
Luna langsung menatap intan yang ada sebelah ezza untuk mendapat kan jawaban dari intan, intan yang ditatap langsung mengerti jika majilannya itu penasaran.
"em..itu enya maksut den ezza mungkin almira ansk yang datang dengan tuan ali pengacara nyonya besar" ucap intan yang mencari alasan agar Luna tak menanyakan terlalu banyak tentang almira.
"oh..anak pembantu mami itu kah yang mami titipkan ke mas bima?". ucap Luna memperjelas ucapan intan dan intan pun menjawab dengan anggukan.
setelah selesai merekapun bergegas untuk pulang karna waktu mulai malam dan luna juga punya pekerjaan yang harus dikerjakan yang tadi sempat dikirim bima lewat email nya...
...----------------...
Lama luna berada diruang kerja nya menyelesaikan beberapa pekerjaan yang dikirim bima sebelum kejepang.setelah merasa cukup luna mencoba melemaskan otot otot ya yang kaku karna banyaknya pekerjaannya.
setelah semua selesa Luna langsung kekamar putranya untuk mengecek keadaan putranya, senyum terukir dibibir cantik milik Luna saat melihat putranya tertidur nyenyak.
luna mendekati putranya dan mengecup kening putranya " selamat malam boy..mimpi indah mama selalu mencintaimu ILOVE YOU" sekali lagi Luna mengecup pipi putranya sebelom pergi kekamarnya.
acara jalan jalan dengan putranya sangat menbuatnya lelah tapi dia sangat senang karna bisa dekat lagi dengan putranya itu.
setelah mengganti baju menjadi piyama tidur luna merabahkan tubuhnya dan ingin istirahat karna sudah larut malam tapi pelom sempat memejamkan mata dia teringat kata kata anaknya saat bercerita di dalam mobil ketika akan pulang tadi.
flash back
" mama tau gak, kakak cantik itu orang baik banget ezza suka sama kakak cantik". barcerita sambil memakan es krimnya.
" suka yang bagaimana ni? " . goda Luna pada ezza
" suka yang itu loh ma yang kayak orang gede". ucap ezza dengan polos
" kayak orang gede gimana sih mama gak ngerti". Luna sedikit bingung dengan ucapan ezza.
" yang kata adit namanya pacaran ma.. seperti adit yang pacaran dengan tia dan nanti tia jadi istri adit" jelas ezza dengan polos." dan aku pengen nikah sama kakak cantik" lanjut ezza dengan menyengir lucu.
.. dekk..
__ADS_1
Luna kaget dengan apa yang diucapkan putranya barusan sunggu ini bukan pemikiran anak seusianya.
" sayang kenapa kamu bilang kayak gitu?" ucap Luna dengan wajah yang masih terkejut.
" karna aku mencintai kakak cantik ma "ucap ezza dengan polos.
" sayang kau tak boleh bilang seperti itu, masih kecil ada saatnya nanti kau memikirkan yang seperti itu ok" nasihat luna pada anaknya.
" iya ma ezza ngerti, jika nanti ezza gak bisa nikah sama kakak cantik setidaknya ezza menikahi wanita seperyi kakak cantik iya kan ma..?" ucap ezza polos sambil mengerjap gerjapkan matanya gemas.
" nah itu baru anak mama... ih jadi gemes mama" Ucap Luna disertai mengecup wajah anaknya.
" ihhh mama kok ciumin ezza sih" ucap altezza dengan wajah merajuk yang dibuat buat.
" loh kenapa kan ezza anak mama jadi bebas dong mama mau ciumin" goda Luna pada anak laki lakinya itu.
" iiiihhh mama nyebelin ezza kan marah kok malah digoda" ucap ezza dengan bibir manyun yang menggemaskan.
flash back oof
lama menyesali akhirnya luna memilih tidur karena esok dia akan mengantar putranya sebelum kekantor.
ditempat lain sagara sempoyongn karna banyak minum padahal biasanya dia tak seperyi ini rian dan aldo yang melihat temannya tepar akhirnya mengajaknya pulang dia yakin pasti temannya itu ada masalah tapi dia takningin ikut campur.
skip...
jam menunjikan pukul 2 dini hari dan almira terbangun karna mengerjakan sholat malam.
saat ingin minum dia baru ingat jika tadi sebelum tidur dia lupa mengambil air jadi mau tak mau dia harus kedapur.
rasa dahaganya telah terobati dengan segelas air yang baru saja iya minum dan saat ingin kembali kekamar langkah nya terhenti karna suara ketukan pintu dari luar.
almira tak menghiraukan dia berpikir itu orang iseng tapi makin lama ketukan itu berubah seperti orang mengajsk tawuran dan itu membuat almira jengkel.
__ADS_1
" awas aja kalau maling aku bakal mutilasi sebelum ngambil barang" gunem almira yang dibuat kesal.
almira yang menguasai sabuk hitam dan atlit tekondow membuatnya tak takut akan hal hal yang berbau kejahatan dan itu semua tak banyak yang tau jika almira gadis pendiamd dan terlihst lemah itu memiliki bakat tersembunyi.
dengan pisau pencincang daging ditangannya almira mulai mendekati pintu dan dengan perlahan dia membuka kunci.
dan hal pertama yang ditangkap retina mata almira adalah sosok sagara kembarannya dengan kondisi mengenaskan karna mabuk tapi disisi lai rian dan aldo tertegun melihat keadaan almira saat ini karna benar benar cantik dengan celana jins sepaha dipadukan kaus putih yang longgar dan rambut ter gerai lurus membuat orang terpesona melihatnya.
"ka..kamu bukannya almira ketua osis sekolah kami kan?" tanya rian dengan mata tak henti memandang almira yang membuat almira risih.
"maaf bisakah kalian bantu aku membawanya kekamar?" ucap almira yang tak menghiraukan pertanyaan rian.
"yaya bi..bisa cantik serahkan pada kami" ucap aldo yang pandangan nya masih tak lepas dari almira.
ya aldo seorang bedboy yang suka bergonta ganti pasangan entah hanya mainan atau penghangat ranjang sedangkan rian pun sama dia juga playboy tapi tak suka main ranjang karna baginya itu menjijik kan sedangkan sagara pria dingin dengan sejuta pesona tapi ada satu pun wanita yang berhasih meluluhkannya dan sebenar ya mereka terdiri dari 4 anggota tapi yang satunya adalah anak kutu buku cuwek dan dingin dia juga patner almira disekolah namanya dereen mereka geng terkenal disekolah dan banyak memiliki fenes karena pesona ketampanan mereka dan kepopuleran mereka sebagai tim basket sekolah.
dalam benak rian masih menyimpan banyak pertanyaan yang harus dia pecahkan tapi membantu temannya saat ini lebih penting, setelah merebahkan sagara ditempat tidur merekapun beranjak keluar diantar almira.
aldo masih memandang almira entah itu pandangan nafsu atau kagum almira tak peduli karna yang pasti itu membuat nya risih.
" trima kasih telah membantu ku membawanya kekamar dan sekarang sudah malam sebaiknya kalian pulang" ucap almira yang ketus.
"kau belom menjawab pertanyaan ku tadi..!" ucap rian yang masih penasaran karna antara yakin tak yakin dengan penilaian nya .
almira memang cantik tapi menurut rian wanita didepannya ini lebih cantik dari almira yang dia kenal disekolah gadus kacamata dan kutu buku .
" sepertinya tidak ada yang harus aq jawab kat na aku gak tau apa yang km bicarakan dan tolong segera pergi takut mengganggu yang lain" ucap almira yang dingin dan langsung menutup pintu.
"sitt, cewek itu cantik banget natural saja secantik itu gimana kalau ber make up" ucap aldo yang membayang kan jika almira ber make up membuat nya senyum senyum sendiri.
"km gak curiga gitu?" ucap rian
" ya aku curiga... dia pakek perawatan apa ya?" jawab aldo yang ngelantur dan membuat rian kesal dan langsung meninggal kan sahabat mesumnya itu.
__ADS_1
***bersambung....😉
maaf baru up soalnya lagi sibuk kerja***...