Rindu Pelukan Hangat

Rindu Pelukan Hangat
03. almira


__ADS_3

*flashback off*


* almira pov*~


" huff...heh..heh" aku terbangun dari tidurku , keringat dingin membasahi kening ku aku benar benar ketakutan." lagi lagi mimpi itu sebenarnya ada apa denganku kenapa mimpi itu datang lagi?" gunam ku.


kuambil air minum yang ada di meja dan meminumnya hingga tandas kulihat jam memunjukan pukul 03.4


2 wib.


" sudah pagi ternyata aku harus segera membantu bibik". aku langsung bergegas kekamar mandi untuk mencuci muka dan setelah terlihat segar kuambil kucir rambutku dan kukucir asal rabutku agar sedikit lebih rapi sampai suar ketukan pintu kamarku menghentikan aktifitasku " siapa?" tanyaku karna tak biasanya ada yang mengetuk pintuku jam segini karna selain masih gelap kamarku juga terletak dibagian belakang lebih tepatnya disebelah gudang yang agak jauh dengan kamar para pembantu dirumah ini jika ku tebak mungkin ini juga bekas gaudang juga. tapi menurutku kamar ini cukup nyaman walau kecil karna disini sangat sunyi cocok untuk ku yang memang suka ketenangan.


" ini bibik non ". aku langsung bergegas membuka pintu setelah tau siapa yang mengetuk pintu.


..cklek...


kulihat wajah bibik begitu pucat membuat ku kawatir " bibik kenapa?, bibik sakit? kok wajah bibik pucat?". tanyaku beruntun karna aku benar benar kawatir dengan kondisi bibik.


" bibik gak kenapa napa non, bibik hanya pusing aja buat istirahat sebentar juga sembuh". senym bibik yak dipakasa membuatku yakin jika bibik sedang tidak baik baik saja. aku menyuruh bibik masuk dan duduk diranjang ku.

__ADS_1


" apa ada yang bisa al bantu? tidak biasanya bibik menghampiri ku kekamar?". tanyaku karna dari raut wajah bibik bisa kutebak jika bibik ada perlu yang mendesak dengan ku.


" non apa bibik bisa minta tolong? bibik...bibik..". ucapnya yg digantung karna ada keraguan dalam dirinya.


ku genggam tangan nya untuk mengurangi keraguan nya " bibik kenapa? jika al bisa bantu pasti al bantu. jadi sekarang bibik katakan saja!". aku merasakan jika tubuh bibik demam karna tangan ku terasa panas ketika bersentuhan dengan kulit nya.


" iya non eh, maksut bibik.. bibik mau minta tolong non bantuin intan dan rima masak untuk sarapan dan makan siang bisa?.ucapnya dengan nada tak enak hati atau takut aku tak tau yang pasti bibik sekarang gelisah " soalnya mereka gak bisa masak macam macam dan mereka takut dimarahi jika nanti masakannya tidak enak dan saat ini bibik lagi gak enak badan jadi gak bisa masak ". lanjutnya sambil menunduk mungkin takut aku menolak.


aku tersenyum mendendengar penuturan bibik sebenaenya aku bingung kenapa bibik bisa setakut itu padaku...apa yang ditakutkan dariku? sepertinya tidak ada ."iya bik, al mau kok bantu bibik dan mereka". jawabku dengan nada yang bersahabat agar bibik tak takut lagi" sekarang bibik istirahat saja agar cepat sembuh". lanjutku..


setelah mengantar bibik kekamarnya aku segera menuju dapur untuk membuat sarapan .tapi ku lihat dapur masih sepi mungkin mbak intan dan mbak rima masih sibuk dengan pekerjaan nya masing masing. segera kubuka kulkas untuk melihat mahan yang bisa ku buat menu sarapan hari ini dan ku lihat bahan bahan mulai menipis.


" hayo...non almira lagi ngapain disini?". hampir aku moncat karna kaget. ku toleh kebelakang danternyata mbak intan dan mbak rima yang baru saja menyelesaikan sebagian tugasnya .


" ih..mbak intan sama mbak rima bikin al kaget aja sih, gimana coba kalau jantung al turun ke perut karna kaget kan repot" ucapku pura pura sebel yang malah membuat mbak intan tertawa gemes.


" ya kalik non, jantung bisa turun ke perut mati dong kalau gitu". sambil nyengir kuda mbak intan menunjukan watados nya membuat mbak rima yang berada disebelahnya hanya menggelengkan kepalanya karna tingkah konyol teman nya itu.


aku hanya mendengus pasrah jika harus menghadapi sifat mbak intan yang menurutku super aktif itu. aku dan mereka memang sudah dekat sejak awal aku disini tepat nya 3 th yang lalu.aku juga tak sungkan membantu pekerjaan mereka jika aku ada waktu. walau waktu pertama kami sangat canggung tp setelah lama bersama kami sangat akrab walau kadang masih ada kecanggungan diantara kamu.

__ADS_1


lamunanku terbuyarkan dengan ucapan mbak irma " em...al km gak pengen ketemu tuan gitu...? kayaknya tadi malam tuan pulang deh". ucapnya sambil membelakangiku karna mbak irma sedang mencuci sayur yang kupilih tadi.aku hanya tersenyum masam tak ingin menanggapi pertanyaan mbak irma barusan.


" gak usah kau pikirkan al anggap saja pertanyaan rima tadi hanya angin lalu". (sambil menepuk pundak ku dan tersenyum) aku terdiam sesaat lalu mengangguk untuk menanggapi saran mbak intan.aku tau maksut ucapan mbak intan karna mbak intan juga tau bagaimana keluarga ini mengganggapku. mbak rima yang mendengar ucapan mbak intan langsung berbalik dan menatapku dengsn tatapan bersalahnya dan aku mengerti arti tatapan itu.


" udah gak papa, mbak rima tak usah merasa bersalah seperti itu, al baik baik saja kok mungkin lain waktu aku bertemu ayah". ucapku untuk menenangkan hati mbak rima yang merasa tak enak karna aku tak mau karna ini kami merasa canggung lagi.


" ah...sudahlah ini bukan derama lebaran maaf maafan nya dipending nentar aja ya kalau dah lebaran. keburu siang soalnya". ucap mbak intan mencairkan suasana yang canggung saat ini.


" iya mbak ayo kita kerjakann soalnya hari ini al juga ada janji dengan salah satu guru al.jadi harus berangkat pagi". aku langsung mengambil daging yang sudah ku potong tadi dan ditanggapi mbak intan dengan mengambil kentang untuk dicuci dan kamipun memegang tugas kami masing masing.


" huff.." aku hanya menghelan nafas sungguh jika ditanya " apakah aku rundu ayah?" jawabnya " ya aku rindu ayah sangat". tapi itu hanya mampu ku ucapkan dalam batin ku saja. tak terasa ari mataku lolos begitu saja melewati pipiku dan segera ku hapus karna aku gak mau mbak intan dan mbak rima lihat aku menangis,aku tak ingin terlihat lemah di depan orang.


" ya alloh kuatkan lah hamba mu ini, jaga sampai hamba bisa kembali kepadamu dengan tenang... bunda doakan puterimu ini". doaku dalam hati untuk menguatkan ku yang sebenarnya telah rapuh...


** " ***setidaknya aku pernah bahagia, walau itu itu palsu"**_AL


bersambung....!!


jangan lupa kasih dukungan ke

__ADS_1


Author dengan memberikan LIKE dan KOMENTARnya ya dan kasih VOTE yang banyak....ok!! 😉🤗***


__ADS_2