Rhea

Rhea
Bagian 23 : Ledakan di pusat SR Fashion


__ADS_3

1 bulan kemudian.....


Breaking News!!


Pemirsa, telah terjadi sebuah ledakan besar di aula Gedung NT Fashion. Ledakan yang diduga berasal dari sebuah bom bunuh diri ini telah menewaskan setidaknya tiga orang dan puluhan orang mengalami luka. Mulai dari luka bakar ringan hingga parah.


Korban tewas telah berhasil diidentifikasi oleh pihak kepolisian, dan diduga sebagai pelaku utama dari bom bunuh diri tersebut. Sedangkan dua orang lainnya yang merupakan petugas keamanan gedung yang sempat mencurigai gerak-gerik pelaku.


Belum diketahui apa motif pasti dari ledakan ini. Namun pihak kepolisian serta kedutaan besar Paris-Indonesia telah bekerja sama untuk menangkap tersangka yang diduga merupakan pelaku terror ini. Terlebih mengingat situasi Nona Shana Riggle yang merupakan orang Indonesia-Paris ini, pihak pemerintah dari dua negara memilih untuk saling bekerja sama.


Gedung ini baru saja diresmikan pekan lalu lewat fashion week megah model kenamaan dunia ‘Shana Riggle’ yang juga merupakan pemilik sah dari Naratama Corps.


Gedung ini sendiri didirikan untuk menjadi markas utama dari brandnya pribadi miliknya yaitu ‘SR’ yang telah resmi ia pindahkan ke tanah air sehari setelah kepindahan dirinya dari Paris.


Kami sendiri masih menunggu berita terbaru seputar keadaan dari Nona Shana sendiri. Karena telah dikonfirmasi bahwa Nona Shana merupakan salah satu dari puluhan korban luka akibat ledakan.


Daffa serta pasangan Riggle masih berada di kediaman pribadi Riggle ketika mereka mendapatkan berita seputar ledakan pada acara fashion Week milik Rhea. Gadis itu bersikekeuh untuk pergi sendiri pagi itu.


Ia berangkat pada pagi hari menjelang subuh bersama salah satu bodyguard pribadinya untuk menyintas kemacetan di jalan raya utama menuju lokasi. Daffa masih tertidur lelap ketika ia pergi, ia juga tak memberi tahu siapapun. Hanya da secarik kertas berisi surat yang ia letakkan di atas meja yang telah dipenuhi oleh hidangan.


“Aku harus berangkat lebih awal untuk acara Fashion Week kali ini. Aku akan pergi bersama bodyguardku, maaf karena tidak membangunkan kalian. Aku sudah menyiapkan sarapan sebagai gantinya.” Tulis Rhea pada suratnya.


“Ia tak memberi tahu siapapun ketika pergi.” Ujar Daffa frustasi.


Ia kini tengah berada dalam limousine milik Prof Riggle untuk berangkat bersama kedua mertuanya menuju lokasi acara. Butuh waktu sekitar lima jam perjalanan untuk menuju ke lokasi dari posisi kediaman Riggle berada.

__ADS_1


“Harusnya aku tak memiliki rumah sejauh ini. Aku tak pernah membayangkan akan ada dalam situasi seperti ini.” Geram Tn Riggle.


Untung saja mereka memiliki supir pribadi, jadi kedua lelaki itu tak harus mengemudikan mobil sendiri dan malah melukai diri sendiri pada akhirnya.


Tuan Riggle selama ini memang mendidik Rhea dalam kesederhanaan. Namun begitu identitasnya sebagai putri tunggal dari Naratama Corps, Tn Riggle pun mulai menggunakan kekuasaannya. Ia kembali ke dalam mansion mewahnya dan menggunakan limousine koleksinya yang sudah lama ia pensiunkan.


Hal yang baik tentunya, karena mereka akan memakan waktu lebih lama jika harus menggunakan mobil Daffa untuk menyusul Rhea.


“Limousin ini memiliki kecepatan yang setara dengan mobil balap kelas atas, tidakkah kau bisa mengendarakannya lebih cepat lagi?” bentak Tuan Riggle kepada supirnya.


“Apa kau selalu bisa menyombong dalam keadaan seperti ini ayah mertua?” sindir Daffa mencoba mencairkan sedikit suasana yang tengah menegang.


“Dari pada mobilmu yang tak bisa dipakai mengebut itu.” Balasnya.


“Aku terpaksa memakai mobil pegawai ku karena Rhea memintaku lari lewat jalan rahasia. Jika tidak,  maka aku akan mengambil salah satu koleksi Ferrari ku kemari.” Jelasnya tak kalah sombong.


Namun karena saking terburu-burunya, Daffa justru membawa Rhea ke kediaman Riggle dengan menggunakan mobil All New Avanza E Type yang merupakan milik dari salah satu pengawalnya yang tengah bertugas malam itu. Sebuah mobil sederhana yang bahkan harganya hanya berkisar satu banding lima puluh dari mobil miliknya.


Mobil itulah yang telah membuat dirinya dipandang rendah oleh Tn Riggle pagi ini. Itu bukanlah jenis mobil yang bisa dipakai oleh seorang pengusaha hebat sekelas dirinya. Cemooh Antonio Riggle. Padahal moment itu bukanlah moment yang bisa mereka pakai untuk saling membanggakan kekayaan masing-masing apalagi mobil.


“Kau sudah mencoba menghubunginya?” tanya Syahnaz masih dalam keadaan panik. Padahal mobilnya sudah berada di luar batas kecepatan untuk melaju menuju lokasi sang putri.


“Aku sudah menghubunginya dan juga pengawalnya Andre, namun tak ada jawaban. Aku juga sudah meminta anak buah kakek untuk mencari mereka, dan masih belum ada informasi.”


Telfon Daffa tiba-tiba berdering dan menampilkan nomor kontak Sheryl pada layarnya. Ia bergegas mengangkat telfon tersebut dan menghidupkan mode spekernya agar pasangan Riggle bisa mendengar percakapannya.

__ADS_1


“Aku berhasil menemukan Rhea.” Ujarnya dengan nafas yang tersengal.


“Bagaimana keadaannya?” tanya Syahnaz gemetar.


“Maafkan aku Nyonya Syahnaz. Ia mengalami benturan yang cukup keras di bagian kepalanya. Dokter menemukan indikasi adanya pendarahan dalam pada otaknya dan memutuskan untuk melakukan operasi.”


“Apa yang terjadi padanya?” Prof Riggle berusaha untuk bisa menganalisis kondisi sang putri lewat keterangan yang diberikan Sheryl kepadanya.


“Ada sebuah kabinet besar yang menimpanya pada saat ledakan."


"Syukurnya adalah karena kabinet itu telah membuatnya terhindar dari efek ledakan yang lebih besar. Posisi kabinet pada saat kecelakaan telah memblokir tubuhnya dari efek ledakan yang lebih besar. Namun robohnya kabinet akibat efek ledakan telah memberinya cedera kepala yang cukup hebat Tuan Riggle.”


“Segera persiapkan operasi, aku akan segera tiba dalam lima belas menit.” Tn Riggle mengecek map untuk mengetahui sudah sejauh mana posisinya.


“Aku sendiri yang akan mengoperasinya.” Titah Tn Riggle. Sheryl mengangguk seolah pria paruh baya itu bisa melihat bagaimana reaksinya saat ini.


Sesuai perkiraan rombongan Tn Riggle tiba tepat lima belas menit setelahnya. Semua orang di rumah sakit nampak sangat terkejut begitu melihat bos muda mereka di damping oleh sepasang dokter hebat seperti pasangan Riggle.


Rhea memang dibawa ke Rumah Sakit milik Adya Utama Group. Seluruh pihak rumah sakit bahkan telah bekerja sama dengan Sheryl untuk mensterilkan beberapa Kawasan untuk bisa dipakai menangani kondisi Rhea. Siapa sangka jika area tersebut akan dikosongkan untuk seorang dokter legendaris seperti Antonio Riggle.


“Sekarang aku tahu kenapa ia memakai nama Riggle pada nama belakangnya.” Ujar salah seorang dokter bedah senior yang masih berusia sekitar tiga puluhan.


“Kenapa Dokter?” tanya perawatnya menanggapi.


“Orang tua angkatnya yang selama ini dibahas adalah sang Dokter bedah legendaris Prof Antonio Riggle. Ia memiliki tiga sertifikasi ahli untuk Dokter Umum, Kardiotorax, dan juga Saraf. Sedangkan sang istrinya adalah ahli farmasi yang juga mempelajari bidang Ortopedi dan kardiotorax. Mereka adalah legend di bidang Kardiotorax. Mereka adalah dokter terbaik yang pernah ada di dunia.” Ujar dokter itu terpana.

__ADS_1


“Mereka terkenal memiliki tangan dewa. Belum ada riwayat kegagalan dalam hasil operasi mereka. Aku bahkan tak tahu apakah mereka mampu melawan kematian.” Semua orang di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit itu terpukau akan penjelasan dokter muda itu tentang pasangan Riggle.


__ADS_2