yang kamu punya"
__ADS_1
"Hahahahahahahahaha, ternyata aku benar-benar tidak bisa menyembunyikannya dari anda Saudara, Hahahahahahahahaha!"
Setelah itu mereka melanjutkan lagi minum-minum nya, disela-sela itu secara tiba-tiba Heimdall datang menemui mereka.
"Saudara Long aku kembali, oh dan juga bisakah kamu mengikuti sebentar Saudara Long"
"Oh, ada Thor juga disini"
"Heimdall kapan kamu kembali? Dan juga mengapa kamu mengucapkan "oh" saat bertemu saudaramu?"
"Sudahlah! Aku tidak mau berbasa-basi denganmu Thor, ayah sedang menunggu di rumah, Saudara Long silahkan ikuti aku!"
Long Yang menganggukkan kepalanya, setelah itu Heimdall dan Long Yang menghilang dari sana meninggalkan Thor sendirian.
"Heimdall sialan! Beraninya dia mengambil tamuku seenak jidat!"
Boom!
Thor lalu melesat keatas dan menghancurkan genteng kedai itu.
"Pak Tua Lei aku akan menggantinya nanti!"
Sriingg!
Thor lalu menghilang disana, sementara itu Long Yang dan Heimdall sudah sampai di aula Kerajaan Nordik, disana Long Yang sedikit kagum dengan interior aula itu.
Heimdall lalu berkata kepada Long Yang, "Saudara Long, silahkan ikuti aku ayahku sedang menunggu di singgasana!"
"Oke"
Heimdall kemudian menuntun Long Yang dan setelah itu mereka berdua sampai didepan sebuah singgasana raja, Long Yang lalu melihat ada seorang pria tua bermata satu yang sedang duduk disana.
"Ayah aku sudah membawa penyelamatku!"
"Baiklah! Kamu bisa menunggu diluar!"
"Baik ayah!"
Heimdall lalu pergi meninggalkan Long Yang berdua bersama ayahnya, setelah kepergian Heimdall pria tua itu memulai pembicaraan dengan Long Yang.
"Jadi anak muda bisakah kamu memberitahuku siapa namamu?"
__ADS_1
^^^*End*^^^