
Di lain tempat, semua orang menunggu kedatangan Reynata. Sambil santai dengan obrolan dan hidangan yang sudah tersedia.
“Reyna kemana ya Fin?” Tanya Sena.
“Udah dijalan kok”
“Mah, kalau masih lama Rey pulang” Ucap Rey ketus.
Sena melototi Rey, seolah-olah memperingati Rey untuk menjaga ucapannya.
“Jangan-jangan dia kabur karena ngga mau dikenalin sama lo kak” Bisik
Galang pada Rey.
Sena melototi Galang juga, lihat saja anak itu saat pulang ke rumah
nanti. Sena akan omeli kedua putranya yang tidak bisa menjaga sikap itu.
***
Reynata sampai di cafe tempat ia dan fandi mengobrol tadi siang. “Mang Asep tunggu sebentar ya ,Reyna masuk dulu. Secepatnya Reyna balik”
“Jangan lama-lama ya”
Jawab mang Asep sedikit nada kekhawatiran tampak jelas dari nada bicara dan
raut wajah mang Asep.
Saat turun dari mobil dan memasuki area cafe, semua mata tertuju pada Reynata. Penampilan Reynata sangat
tidak cocok dengan cafe yang didominasi anak muda yang bersantai , lebih tepatnya penampilan Reynata lebih cocok untuk acara pesta atau makan malam di restoran mewah.
Reynata sadar akan pandangan orang-orang terhadap dirinya, sehingga rasa risih menyelimutinya sekarang.
Salah satu karyawan di cafe tersebut menghampiri Reynata. “Ada yang bisa saya bantu?” Tanya karyawan itu, namun karyawan itu memberanikan diri untuk bertanya lagi, karena sadar akan penampilan dan usia Reynata. “Cari pemilik cafe ini ya? Pak Fandi, satu kampus kan di Resavier sama mbak?”
“Huh? Iya” Jawab Reynata, jujur saja ia tidak tahu kalau Fandi adalah pemilik cafe ini.
“Maaf sebelumnya, tapi pak Fandi nya lagi ada pertemuan penting.” Ucap karyawan itu sopan.
“Pertemuan apa ya?” Tanya Reynata
“Ohh, itu ngga bisa diberitahu sembarang orang mbak.”
__ADS_1
“Mbak, saya gga punya waktu banyak dan saya buru-buru banget. Tadi siang Fandi ngajak saya ketemu di cafe ini.” Reynata tampak berpikir kembali. “Pertemuan? Maksudnya tentang MSA ?
(MSA, di baca dengan ejaan inggris)
“Oke silahkan ikuti saya” Ucap karyawan itu.
Reynata diajak masuk ke cafe bagian yang bisa dikatakan sangat privasi dan unik menurutnya seperti markas.
“Masuk saja mbak, lain kali kalau memang mau ke tempat ini langsung to the point ya mbak. Anggap saja MSA sebagai sandi” Karyawan itu langsung meninggalkan Reynata.
Reynata tampak sedikit berpikir, begitu rahasia kah misi ini? Ia membuka pintu dan langsung segera masuk. Tampaklah ruangan yang tidak terlalu besar namun benar-benar seperti markas besar. Disana lumayan banyak yang Reynata kenal, dan setahu Reynata banyak mahasiswa dari jurnalistik.
Semua orang yang ada di ruangan langsung menoleh ke arah Reynata, menyudahi aktivitas mereka dan beberapa dari mereka tampak sedikit terkejut akan kedatangan Reynata.
“Kamu terlihat cantik Reyna” Puji salah satu di antara mereka yang Reynata kenal namanya adalah Yessi.
“Thanks” Balas Reyna singkat.
“Aku gabung dalam misi ini, tapi bisa kalian jelaskan sedikit lagi semua yang berkaitan dengan misi ini?” Ucap Reynata percaya diri akan keputusannya.
Semua orang saling melemparkan senyum mendengar keikutsertaan Reynata.
“Si, lo jelasin” Ucap Fandi yang dibalas anggukan oleh Yessi.
“Galang?! Galang sahabat gue, gue ngga bisa jauhin dia” Ucap Reyna tidak terima.
“Gue ngga bilang lo harus jauhin, dan ya mau ngga mau lo emang harus jauhin Galang. Galang udah punya pacar jangan sampai lo digosipin karena jadi hama buat hubungan dia sama Lala.”
“Kalian tahu Galang udah punya pacar? Gue rasa dia orangnya ngga seterbuka itu. Apa jagan-jangan” Ucapan Reyna terhenti.
“Iya, tepat sama pikiran lo. Lala juga salah satu anggota disini.” Timpal yang lainnya.
“Maaf Re soal tadi, gue ngga bermaksud. Kalau lo mau tahu lebih detail ini proposalnya” Yessi memberikan proposal itu pada Reynata.
“Kita udah nyiapin sedemikian rupa, jadi jangan heran kenapa masuk kesini juga pakai sandi dan terutama setiap rencana harus ada proposal. Kita percaya sama lo, gue harap lo ngga hancurin rencana.” Kata Gisel, yang tiba-tiba muncul ke hadapan Reynata.
“Gisel?” Reynata tampk tidak percaya teman baiknya juga ada disini.
“Re, gue rasa lo ada acara. Jangan sampai karena kesini acara lo gagal. Kegagalan bisa merembet kemana aja kalau ngga cepat ditangani” Ucap Fandi.
“Astaga, Thanks guys. Gue buru-buru, gue akan coba untuk ngga ngecewain” Reyna langsung bergegas pergi.
“Hati-hati” Ucap mereka semua serempak.
__ADS_1
“Aduhh neng, bapak sama ibu eneng teh telepon dari tadi” Ucap Mang Asep panik.
“Terus Mang Asep jawab apa?” Tanya Reynata tidak kalah paniknya.
“Ngga saya angkat, saya
takut bilangnya.”
“Bagus! Pokoknya Reyna ngga bakalan bawa Mang Asep ke masalah ini. Dan Reyna minta tolong, rahasiain kita kemana ya? Tancap gas Mang cepetan”
“Baik neng”
Lagi dan lagi Reynata menjadi pusat perhatian, yang berbeda hanyalah sekarang keluarga dan orang-orang terdekatnya yang memandang dan menatap Reynata dengan tatapan penuh pertanyaan.
Semua tampak lega karena Reynata akhirnya datang, berbeda dengan ayah Reynata, Dornan dengan raut wajah kecewanya dan Rey dengan tampang tidak pedulinya akan kehadiran Reynata.
“Sini nak” Ajak Sena.
“Mamah khawatir kamu kenapa-kenapa Re” Ucap Fina saat Reynata hendak duduk.
Reynata sebenarnya ragu untuk duduk, dikarenakan tempat duduk yang disisakan untuknya tepat disamping Rey.
“Karena semuanya udah lengkap, Galang mau ngenalin Lala, pacar Galang.” Ucap Galang memperkenalkan Lala. Lala tersenyum pada semua orang yang ada disana.
Semua orang kembali memberikan senyuman ke Lala, kecuali Reynata dan Rey. Reynata tidak tahu harus bersikap seperti apa. Lala yang melihat ekspresi Rey dan Reynata memutuskan untuk berkomentar sedikit.
“Kalian cocok” Ucap Lala pada Rey dan Reynata.
“Hem tante juga setuju sama kamu La.” Sena menimpali ucapan Lala.
Rey dan Reynata saling menoleh dan menatap satu sama lain, ekspresi wajah keduanya tampak menolak pernyataan Lala dan Sena. Rey dan Reynata memutar bola matanya malas.
Reynata menoleh ke arah ayahnya, ayahnya sedang berbicara dengan Gilang, ayah Galang. Entah apa yang akan terjadi setelah ini.
Saat makan malam telah usai, Galang berpamitan lebih dahulu karena ingin mengantar Lala. “Galang pamit pulang ya semuanya, mau antar Lala” Ucap Galang sopan.
“Jadi ingat Fina sama Dornan yah Pah” Ucap Sena pada Gilang suaminya. Gilang tertawa kecil menanggapi ucapan istrinya, begitu juga dengan Fina dan Dornan.
“Kalau gitu Reyna pulang sama Rey saja, lebih aman, om tahu Rey sangat bertanggung jawab” Ucap Gilang.
“Iya kamu pulang ama Rey aja ya Re” Fina ikut sertas menanggapi saran Gilang.
“Boleh” Tanpa pikir panjang Rey langsung menyetujui saran itu.
__ADS_1
Reynata langsung membulatkan matanya, entah apa yang akan terjadi jika bersama Rey.