
Semua murid yang sedang berlatih bersama Charlotte sedang menjalani pelatihan fisik yang luar biasa, biasanya para penyihir akan menggunakan trik, buku sihir, dan sebagainya yang berhubungan dengan kata simple, untuk meningkatkan kapasitas sihir mereka.
Namun Charlotte malah memberi murid-muridnya pelatihan fisik yang berat, semua murid yang sedang mengelilingi Colloseum itu sedang kebingungan, beberapa pertanyaan kemudian masuk kedalam kepala mereka.
"Mengapa kita melakukan hal ini?" Lilya
"Kita itu penyihirkan? Mengapa latihan fisik?" Hatoshi
"Mengapa ini semua bisa terjadi?" Nanase
"Apakah ini hukuman? Siapapun tolong beritahu aku!" Zue
..._______________________________...
...Ruler of Light and Darkness...
...______________________________________...
"Gu-guru.... mengapa kita ha-harus melakukan h-hal ini?" Tanya Lilya yang sangat kelelahan setelah 2 Set berlari dan Push up.
"Benar gu-guru..... bukan kah k-kita ini penyihir?" Tanya Hatoshi lalu segera minum dari kantung air yang ia bawa.
"Aku tidak akan memberitahu kalian sekarang, tapi dalam seminggu ini kalian pasti akan mengetahuinya sendiri" Ujar Charlotte sambil mengambil tongkat sihirnya
",'Penciptaan pondasi dan menghubungkan beberapa titik, lalu beberapa Tembok akan berdiri disana!, Sihir Penciptaan 'IRIS ',"
Setelah Charlotte membaca mantra sihir IRIS, 12 pondasi dari beberapa tembok mulai terbentuk, setelah beberapa saat, Batu,
Tanah dan Logam, mulai bergabung dan menciptakan 12 tembok kokoh berjejer yang berdiri di tengah lapangan.
"Kalian semua! Segera berdiri dihadapan Tembok-tembok itu!" Perintah Charlotte kemudian di lakukan oleh mereka semua.
"Segera serang Tembok-tembok itu dengan sihir terkuat kalian!" Perintah Charlotte kemudian segera dilaksanakan para murid.
Boomm!! Kbomm boomm!! Bbooommm! Duar!!
Sshhhhh......
Beberapa ledakan kemudian terdengar cukup keras.
Namun tembok yang dibuat oleh Charlotte tadi tidak hancur, bahkan lecet saja tidak.
"Mustahil!" Teriak mereka semua bersamaan
"Apanya yang mustahil!, Kalian saja yang masih lemah, segera ulangi 2 Set Push up dan mengelilingi Colloseum, serta menaiki menara dengan lompat kodok, jika masih mengeluh maka akan menjadi 3 Set," Perintah Charlotte
Mendengar Kata 3 Set keluar, tentunya mereka tidak ingin itu terjadi dan langsung Melakukan yang diperintahkan.
Sore hari.....
____________________
"Ahh.... kalau seperti ini,hehh..hehh... kita bi-bisa mati... hehh" Keluh Nanase yang sedang kelelahan.
"Benar... Tapi... kita tidak bisa apa-apa selain melaksanakannya" Ujar Hatoshi.....
_________________________
Kemudian Satu Minggu berlalu.....
"Guru.. a-apa hari ini kita masih latihan fisik?" Lilya memberanikan dirinya untuk bertanya.
__ADS_1
"Itu tergantung seberapa jauh kemampuan kalian sudah berkembang!" Ucap Charlotte yang kemudian membuat beberapa murid mulai ketakutan.
"Tapi Guru kami belum melakukan apapun selain latihan itu!" Keluh Zue
Charlotte mengabaikan keluhan dari Zue dan mengambil tongkat sihirnya
",'Penciptaan pondasi dan menghubungkan beberapa titik, lalu beberapa Tembok akan berdiri disana!, Sihir Penciptaan 'IRIS ',"
12 Tembok pun mulai tercipta dilapangan seperti sebelumnya. "Silahkan serang tembok itu dengan sihir terkuat milik kalian!" Perintah Charlotte yang kemudian dilakukan oleh para murid itu.
Kboomm!! Boomm!! Duar!!
Ssshhh.......
Ledakan Sihir mereka 5 kali lebih besar dari sebelumnya, hal itu tentu membuat mereka semua Terheran-heran.
Lalu saat asap debu mulai menghilang, lapangan itu terlihat telah rata dengan tanah, tidak ada tembok yang tersisa walau hanya bongkahannya saja.
"Hehhh!!!!!"
"Bagaimana Mungkin!"
"Mustahil!"
"Ada apa ini sebenarnya!!"
Pertanyaan itu keluar dari mulut mereka secara serempak dan bergantian sampai membuat keributan seperti sedang berada dalam sebuah pasar.
"Sudah hentikan tingkah kalian itu!" Teriak Charlotte membuat semua murid yang mendengarnya seketika terdiam dan mereka langsung kembali ke barisan.
"Kalian sudah menyaksikan sendiri perkembangan kalian dalam satu minggu ini! Apakah ada yang ingin bertanya?!" Ujar Charlotte
"Chelsia Lewlyn, aku tau dia itu kikuk tapi tak kusangka sampai separah ini" Ucap Semua orang secara bersamaan dalam hati mereka.
"Hei ada apa?.... Kenapa kalian semua menatapku seperti itu.... Menyeramkan tau.... tolong hentikan!" Teriak Chelsia membuat mereka semua kembali sadar.
"Sepertinya masih ada yang belum kenal denganku yah" Ucap Nova dan semua orang langsung mengalihkan pandangan mereka kepada Nova.
"Perkenalkan nama saya LayNova Gruciuna, murid pertama dari nona Penyihir Agung Charlotte Elerdyna, saya berada disini hanya untuk melihat - lihat saja, tidak usah pedulikan saya, dan berlatihlah dengan tenang, Kalau begitu Permisi" Selesai memperkenalkan diri Nova kembali duduk di kursi yang ia buat.
hening......
Semua orang terdiam melihat sikap dingin dari Nova kepada mereka.
"Guru boleh saya memukulnya sekali saja?" Ucap Nanase tanpa pikir panjang.
"Boleh saja kalau kau ingin Lenganmu hancur" Ucap Charlotte memperingati Nanase dan yang lainnya.
"Kenapa guru? apakah ia dari keluarga Bangsawan yang besar sehingga anda takut melukainya?" Ucap Lilya yang sedari tadi sangat tidak suka dengan sikap Nova.
"Bukan begitu namun di" Sebelum selesai berbicara Hatoshi memotong Kalimat Charlotte.
"Oi.. Gadis Kecil... mengapa kau sesombong itu hah? mentang-mentang kau murid yang di rekrut langsung oleh Nona Penyihir Agung jangan besar kepa"
Sraaakkk..... syuurrrr....
Kepala Hatosi terpenggal dan darah berceceran dimana-mana, melihat kejadian itu membuat beberapa murid merinding, lalu secara tiba-tiba Nova sudah berada didepan mayat Hatoshi.
"Menyedihkan" Ucapan itu keluar dari mulut Nova diikuti oleh senyuman yang sangat mengerikan membuat semua orang makin ketakutan.
'INGAL '
__ADS_1
Tes...
Setetes darah Nova jatuh ke tanah, lalu Lingkaran Sihir berwarna hijau bercampur dengan putih, terbentuk disana. Kemudian tubuh serta kepala dan semua cipratan darah Hatoshi mulai menghilang, seketika tubuh utuh Hatoshi dengan dirinya yang masih hidup keluar dari Lingkaran Sihir itu.
"Bagaimana rasanya kematian? apakah menyenangkan?.... pasti rasanya menakjubkan!" Ujar Lay sambil menginjak kepala Hatoshi dan diikuti oleh Senyuman Maut.
"Bukankah tadi sudah kukatakan!, 'JANGAN PEDULIKAN AKU' benarkan SATOSHI!!" Ucap Nova menekankan nama Satoshi.
"Kalian Juga sama saja! Kau Tau? Nona Charlotte memperingati kalian bukan karena aku Bangsawan! melainkan karena ia khawatir kejadian seperti ini akan terjadi dasar bodoh!" Tegas Nova pada mereka semua.
"Aku biarkan kali ini, hoi... segera kau bangun..." Desak Nova yang membuat Hatoshi langsung berdiri sambil gemetaran.
"Lain kali kalau kejadian seperti ini terulang! MAKA AKAN KUSIKSA KALIAN SEMUA DENGAN MEMBUNUH DAN MEMBANGKITKAN KALIAN TERUS MENERUS SAMPAI AKU PUAS! " Tegas Nova lalu iapun berjalan kembali ke kamarnya.
"Ohh ada satu hal lagi yang harus kalian ketahui" Ucap Nova tiba-tiba membuat mereka semua kembali ketakutan setelah ketenangan sejenak.
"Murid Resmi yang direkrut langsung oleh seorang Penyihir Agung itu, di Nilai bukan berdasarkan Gelarnya!... "
..."MELAINKAN KEKUATANNYA!"...
..._________________________________...
...Ruler of Light and Darkness...
...______________________________________...
Hening......
"Gu-guru"
"Jangan berbicara lagi!" Bentak Charlotte membuat mereka semua terkejut.
"Apa kalian tau yang sudah kalian perbuat?" Tanya Charlotte dengan nada yang tegas.
"Maaf guru kami tidak tau kalau murid Penyihir Agung itu dinilai berdasarkan kekuatannya" Ucap mereka serentak sambil diselimuti rasa ketakutan yang masih tertinggal dipikiran mereka.
"Sudah lah, haahhhaahhh.... Sepertinya aku harus mati nanti" ucap Charlotte membuat semua murid itu menatapnya.
"Guru jangan bilang!"
"Benar... dia akan membunuhku sampai puas nanti" Ucap Charlotte dengan nada ketakutan membuat para muridnya itu merasa bersalah.
Mereka tidak tau, kalau itu hanya siasat Charlotte untuk mengingatkan mereka agar berhati-hati lain kali.
"Maafkan kami guru, karena kesalahan kami guru sampai"
"Tidak masalah jangan pikirkan hal itu, sekarang kalian kembalilah ke Asrama dan beristirahat, serta tenangkan pikiran kalian agar besok dapat mengikuti pelajaran dengan baik" Ucap Charlotte lalu ia juga segera pergi ke ruangannya.
"Tak kusangka ia sampai sesadis itu kalau marah, memang yah sekali iblis mengamuk maka tak ada jaminan kau hidup kalau ia kehilangan akalnya, untungnya Nova masih memiliki sisi Dewi Cahaya didalam dirinya." Ucap Charlotte dalam hatinya.
...私の作品を読んでくれてありがとう...
...___________________________________________...
...Hallo para Pembaca, bagaimana kabar kalian, semoga kalian baik-baik saja. Kisah Nova hari ini sungguh Menegangkan, bagaimana tidak, dia begitu kejam membunuh seseorang yang hanya meremehkannya!, y-yah kalau Aku jadi dia kurasa aku juga akan melakukan hal yang sama. hehe.........
...Semoga Para pembaca Setia Novel Ruler of Light and Darkness ini Selalu Sehat dan selalu mendapat keberuntungan....
^^^Terima kasih^^^
^^^_________________^^^
__ADS_1