Rindu Pelukan Hangat

Rindu Pelukan Hangat
08. Almira( kakak cantik?)


__ADS_3

melihat majikannya menangis intan jafi panik ".nyonya gak papa kan ? maaf intan nyonya intan salah maaf" intan bingung harus apa


" kamu gak salah intan saya yang salah, makasih ya udah jagain putra saya selama ini" Luna mencoba tersenyum agar intan tak merasa bersalah.


tak ber selang lama bel sekolah pun berbunyi pertanda waktunya pulang dan senyum Luna terbit saat melihat putranya....


......................


hari ini sangat lah berbeda buat altezza dia sempat berhenti sejenak intuk menyakinkan jika hari ini bukan lah mimpi ya dia melihat mamanya disebelah pengasuhnya.


tak pikir panjang altezza bergegas menghampiri pengasuhnya. masih dengan tatapan tak percaya altezza menatap orang didepannya.


" sayang kau sudah pulang, sini peluk mama..." ucap Luna sambil merentanglan tangan bersiap memeluk putranya tapi beda halnya dengan ezza dia mengalihkan tatapannya ke arah pengasuhnya dan pengasuhnya tersenyum sambil mengangguk tanda ini nyata.


pandangannya beralih pada osok didepan nya yang terlihat murung dengan senyum lebar altezza berhamburan kepelukan Luna yang disambut bahagia oleh Luna


" mama jangan pergi lagi...jangan tinggalin ezza lagi ya..." mintanya sambil terus mepererat pelukan nya.


" iya sayang mama janji akan selalu bersama ezza.. mama janji". Luna tak bisa membendung air mata bahagianya sungguh ini hari yang bahagia untuknya .


intan yang melihatnya juga ikut meneteskan air mata, dia sangat bahagia melihat anak yang diasuhnya mendapat kebahagiaannya.


adegan melepas rindu itu menjadi pusat perhatian orang orang disekitar tempatiru, mereka yang melihat sangat terpesona dengan kecantikan Luna yang sangat terlihat muda.



"


" eh.. jeng wanita cantik itu apa ibu altezza bocah tampan itu ya jeng?. ucap salah satu ibu2 yang jugamenjemput anaknya


" emm..iya kayaknya jeng.. duh cantik banget ya jeng tuh perawatan dimana ya?" jawab ibu2 yang lain


" pantes nak ezza ganteng ibu nya saja cantik gitu ya" balas yang lain


" alah itu mah biasa kan kita gak tau dia tu kayak apa siapa tau dia istri simpanan gitu" . seorang ibu ibu yang berdandan menor menimpali jelek dan menatap Luna sinis.


" eh..jeng erni itu kalau ngomong direm dikit jeng jangan gitu kan bisa jadi fitnah". salah satu ibu ibu yang memuji Luna tadi menyahut omongan orang yang sinis dengan Luna.


" udah udah jangan ribut gitu bu ayu dan untuk bu erni jangan gitu lagi gak baik bu" ibu ibu yang lain menasehati wanita yang bersikap sinis pada Luna.


Luna tak ambil pusing dengan sikap ibu tadi uang menjelek jelek kan nya karna menututnya itu sudah biasa, Luna malah menatap kumpulan ibu ibu tadi dengan disertai senyum manisnya.

__ADS_1


"wah ibuya Luna ramah ya...lihat dia senyum pada kita dan senyumnya cantik lagi jadi pengen kayak gitu..." puji puji ibu ibu yang menasehati tadi.


"eh iya ya jeng cantik". balas yang lain.


" alah cantik gara gara oplas aja di puji". ibu yang sinis pada Luna tadi tambah membenci luna" aku pun bisa kayak gitu kalau aku mau tapi sorry ya suamiku takut aku direbut orang jika kayak gitu persis jablai" ucapan pedas dolontar kan nya.


setelah mencacat Luna wanita tadi pun pergi karna mobil yang menjemputnya sudah datang, Luna hanya menggeleng geleng kan kepala melihat sikap wanita tadi.


lalu ibu ibu yang memuji Luna pun mendekat pada nya dan disambut hangat oleh Luna. mereka saling berkenalan satu sama lain dengan hangat.


" gak usah masukin ucapan wanita tadi ya bu dia emang gitu kalau lagi iri maklum dia kan istri pengusaha batu bara yang lagi buming itu lo bu" ucap ibu ibu yang memuji tadi.


" oh iya aku kok lipa ya bu Lusi kan istri orang kaya yang baru baru ini menduduki pringkat sepuluh besar orang terkaya dikota ini ya". ibu ibu yang lain menimpali "kalau gak salah urutan ke tujuh iya gak jeng. lanjut nya


"iya kalik tapi tetep gak sekaya keluarga adijaya dan sanjaya kan itu mah idola aku walau jarang diberitain keluarganya tapi aku suka".Jawab ibu ibu yang lain tak kalah heboh.


"eh..jeng itu bukannya keluarga terkaya yang menduduki tiga besar itu kah?" ibu lain menimpali.


" iya jeng bener tp ya gitu hidup mereka selalu dirahasiakan kan aku juga pengen istri mereka ikut arisan digrub kita". jawab ibu ibu yang heboh tadi.


" iya ya jeng pasti grup sosialita kita bakal buming kalau mereka masuk tapi gak mungkin lah mereka mau". jawab ibu2 yang lain


Luna hanya tersenyum dan tak berniat menimpali ucapan ucapan mereka yang sebenernya lagi ngomongin dirinya.


" ya udah ibu ibu saya pamit pulang dulu ya semoga kita bisa tambah akrab ya" pamit Luna.


"eh.. bu Luna mau gak ikut grub arisan kita? tinggal ibu saja yang belom ikut" tanya ibu ibu yang tadi mengidolakan keluarga Luna.


" em silahkan saja tapi kalau kumpul kumpul maaf saya tak terlalu punya banyak waktu bu lagi bantu suami dikantor" balas Lina.


" iya bu gak papa kok kami juga tau rasanya lagi masa masa merintis usaha itu pasti sibuk". balas ibu tadi.


"em.. iya bu nanti saya transfer saja uangnya dan ini kartu nama saya ". menyerah kan kartu nama dan langsung pergi.


saat menerima kartu nama luna ibu tadi kaget dan lagsung menatap luna yang saat ini lagi menaiki mobil ferrari v8 yang begitu elegannya.


Luna langsung menjalankan mobilnya dan menuju ke taman bermain untuk bersenang senang dengan putranya dan pengasuh putranya.


tak butuh waktu lama akhirnya Luna dan putranya sampai di taman hiburan, Luna pun langsung memarkirkan mobilnya setelah memarkirkan mobilnya luna pun mengajak puranya dan intan untuk masuk kearea taman dan altezza sangat antusias dia langsung mencoba berbagai permainan ditemani Luna tapi tak semua karna luna takut ketinggian.


tak terasa waktu hampir malam dan altezza sudah puas bermain, Luna langsung mengajak putranya kesebuah restoran yang ada di area taman yang cukup terkenal.

__ADS_1


setelah memesan makanan Luna mengajak anaknya bicara agar dia tambah dekat dengan puranya.


"sayang gimana tadi senang gak?" ucap Luna sambil mengelus rambut ezza.


" seneng banget ma, ezza kan gak pernah main ketempat kayak giyu jadi luna seneng deh ezza seneng deh" ucap ezza sambil menampilkan deretan giginya yang terlihat rapi.


"kapan kapan mau lagi gak?". ucap luna terus agar putranya bisa lebih terbuka pada nya.


" iya ezza mau ma mau banget, ezza sayang mama" ezza langsung memeluk Luna.


intan yang melihat anak yang diasuhnya senang dia juga senang, Luna pun sama rasanya fia ingin menangis karna terharu luna memeluk ezza dengan penuh kasihsayang dan kerinduan.


ezza pun melepas pelukannya dan mencium kedua pipi Luna, tak berapa lama makanan yang mereka pesan datang.


dengan lahab ezza menyantap makanan kesukaannya.


setelah selesai luna langsung menglap sisamakanan di bibir putranya yang blepotan.


"pipi kamu tambah cabiy aja sayang kamu lagi suka makan kah?" tanya luna sambil membersihkan bibir ezza


" em gak juga ma tapi kalau yang masakin kakak cantik ezza suka makan abis enak masakan kakak cantik" ucap ezza dengan polos


" kakak cantik? maksit kamu mbak intan?"


tanya luna yang mulai penasaran.


" bukan ma ,itu lo kakak cantik yang tadi pagi di bicarakan kak rena sama pap". jelas ezza pada Luna


Luna langsung menatap intan yang ada sebelah ezza untuk mendapat kan jawaban dari intan, intan yang ditatap langsung mengerti jika majilannya itu penasaran.


"em..itu enya maksut den ezza mungkin almira ansk yang datang dengan tuan ali pengacara nyonya besar" ucap intan yang mencari alasan agar Luna tak menanyakan terlalu banyak tentang almira.


"oh..anak pembantu mami itu kah yang mami titipkan ke mas bima?". ucap Luna memperjelas ucapan intan dan intan pun menjawab dengan anggukan.


setelah selesai merekapun bergegas untuk pulang karna waktu mulai malam dan luna juga punya pekerjaan yang harus dikerjakan yang tadi sempat dikirim bima lewat email nya...


bersambung...


***Jangan lupa Like dan komennya ya 😉


dan jangan lupa vote yang banyak banyak..🤗

__ADS_1


agar Athour lebih semangat nulis ok😘***


__ADS_2