Ruler Of Light And Darkness

Ruler Of Light And Darkness
Chapter.3:Bermain Pedang


__ADS_3

"Kakak! sedang apa disana?!"Teriak Sylvie memanggil LayNova.


"Untung masih sempat,huh.. " Ucap Lay dalam hatinya sambil bernafas lega.


"Kakak sedang apa pagi-pagi di taman? hari masih gelap lho," Ujar Sylvie sambil berjalan kearah kakaknya.


"Ahh... Sylvie!!" Lay Nova tak sengaja menyebut namanya


"Iya ada apa kak??" Saut Sylvie sambil meraih tangan Nova.


"bu-bukan apa-apa.. aku hanya sedang jalan-jalan saja"


"Benarkah?" Ucap Sylvie yang masih meragukan perkataan itu, tapi memang benar jalan-jalan disaat seperti ini sangat menenangkan.


"Baiklah ayo!"


"Ehh.... kenapa kau menarikku!"


"Katanya kakak mau jalan-jalankan? biar aku temani!" Ujar Sylvie sambil menarik tangan kakaknya


"ehh.....??"


Dan akhirnya Nova tidak memiliki pilihan lain, iapun terpaksa ikut bersama adiknya untuk berjalan-jalan. Setelah beberapa menit mereka berjalan-jalan dan berbincang-bincang, merekapun kembali kerumah untuk sarapan.


Didapur ada Ibu mereka yang sedang memasak serta Ayah mereka yang tengah duduk di meja makan sambil membaca surat kabar.


"Wah.. aroma masakan ibu sangat enak.. " Puji Sylvie sambil mencium aroma makanan yang tengah disajikan ibunya.


"ibu memang yang terbaik dalam memasak!" Sambung Sylvie.


___________


"Selamat Makan!"


Mereka semua pun memakan makanan yang disajikan Ibunya. Setelah selesai makan Nova segera membantu ibunya untuk membersihkan cucian piring.


Setelah selesai, Novapun pergi ke halaman belakang rumah mereka untuk melihat Sylvie yang sedang berlatih.


Halaman Belakang Rumah Lay.....


______________________________________


"Sylvie! aku membawa kue dan teh! kemari dan beristirahatlah sebentar!" Teriak Nova memanggil adiknya, karena saat ini Sylvie terlihat sedang fokus pada latihannya.


"Ahh!!... baik!!.. " Sylvie segera menyudahi latihannya dan segera menuju ketempat istirahat.


"Kue Cokelat!!" Ucap Sylvie sambil menatap Kue yang dibawa Nova dengan mata bersinar-sinar.


Segera setelah melihat kue Cokelat kesukaannya itu, ia langsung duduk disebelah Nova dan mulai menyantap kue itu.


"Jadi kau lebih menunggu kehadiran kue itu dari pada kakakmu ini Hmm??" Keluh Nova sambil menatap gemas pada adiknya.


"Ahh.. tidak.. aku hanya.."


"Aku hanya bercanda... tidak usah setakut itu," Ujar Nova sambil melihat adiknya yang terlihat ketakutan.


nyam... haaamp... nyam nyam nyam.....


Dalam sekejap kue cokelat itu habis, sebelum Nova ssmpat memakannya.


"ahh...." Nova menatap piring yang sudah kosong tidak ada kue tersisa satu pun.


Hening......


"Hahhh... Yah sudah lah..." Gumam Nova


"Ngomong-ngomong kau tadi sedang latihan apa?" Tanya Nova sambil melihat halaman belakang rumahnya yang dipenuhi boneka latihan.


"Hmm...?? ahh... aku tadi sedang latihan memakai pedang," Ucap Sylvie sambil membersihkan sisa cokelat dimulutnya.


"hoohh... begitu yah... sepertinya kau memiliki pedang baru," ujar Nova sambil melirik pedang yang digenggam adiknya


"Ahh... mata kakak jeli yah... benar, ini pedang yang diberikan ayah kemarin, kata Ayah Sihir Khusus ku cocok digunakan sambil memakai pedang, jadi Ayah menyuruhku berlatih" Ujar Sylvie sambil menatap pedang itu.

__ADS_1


"Kau sudah mendapatkan Sihir Khususmu!?" Tanya Nova dengan suara yang cukup keras.


"sssttt... pelankan suara kakak, nanti kalau ada yang dengar bisa gawat," Bisik Sylvie pada Nova


"ahhh.... maaf aku tak sengaja"


"Tidak papa.... aku akan melanjutkan latihan ku dulu" Ucap Sylvie dan segera ia menuju halaman belakang rumahnya.


"Kalau begitu... 'room '," Ucap Nova memakai sihir Ruangnya.


..."Bagaimana kalau kita berlatih bersama"...


..._________________________________...


...Ruler of Light and Darkness...


...________________________________________...


Nova mengambil Pedang iblis Zefreed dari Sihir ruangnya, sedangkan Sylvie sedang menatap pedang yang berada di Tangan kakaknya itu.


"Kakak, pedang itu... kapan kakak memilikinya?" Tanya Sylvie sambil menatap pedang itu.


"Ahh ini?... Ini diberikan seseorang padaku, katanya 'jangan beritahu kalau aku yang memberikannya' Begitu..... hehe..."


"Hmm...."


Srakk... Nova mengeluarkan pedangnya dari sarungnya.


"ehh..!! kenapa tak ada bilahnya!!," tanya Sylvie sambil memelototi pedang yang ditangan kakaknya itu


"Ahh.. Ini bukannya tak ada bilahnya.. ini hanya butuh bilah baru karena tadi pagi aku merusak bilahnya," Jelas Nova pada Sylvie.


"Kalau begitu bagaimana cara kakak mendapat bilahnya? Pandai besi sangat jauh dari rumah kita"


"Ahh.... aku lupa memberitahumu tapi, pedang ini tidak membutuhkan logam sebagai bilahnya," Jelas Nova lagi dan Sylvie semakin kebingungan.


Sraakkk


Tes...


Sylvie yang melihat itu langsung menatap Kagum pada pedang itu.


"Wahh... hebat!!" Ucap Sylvie yang melihat bilah pedang berwarna merah darah muncul.


"Baiklah... kurasa sekarang kita bisa memulainya" Ujar Nova


..."Baik!!"...


..._______________________...


"Baiklah jangan menahan diri ya!!" Ujar Nova


"Tentu saja!" Balas Sylvie


Ting, Ting... triting...


Srakkk. Tsskklkk


Kedua pedang mereka mulai beradu, Nova saat ini bergerak sangat cepat seperti bayangan, ia menyerang Sylvie dengan serangan beruntun yang sangat cepat seperti seorang master pedang.


Hal itu tentu membuat Sylvie semakin terpojok, iapun berencana memakai sihir khususnya, mulai terdengar suara Sylvie membaca sebuah mantra.


'Pelindung abadi walau tak sekuat namanya, sinari diriku dengan cahayamu, Sihir Khusus Penguatan, 'Reitection ', kemudian cahaya berwarna merah mulai menyelimuti tubuh Sylvie dan senjatanya.


Sesaat kemudian cahaya itu menghilang, pertahanan serta kekuatan fisik Sylvie meningkat drastis dengan baik. Dengan lincahnya Sylvie mulai mempercepat gerakannya dan dengan gesit mulai menyerang Nova.


"hehh... Sihir Khususmu Penguatan kah!... bagus menarik sekali,Kalau kau latih terus dan meningkatkan levelnya, mungkin bisa menjadi Penguatan Abadi!" Ucap Nova sambil menangkis setiap serangan Sylvie tanpa kesusahan sedikitpun.


...Setengah jam kemudian.......


...____________________________________...


"Hahh... huhhh... hahhh... huhhh... ba-bagaimana bisa ka-kakak tidak kelelahan s-sama sekali!" Tanya Sylvie yang sedang kelelahan.

__ADS_1


"Sepertinya kau sudah lelah, ayo kembali keruangan istirahat untuk minum" Ujar Nova dan Sylvie mengikuti Nova dari belakang.


glugk.. glugk.. glugk....


"Aahhhh... Segarnya...." Ucap Sylvie yang sedang minum sambil mengelap keringatnya.


"Besok ulang tahunmu yah... apa yang kau inginkan?" Tanya Nova pada adiknya yang sedang tergeletak itu.


"Hmmm...... Sebuah pedang mungkin? Atau Pakaian, Hmm... mungkin kau ingin pesta kue Cokelat"


Tiba-tiba Sylvie bangun sambil menatap Nova.


"Ahh.. tidak-tidak.. kau bisa gendut kalau makan Kue Cokelat seharian tanpa berhenti."


Dan kemudian Sylvie kembali tergeletak


"Apapun yang kakak berikan aku akan Menerimanya dengan sepenuh hati" Gumam Sylvie yang masih terdengar oleh Nova.


Kemudian Nova mendapatkan sebuah ide di benaknya, dan iapun Tersenyum puas sambil menghela nafas.


...______________________________...


Sesudah berlatih mereka pun kembali masuk kedalam rumah, saat menuju ruang tamu, mereka melihat Ayahnya sedang membaca sebuah buku sihir yang sudah sangat tua.


"Ayah..!" Saut.. Sylvie memanggil Ayahnya.


Mendengar suara Sylvie memanggil dirinya Carlospun mengalihkan pandangannya dan melihat kedua putrinya sedang berdiri dibelakangnya.


"Apa yang kalian lakukan sampai baju kalian basah kuyup begitu,?" Tanya Carlos pada kedua putrinya.


"Ini?.. aku dan kakak baru saja selesai berlatih pedang, dan kami ingin pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, ditengah jalan menuju ruang tamu, kami melihat Ayah ada disini dan kami menemuimu!" Jelas Sylvie pada ayahnya.


"Ayah sedang membaca buku sihir kuno yang menjelaskan tentang Iblis" Ujar Carlos


"Untuk apa ayah mencari tau tentang Iblis? jangan-jangan ayah akan!"


"Tidak.. bukan seperti itu... belakangan ini Iblis tingkat tinggi sering berkeliaran di Delsgade, mereka kelihatan sedang mencari sesuatu, namun Ayah masih belum tau hal itu" Jelas Carlos pada putrinya.


"Begitu ya... baiklah.. agar tak mengganggu Ayah, kami pamit dulu" Ucap Sylvie kemudian menarik tangan Nova dan segera menuju Kamar mandi.


..._____________________________...


Selesai membersihkan diri mereka berdua segera menuju dapur


untuk makan malam. Ayah mereka tidak ikut makan bersama, karena sedang disibukkan pekerjaan.


"Selamat makan"


Mereka pun memakan makanan mereka dengan lahap, selesai makan Nova membantu Ibunya untuk membersihkan piring kotor, dan segera menuju kamarnya setelah menyelesaikannya.


Setelah sampai dikamar, Lay Kemudian membaringkan tu uhnya di kasur sambil memikirkan Perkataan ayahnya tadi sore.


"Mengapa para iblis berkeliaran yah? apa mereka sedang mencari kakek?!... huh... kalau begitu aku harus memberitahu mereka sebuah kabar, agar mereka tidak berkeliaran lagi.


Nova menunggu keluarganya tertidur sampai tengah melam, kemudian ia segera mengenakan salah satu pakaian Hitam Putihnya, dan tidak lupa membawa Pedang Iblis Zefreed di sebelahnya, dengan Sihir perubah umur dia merubah usianya menjadi 14 Tahun, yang dapat bertahan selama beberapa Jam.


Kemudian ia membuka jendela kamarnya, dan melompat dari sana, setelah itu Sayap berwarna ungu muncul di punggung Nova dan kemudian ia terbang mengelilingi Kerajaan Eternity sambil mencari para Iblis yang berkeliaran.


Beberapa saat setelah ia berkeliling, ia melihat seorang iblis yang tengah berjalan di antara rumah penduduk, kemudian ia terbang dengan cepat kearah iblis itu.


Sang Iblis yang sedang berjalan itu, tiba-tiba merasakan Energi Gelap dan Terang yang sangat kuat dari atas, kemudian ia mengalihkan pandangannya kelangit.


Disana ia melihat Seorang gadis kira-kira berumur 14 Tahun, dengan Rambut,Mata serta Sayap berwarna Ungu, Pakaian Hitam putih, sambil Menggenggam Pedang Iblis Zefreed milik Rajanya, tengah turun dari langit menuju tempat ia berada.



...私の作品を読んでくれてありがとう...


...____________________________________________...


...Hallo para pembaca, apa kabar?, bagaimana dengan Cerita hari ini?,Pasti sangat menarik bukan?, Aku ucapkan terima kasih pada Para pembaca sekalian yang terus mendukung saya....


...Semoga keberuntungan selalu berada pada kalian....

__ADS_1


^^^Terimakasih^^^


^^^________________^^^


__ADS_2