Rindu Pelukan Hangat

Rindu Pelukan Hangat
04. almira..


__ADS_3

" huff.." aku hanya menghelan nafas sungguh jika ditanya " apakah aku rundu ayah?" jawabnya " ya aku rindu ayah sangat". tapi itu hanya mampu ku ucapkan dalam batin ku saja. tak terasa ari mataku lolos begitu saja melewati pipiku dan segera ku hapus karna aku gak mau mbak intan dan mbak rima lihat aku menangis,aku tak ingin terlihat lemah di depan orang.


" ya alloh kuatkan lah hamba mu ini, jaga sampai hamba bisa kembali kepadamu dengan tenang... bunda doakan puterimu ini". doaku dalam hati untuk menguatkan ku yang sebenarnya telah rapuh...


**almira pov off**


---------------


hampir 1 jam almira measak makanan membuat nya lupa waktu sampai azan subuh berkumandang. almira segera membasuh tangannya lalu meminta izin kepada 2 pembantunya untuk mengerjakan sholat nya dulu..


" *mbak intan , mbak rima... al izin kekamar dulu ya al nitip gorenin udang nya..". sambilmembasuh tangan nya yang bekas tepung.


" mau ngapain al kekamar". tannyanya mbak intan karna bingung gak biasanya almira menigalkan tugasnya.


" al mau sholat subuh dulu mbak". almira menjawab karnatau kebingungan yabg tampak di wajah mbak intan." emm..mbak intan sama mbak rima gak ikut sekalian". lanjutku..


" nggak al, hari ini mbak libur lagi berhalangan". jawab mbak rima yang sedang menupas telor.


" ohh iya iya, terus mbak intan? mau sekalian?". ditanya seperti itu mbak intan hanya menggaruk tengkuknya yangtidak gatal sambil nyengir kuda..

__ADS_1


" emm mbak lain kali aja ya al soalnya...". bingung mau menjawab apa karna memang mbak intan tidak pernah sholat mungkin islamnya disebut islam KTP.


" udah tan ikut non aja kan non pasti mau kok ngajarin km lagi". saran mbak rima karna tau maksut penolakan mbak inyan tadi.


" iya mbak gak usah takut, gak ada kata terlambat kok untuk berbuat baik selagi kita masih hidup". mbak intan tambah tak enak hati untuk menolak akhirnya dia ikut.


" ya udah non mbak ambil mukena dulu". akhirnya mbak intan pergi mengambil mukenanya. almira merasa senang bisa mengajak orang untuk taat beribadah dan tidak meninggalkan kewajiban sebagai orang islam*.


skip...


jam memunjukan pukul 05.30 wib dan semua masakan sudah selesai semua dan setelah membersihkan dapur almira pun bergegas kekamarnya untuk persiapan berangkat sekolah, menjadi ketua osis mengharuskan nya menjadi teladan yang baik untuk murit murit lainnya salah satunya dengan berangkat pagi. sebenarnya almira tak ingin jabatan itu tapi desakan guru yang melihat prestasinya membuat nya mau tak mau harus menerimanya setelah 1 th menjabat almira merasa nyaman nyaman saja sehingga dia tak merasa kesusahan atau keberata. banyak gerakan perubahan disekolahnya membuat almira sempat dibenci murit murit lain yang merasa keberatan termasuk adik kandung nya renata. renata juga kerap membulinya dengan menyebut jika almira anak pungut dan sampah dan itu membuat almira terluka. bukan terluka karna dikatai tapi dia terluka sebab tak mampu menjaga dan didik adiknya menjadi orang baik.almira tak kecewa dikatai seperti itu karna memang bukan salah adiknya jika adiknya itu tak tau kalau almira adalah kekak kandungnya lebih tepatnya kembaran kakak laki lakinya. kembar tak identik benar benar membuat adiknya itu tak tau jika yang dia hina adalah kembaran kakak laki lakinya sagara, karna memang tak pernah ada yang memberi tahunya. sifat sagara yang cuwek dan dingin membuat renata tak terlalu dekat dengannya tapi tetap sagara terkadang memberi perhatian kecil pada adik kecilnya itu.


sifat dingin dan cuwek nya itu bermula ketika dia tau ibunya meninggal ditangan kembarannya dan seringnya dia melihat ayahnya menyiksa kembaranya membuat dia benar benar enggan untuk perduli dengan sekitarnya, didikan keras ayahnya juga menjadikannya kejam dan arogan.


berbanding terbalik dengan almira kembaran nya yang lebih taat kepada agama dan berbudi pekerti yang baik karna sejak umur 8 th almira tinggal dengan nenek dan kakek nya sampai dia berumur 15 th tepatnya 1 th setehah kepergian neneknya almira kembali tinggal dengan keluarga ayah dan saudara saudaranya. berharap menjadi keluarga bahagia tapi itu hanya mimpi almira tingga di rumah keluarganya bukan sebagai anak atau keluarga melainkan sebagai pembantu, tinggal hampir 2 th bersama keluarganya tak membuat almira bisa bertemu ayah dan ibutirinya karna mereka lebih sering tinggal di luar negri karna pekerjaan ibu tirinya yang berprofesi sebagai sekertaris ayahnya mengharuskan ibunya ikut selalu dengan ayahnya, anaknya yang masih kecil ditinggal bersama penasuhnya di sini karna dia tak ingin ikut kedua orangtuanya tinggal diluar negri karna dia sudah merasa nyaman disini.


--------


setelah penampilanya rapi dan siap berangkat sekolah almira bergegas mengngambil tasnya yang sebelimnya sudah iya cek bawaannya, setelah merasa tak ada yang kurang almira langsung keluar dari kamarnya dan menuju dapur untuk sarapan dan mengambil bekalnya, bukan kok gak mampu beli dikantin tapi memang dia terbiasa membawa bekal sejak tinggal bersama nenek nya dulu. selain hemat juga praktis jika sewaktu waktu ada tugas osis dadakan yang tak menyempatkannya kekantin.

__ADS_1


setelah sarapan almira berpamitan kepada mbak rima, karna mbak intan sibuk mengurus adik tirinya jadi dia tak sempat berpamitan. almira pergi kesekolah nya memakai sepedah karna sedah terbiasa sejak tinggal bersama neneknya walau jarak sekolah agak lebih jaug dibanding jaraknya dulu waktu tinggal dirumah neneknya tp tak membuatnya mengeluh dia tetap mengayuh sepedahnya dengan santai dan ceria.


udara pagi ini cukup segar masih belom terlalu banyak kendaraan lewat sehingga tak membuat polusi, almira melewati hari harinya dengan rasa sukur setidaknya dia masih bisa hidup normal dan bisa sekolah karna menurutnya masih banya orang yang tak seberuntung dirinya dia selalu ingat kata kata " diatas langit masih ada langit " dan " alloh tak memberi cobaan pada hambanya yang melebihi batas kemampuan hamba itu sendiri" ya.. kata kata itulah yan menjadi salah satu perinsipnya menjalani hidup ini walau sebenarnya hatinya sakit menahan rindu pelukan hangat dari keluarganya, teringat masa kecilnya bersama sagara kembarannya yang begitu bahagia..


**flashback....


" *almila jangan nangis lagi ya, maafin aku tadi sempet ninggalin kamu ". ucap sagara dengan suara cedalnya hutuf" R" nya, dia mengusap dan meniup luka di lutut almira yang tergores karna terjatuh saat mencari dirinya" tadi aku pelgi cali ini untuk mu" menyerahkan bunga yang indah dan menyelipkannya ke atas telinga almira " kamu cantik almila" lanjutnya..


" kak ibelahim jangan tingalin almila lagi..hiks. almila takut..hiks..". jawabnya dengan sdikit segukan karna habis menangis.


" iya aku janji almila udah jangan nangis lagi, nanti gak cantik lagi". ucapnya yang mencoba menenangkan almira agar tak nangis lagi dan langsung menarik almira kepelukannya.


terlihat dia sangat sayang dengan kembarannya itu*.


**flashback off...


jika ingat masa masa itu almira benar banar rindu, entah masih ingat kah kembarannya itu dengan janjinya, harapan nya cuma satu semoga dia masih ingat walau nyatanya kembarannya itu telah meninggal kan nya sudah bertahun tahun tapi tetap dia berharap kembaranya itu masuh ingat...


**bersambung...!

__ADS_1


bagaimana kelanjutan kisah perjuangan almara mengungkap misteri hidupnya...


maka jangan lupa dukung terus Author dengan cara memberikan LIKE dan KOMENTAR- nya ya kasih VOTE juga yang banyak....!😉🤗


__ADS_2