Rindu Pelukan Hangat

Rindu Pelukan Hangat
05. almira


__ADS_3

" iya aku janji almila udah jangan nangis lagi, nanti gak cantik lagi". ucapnya yang mencoba menenangkan almira agar tak nangis lagi dan langsung menarik almira kepelukannya.


terlihat dia sangat sayang dengan kembarannya itu*.


**flashback off...


jika ingat masa masa itu almira benar banar rindu, entah masih ingat kah kembarannya itu dengan janjinya, harapan nya cuma satu semoga dia masih ingat walau nyatanya kembarannya itu telah meninggal kan nya sudah bertahun tahun tapi tetap dia berharap kembaranya itu masuh ingat...


--------------


suasana pagi di kediaman keluarga adijaya sama seperti keluarga keluarga lainnya berkumpul untuk dimeja makan dan sesekali membahas masalah yang akhir akhir ini terjadi seperti saat ini.


" ga, papa udah selesein masalah kamu dikantor polisi kemaren tapi tolong jangan ulangi lagi hal konyolmu itu papa udah capek". ucap bima sebagai kepala keluarga yang menunjukan kewibawahannya.


" bagus deh kalau udah selesai itu emang tugas papa tapi kalau papa suruh gara berhenti gara gak janji". balas sagara dengan nada dingin dan cuweknya.


...brak...


tiba tiba bima megebrak meja yang membuat semua orang kaget bahkan altezza anak bungsunya ketakutan tapi itu tak berlaku untuk sagara yang masih terlihat cuwek dan acuh.


" papa tidak mendidik kamu untuk menjadi berandalan sagara, siapa yang kamu contoh sehingga menjadi liar seperti itu". amarah bima benar benar memuncak ketika tau anaknya kerab bermasalah dengan polisi sebab hobinya.


sagara hanya menyunggingkan seyum tanpa berniat membalah argumen papanya itu.


" kau mau jadi apa sagara?, jika kelakuanmu benar benar memalukan, untung ayahmu bukan orang miskin jika iya kau pasti sudah keluar masuk penjara karna kelakuan mu itu". lanjut bima dengan nada masih terselimuti amarah.


sagara meletakkan sendoknya diatas piring yang sudah kosong yang menandakan kalau memang sarapannya telah selesai.tak ingin berlama lama berdebat dengan ayah nya dia segera menggeser kursi dan pergi tanpa sepatah kata menurutnya itu hayalah kegiatan yang membosankan karna sudah kerap terjadi jika papanya itu pulang kerumah. melihat tindakan anaknya itu bima semakin emosi.


" IBERAHIM PUTRA SAGARA ADIJAYA APA KAU TAK PERNAHDIAJARKAN SOPAN SANTUN, KAU TAK MELIHAT ADA IBUMU DISINI". emosi bima benar benar terpancing karna sagara tak menghormati luna yang notabennya adalah ibu sambung baginya.


sagara yang awalnya berjalan menuju ruang tengah langsung berbalik ada tatapan kebencian yang dia pancarkan. " CUKUP..!, anda bertanya siapa yang saya contoh he.. jawabnya adalah anda tuan bima adijaya 'ANDA' dan jika anda bertanya apa aku tak punya sopan santun jawabnya TIDAK, seharusnya anda berkaca pernah kah anda mengajari saya tentang hal itu? 'TUDAK KAN' dan satu lagi jika kau bertanya apa aku tak melihat ada ibuku... jawabnya Ti***dak, jika anda lupa biar aku ingat kan jika ibuku sedah meninggal dan tak ada ibu lain yang bisa menggantikan posisinya. dan masalah perempuan itu dia adalah Tante ku gak lebih karna aku tak pernah setuju. anda faham maksutku kan tuan bima adijaya" jelas sagara untuk menjawab argumen bodoh papa nya itu dengan nada dinginnya dan penuh penegasan yang membuat bima geram. jawaban sagara barusa merupakan ucapamnya yang terpanjang setelah sekian lama.

__ADS_1


" SAGARA" teriak bima yang diacuhkan oleh sagara yang sudah menghilang dibalik pintu. " anak itu banar banar tidak tau diuntung" bima benar benar dibuat geram oleh putranya itu.


" sudah lah mas, aku gak kenapa napa kok mungkin gara masih butuh waktu untuk menerimaku". mengelus bahu suaminya agar tenang karna dia juga tau itu akan berpengaruh pada pesikis putra kecilnya.


sedangkan renata hanya terdiam tak berani berbuat apa apa takut menambah emosi papanya karna dia tau persis sifat orang tuanya itu.


" sekolah kamu gimana sayang.." tanya bima pada putri manja dan kesayangannya itu setelah tenang dari emosinya.


renata yang ditanya sangat gugup takut hal hal yang tak diinginkan terjadi.


" emm...ba..baik kok pa, bentar lagi renata juga bakal ikut lomba cheerleaders dipertandingan basket kak gara". jawab renata dengan penuh hati hati tak ingin membangunkan singa didalam diri papanya.


" bagus itu baru anak papa, papa bangga dengan mu" bima benar benar merasa bangga merasa dengan putrinya itu.


" pa, aku boleh nanya..?" ucap renata yang sebenarnya dia takut.


" tanya saja, apa pun buat putri papa" ja2ab bima sambil terus menikmati sarapan paginya.


" pa". suara renata membuyarkan lamunan bima, sebenarnya luna isterinya juga juga bingung kenapa suaminya itu seperti gundah saat puteri sambungnya itu bertanya.


luna memang tidak tau tentang almira karna dulu dia tinggal bersama ibunya diluar negri dan kakaknya rania tinggal di indonesia bersama ayahnya, dan yang luna tau kembaran sagara telah lama meninggal karna sakit ditambah selama ini tak ada yang membahas tentang kembaran sagara sehingga dia tak tau jika keponakannya itu masih hidup.


selama almira dirumah keluarga adijaya pun dia tak pernah ketemu almira karna jika pulang keindonesia dia lebih seringng tinggal dirumah peninggalan ibunya sebelum bertemu dan menikah dengan bima mantan suami kakaknya yang dikenalkan ayahnya tepat 1 hari setelah ibunya meninggal.


luna tak tau banyak tentang kehidupan bima dan kakak nya dulu karna dia memang sudah lama pisah dengan kakaknya waktu dia masih umur 3th, setelah orangtuanya bercerai dia ikut ibunya tinggal di belanda tepatnya di kota amsterdam sampai dia dewasa dan ibunya divonis terkena kangker darah ayahnya datang karna permintaan ibunya yang mana dia baru mengetahui jika dia masih punya ayah seorang pengusaha di indonesia negara kelahirannya.


sampai akhirnya dia pindah dengan ibunya ke negara kelahirannya, berharap kebahagiaan datang setelah pulang kenegara kelahirannya tapi tuhan berkehendak lain ibunya meninggal setelah 3 th tinggal diindonesia dan satuhari setelah itu dia dikenalkan dengan bima pengusaha sukses sekaligus mantan kakak iparnya dan ayah nya memintanya untuk menjalin hubungan dengan bima sekaligus menjadi ibu sambung anak kakaknya.


menjalin hubungan beberapa bulan dan akhirnya mereka memutuskan untuk menikah dan saat itu dia baru mengetahui jika kakaknya memiliki anak yang umurnya 9 th dan 7 th yaitu sagara dan renata, mendapat penolakan dari sagara membuatnya kecewa tapi tidak dengan renata yang menerimanya mungkin karna dia haus kasih sayang seorang ibu sehingga dia menerimanya.


" ah..em udah berapa lama dia disini?". tanya bima balik untuk menetralkan nya dari keterkejutannya.

__ADS_1


" emm..mungkin hampir 2 th, waktu itu pengacara kakek yang membawanya katanya papa udah tau". jelas renata pada papanya itu.


" ternyata pengacara ayah gak main main dengan wasiat itu, apa aku harus tetap membiarkan anak itu disini untuk mepertahankan warisan ku." batin bima yang benar benar bingung harus apa.


" iiiss, papa kenapa jadi ngelamun gitu sih renata kan cuma nanya tentang anak pembantu itu". ucapan renata yang membuyarkan lamunan bima.


" eh.. iya sayang ada apa ? apa dia mengganggumu hem?" tanya bima untuk mengalihkan perhatian anaknya itu.


" gak ganggu sih tapi aku malu pa, gimana coba kalau teman temanku tau aku tinggal dengannya lagian bentar lagi aku ulang tahun pa pasti teman aku banyak yang dateng". lapor renata jika dia tidak suka dengan almira." emm, ulang tahun ku tahun ini dirayain kan pa? lanjut renata sambil menghigit bibir bawahnya karna takut papanya menolak.


" pasti dong sayang dan tahun ini papa usahain ada untuk ulang tahun puteri papa yang tersayang ini". mendengar ucapan papanya renata langsung mendekati papanya dan memeluk penuh kasih sayang.


luna hanya mengulas senyum melihat kedekatan ayah dan anak itu walau selama ini bima sibuk dengan pekerjaan nya dia selalu punya cara untuk mengganti kasih sayangnya. setelah memeluk papanya renata pamit berangkat sekolah tak lupa renata mencium tangan dan pipi papa dan mamanya.


setelah renata pergi luna pun pamit untuk mengantar putranya " mas aku nganter altezza dulu kesekolah kamu berangkat kekantor duluan saja nanti aku nyusul" pamit luna pada bima suaminya.


" ya udah kamu antar dulu ezza biar aku berangkat sendiri tapi jangan lupa 08. 30 kita ada rapat dan kamu udah siapin semuanya kan?" jawab bima dan juga menanyakan persiapan rapat nanti.


" kalau itu kamu tenang saja aku udah atur semuanya".jawab luna sambil memeluk bima.


" kamu memang bisa diandalkan luna seperti kakak mu". balas bima sambil melepas pelukan dari luna.


" ya" jawab singkat luna " aku memang berusaha agar seperti kak rania agar kamu juga mencintaiku seperti kamu mencintai mandiang kak rania mas walau itu sia sia karna bagai mana pun kak rania tak tergantikan sedikitpun dari hatimu mas" lanjut luna dalam hati.


" kalau gitu aku berangkat dulu kamu hati hati ya mas ". menyalami bima dan tak lupa kecupan singkat dibibir bima menandakan jika dia pamit pergi.


luna pun berangkat dan setelah itu bima pun ikut berangkat setelah menggambil berkas diruang kerjanya.


***bersambung.....


ikuti terus kisah almira dan jangan lupa dukungung Authur dengan cara berikan LIKE dan KOMENTAR nya jangan lupa kasih VOTE yang banyak...😉😄***

__ADS_1


__ADS_2