
Saat ini tengah terjadi keributan diantara para penonton, hanya Charlotte yang terlihat biasa saja dihadapan Sihir sebesar itu, tapi luarnya saja, sebenarnya ia juga sangat terkejut.
"Hei mengapa kau begitu terkejut dengan itu?" Tanya Charlie pada Charlotte.
"Ti-tidak aku tidak terkejut kok, a-aku hanya tidak menyangka, bahwa dia bisa membuat Colloseum yang begitu besar dan me-megah, aku pikir dia hanya akan membuat Coloseum yang biasa saja." Ucap Charlotte sambil terpatah-patah.
"Heeh... ternyata seperti dugaanku, kekuatannya sudah meningkat pesat daripada saat Ujian Pendaftaran Akademi Eternity beberapa hari lalu, Ratu Iblis dan Dewi Cahaya ternyata memang tidak bisa diremehkan" Ucap Charlotte dalam Hatinya.
..._________________________________...
...Ruler of Light and Darkness...
...______________________________________...
Setelah Colloseum yang diciptakan oleh Nova selesai, Kepala Akademi kemudian meminta para penonton agar duduk di kursi penonton yang berada didalam Colloseum, sementara anak-anak yang akan mengikuti test akan menunggu giliran diruang istirahat.
Pertarungan pun dimulai, terdengar seseorang yang mulai membaca mantra, dan mengeluarkan sihir yang kuat.
"Merah terbakar dan membara terus membara, Sihir Api Element Penghancur, 'Feourning Destroyer ' " Ucap seorang anak(1). Tiba-tiba setengah dari arena itu terbakar.
Namun orang yang menjadi lawan anak(1) itu, memiliki Element Es yang sangat kuat, Ia menahan serangan api itu hanya dengan auranya saja.
"Hanya segini kemampuanmu! apa kau sedang bercanda denganku hah?!" Ejek anak(2) itu sambil menatap sinis pada anak(1) yang menjadi lawannya.
"Apakah kau butuh sesuatu yang lebih panas?!" Ujar anak(1) itu kemudian ia membaca sebuah mantra.
", 'Gunung api yang menjulang tinggi, dengan lahar membara di dalam perutnya, Sihir Lahar Penghancuran Total, 'Unlimited Scorching '," Seketika api yang sedari tadi membakar arena, berubah menjadi lautan lahar yang sangat panas dan membara, saat itu juga anak(2) yang menjadi lawannya mengeluarkan dinding es namun itu tidak cukup untuk menahannya, sehingga ia pun hangus dalam lautan lahar.
Pertandingan pun dimenangkan oleh anak(1), kemudian anak(2) dibangkitkan kembali di ruang istirahat, tentu saja ia sangat frustasi dengan kekalahannya, namun tidak ada yang bisa ia lakukan.
Kemudian pertarungan sengit terus berlangsung, sampai pada akhirnya menyisakan 180 Anak dari 360 Anak yang mengikuti test.
________________________
Kemudian berlanjut pada Test kedua, yaitu pengukuran Kapasitas energi Sihir. Normalnya anak-anak hanya memiliki 800-900 Kapasitas Sihir saja, mengingat tubuh mereka yang mungil, membuat angka sekecil itu adalah sesuatu yang normal.
Namun ada juga suatu keadaan, dimana kapasitas sihir seorang anak berada diatas 1000 atau bahkan 5000, jika hal itu terjadi maka anak itu akan dijuluki jenius abad ini.
Biasanya mereka yang punya Kapasitas sebesar itu adalah anak seorang Bangsawan.
Setelah beberapa jam mengukur Kapasitas Sihir, sekarang hanya tersisa 70 anak dari 180 Anak yang lulus test pertama, dan 5 orang anak dari ke 70 anak itu, memiliki Kapasitas Sihir yang melebihi angka 1000.
Test ketiga, bisa dikatakan test terakhir adalah kuis, akan ada lima pertanyaan yang sangat sulit yang harus dijawab dan harus benar 4/5 dari seluruh pertanyaan.
Setelah beberapa menit, sekarang hanya tersisa 30 anak dari 70 anak yang lulus test kedua, tentu saja kelima jenius tadi juga ada diantara ke 30 anak itu.
___________________________
"Nona Penyihir Agung!" Ucap Nova memanggil Charlotte
"Ada apa?" Tanya Charlotte yang sedang fokus menyaksikan test.
__ADS_1
"Itu diantara kelima jenius itu, empat diantaranya kelihatannya anak dari Bangsawan," Ucap Nova membuat Charlotte langsung mengalihkan pandangannya pada kelima anak itu.
"Ahh... sial, Kenapa harus Bangsawan!" Gumam Charlotte dengan kesal saat menatap keempat anak itu.
"Memangnya kenapa kalau mereka bangsawan?" Tanya Lay yang memang tidak tau apa-apa tentang hal itu.
"Para Bangsawan itu sangat licik, bodoh dan sangat arogan, mereka selalu saja menyombongkan gelar mereka! melihat mereka yang selalu menindas rakyat biasa membuatku sangat ingin memberantas mereka semua!" Ucap Charlotte sambil menggigit jarinya, karena ia sama sekali tidak bisa melakukan apapun.
"Kau benar, tapi tenang saja salah satu dari mereka berlima adalah rakyat biasa, lihat dia terlihat sangat tenang, dia sepertinya tidak ingin kelihatan mencolok." Ucap Nova sambil menunjuk seorang anak dari kelima anak itu.
Anak yang ditunjuk Nova terlihat santai dan tenang, seperti tidak memperdulikan sekitarnya, sifatnya yang tenang itu membuat ia terlihat seperti anak berhati dingin.
"Yeah, sepertinya dia bisa menjadi Penyihir Agung yang hebat, Kapasitas Sihirnya saja mencapai 5678." Jawab Charlotte sambil menatap anak itu.
_______________________________
Setelah ketiga test itu selesai, 30 orang anak tadi langsung mendaftarkan diri mereka untuk menjadi murid di Akademi itu, lalu mereka semua kembali kerumah masing-masing.
setelah satu minggu berlalu, para murid yang telah mendaftarkan diri untuk belajar di Akademi itu mulai berdatangan ke Kediaman Penyihir Agung, setelah semua anak berkumpul mereka pun di arahkan untuk berbaris di Aula Akademi.
Setelah mereka semua selesai berbaris, para pengurus Akademi, seperti para Guru,Kepala Akademi dan Utusan Kerajaan mulai memasuki ruangan dan duduk di tempat yang telah disediakan.
Lalu beberapa saat kemudian Charlotte Elerdyna dan LayNova Gruciuna pun tiba di Aula, dan mereka berdua langsung duduk di kursi khusus milik Penyihir Agung dan Muridnya.
_________________________________
"Ehem.... etto... baiklah anak-anak sekalian, terima kasih karena telah hadir pada saat ini, setelah melalui berbagai macam ujian dan test yang kalian lakukan, akhirnya kalian bisa memulai pendidikan disini, saya merasa sangat kagum dengan hasilnya, sebagai hadiah ucapan selamat, kami akan memberi kalian semua seragam serta peralatan Sihir baru sesuai dengan Keinginan kalian, tentu kualitasnya juga sangat bagus." Ucap Kepala Akademi.
Setelah itu beberapa seragam Akademi dan juga beberapa Peralatan Sihir melayang diudara dan tergeletak di sebuah meja, dan mulai tersusun rapi.
Setelah mengambil semua yang diperlukan, mereka kembali ke barisan tadi, lalu para guru mulai membagikan kunci kamar Asrama pada masing-masing murid.
"Nomor kamar dan Nama kalian telah terpahat dikunci itu, silahkan pergi ke asrama laki-laki dan perempuan sesuai Jenis kelamin kalian, dan segera rapikan barang-barang dikamar kalian dan beristirahatlah, karena mulai besok akan sangat sibuk dan jadwal kalian sudah ditempel di dinding kamar kalian masing-masing, setelah lonceng berbunyi silahkan bubar." Ucap Kepala Akademi mengakhiri kalimatnya.
Beberapa saat kemudian.....
Ting.. Ting.. Ting.. Suara lonceng pun terdengar, dan para murid mulai bubar.
_______________________
"Hei nona Charlotte"
"Ada apa?"
"Setelah ini kau ada urusan apa?" Tanya Nova yang sedang bingung, karena ia sama sekali tak memiliki Jadwal, pekerjaan, ataupun Urusan Saat ini.
"Aku akan pergi ke Lapangan Latihan setelah ini, karena aku ingin melatih beberapa murid baru" Jawab Charlote
"Apakah aku boleh ikut bersamamu? Aku sedang tidak ada urusan saat ini, sangat membosankan Berada dikamar seharian," Keluh Nova.
"Boleh saja, tapi kalau ada beberapa hal yang membuatmu marah, jangan salahkan aku ya?" Seru Charlotte sambil melirik Nova.
__ADS_1
"Tak masalah,"
...______________________________...
...Ruler of Light and Darkness...
......____________________________________......
Lapangan Pelatihan
_____________________
Dilapangan pelatihan saat ini, tengah berbaris beberapa murid dari Kelas 1A. Mereka semua Sedang Menunggu Penyihir Agung untuk mengajari mereka Cara Meningkatkan Kapasitas Sihir.
"Wah.... besarnya lapangan ini," Gumam seorang murid bernama Lilya.
"Kau benar, aku tak pernah menyangka bisa menjadi murid generasi pertama di sekolah ini" Ucap murid bernama Hatoshi.
"Ahh... lihat itu!.. Penyihir Agung sudah datang!" Ucap Nanase, dan semua murid langsung mengalihkan pandangannya.
"Ehh?? Siapa gadis kecil itu?" Tanya Lilya pada murid lainnya.
"Kau tak pernah melihatnya kah?... padahal saat test masuk dulu ia terlihat sangat mencolok" Ucap Kenshi yang telah menjadi penggemar Nova saat pertama kali melihatnya seminggu lalu.
"Benarkah? Memangnya apa yang ia lakukan sampai terlihat mencolok?" Tanya Lilya lagi
"Kau lihat Colloseum disebelahmu itu, gadis itulah yang membuatnya." Ucap Nanase yang sangat Kagum dengan Rupa dari Colloseum tersebut.
Sedangkan Lilya langsung membeku mendengar bahwa gadis kecil yang ia sebut tadi, yang membuat Colloseum yang disebelahnya.
"Baiklah... Kita akan mulai pelatihannya, silahkan mulai ambil jarak 2 meter perorang," Lalu para murid pun mengikuti arahan Charlotte, sementara itu Nova sedang duduk santai di kursi yang ia buat menggunakan Iris.
"Setelah selesai mengambil jarak, segera lakukan push up 50 kali, lari keliling Colloseum 5 kali dan naik tangga sambil melompat kesetiap anak tangga, tidak boleh melangkahi 1- 3 anak tangga untuk mempersingkat, atau kau akan mengulang, Lakukan sebanyak 2 Set Sekian!." Teriak Charlotte membuat semua murid terkejut dengan apa yang mereka dengar.
"Anu... Nona Penyihir Ag"
"Panggil aku Guru saat dalam pelajaran!"
"Ahh... Baik Guru!!!"
"Jangan tanya padaku kenapa kalian melakukan ini, lakukan saja apa yang kuperintahkan, ini hanya akan berlangsung selama seminggu!" Ucap Charlotte lagi membuat mereka semua hampir pingsan, karena mereka akan menjalani pelatihan itu selama seminggu penuh.
Mereka semua pun mulai melakukan apa yang di katakan Charlotte, tanpa berani bertanya apa untungnya mereka melakukan hal itu.
_______________________________
...私の作品を読んでくれてありがとう...
...______________________________________________...
...Hallo para pembaca sekalian!.. bagaimana kabar kalian semua? aku harap kalian semua baik-baik saja dan semoga Cerita Kali ini udah untuk disimak oleh para pembaca, dan kalau ada kesalahan mohon di koment pada Kolom Komentar dibawah....
__ADS_1
^^^Terima Kasih^^^
^^^_________________^^^