Ruler Of Light And Darkness

Ruler Of Light And Darkness
Chapter.2:Berubah Total Fisik Maupun Sikap dan Kekuatan


__ADS_3

Saat ini LayNova sedang berada didapur, untuk menyiapkan makan malam. Ia merasa bersalah setelah ia tahu bahwa keluarganya selalu berusaha mencari dokter yang dapat membangunkan dirinya ke Keseluruh Kerajaan serta mencari penyihir yang menyerang dirinya, padahal sebenarnya penyihir yang mereka cari itu tidak ada.


"Yah lihat adikku itu wajahnya terlihat lelah, sepertinya ia belum makan seharian, huh... baiklah... akan kubuat makanan yang sangat lezat dengan sepenuh hati!" Ucap LayNova sambil memotong sayur serta daging yang ia ambil dari lemari pendingin.


Mulai tercium bau enak dari dapur, keluarga LayNova yang menyadari bau tersebut langsung melesat kearah dapur, karena mereka juga kelaparan, sepanjang hari Sylvie berlatih tanpa henti dan ayahnya selalu disibukan untuk mengarahkan prajurit sampai mereka lupa makan siang.


Sesaat setelah tiba didapur, mereka semua terhenti sambil menatap seseorang yang sedang memasak, tiba tiba air mata mereka mengalir dan langsung berlari ke arah orang itu.


...___________________________________...


...Beberapa menit sebelumnya.........


'Ahh... Ayah dan Sylvie sedang menuju kesini... aku harus segera menyelesaikannya, belum beberapa detik ia mengatakan hal itu, Ayahnya dan Sylvie sudah berada di dapur dan langsung memeluk dirinya.


..._______________...


...Saat ini...


"Ka-kakak sudah bangun, kakak sudah bangun!! a-aku senang sekali...." Sylvie menangis sambil memeluk kakaknya itu bersama dengan Ayahnya.


Akhirnya Ayah dan Sylvie berniat membantu Lay yang tengah memasak yang tadi sempat tertunda akibat datangnya Sylvie dan Ayahnya.


Disisi lain ibu Nova tengah menangis dikamar dengan tersendu sedu, ia sebenarnya mencium aroma masakan Nova, hanya saja ia mengira bahwa yang tengah memasak itu adalah Sylvie, mengingat putrinya yang tak lain adalah LayNova tengah terbaring di ranjang.


"Lay... kenapa hidupmu begitu menyedihkan dan banyak orang yang membencimu hingga mengutukmu, padahal kau adalah gadis yang baik," Gumam ibu Lay dengan terisak-isak.


Samar-samar ia Mendengar suara Nova dari dapur, tangisnya pun langsung berhenti, Ibu Nova segera beranjak dan menuju dapur untuk memastikan apa yang ia dengar taadi hanyalah isi atau kenyataan


Sesampainya didapur, matanya kembali meneteskan air mata dan ia segera berlari kearah Nova.


peluk.......


Ibu Nova pun memeluk dirinya dengan sangat erat, melihat ibunya yang datang dan langsung memeluknya membuat Nova terharu, karena selama ini ia merasa kalau ia itu anak yang dikutuk, tak akan pernah memiliki sesuatu yang berharga.


Nyatanya selama ini, sesuatu yang berharga itu, selalu mendukungnya dan berada disisinya untuk menemaninya.


Melihat ibunya memeluknya dengan sangat erat, Nova segera mensejajarkan tingginya dengan ibunya yang tengah terduduk.


"Ibu... maaf sudah membuat mu khawatir, tenang saja kini aku sudah sembuh." Ujar Nova dengan senyum hangat


"Terima Kasih" Gumam Nova


...___________________________...


"K-kau baik-baik saja kan? Apa ada yang terasa sakit? Hei.."Ujar Ibu Nova yang sangat khawatir pada putrinya itu


"Anu... i-ibu... Sesak..."Ucap Nova yang sesak karena dipeluk sangat kuat oleh Mereka semua.

__ADS_1


"Ahhh... maaf... i-bu tidak sengaja..."


"Iya aku tau kok" Ucap Nova dengan senyum hangat di wajahnya.


Setelah itu mereka semua duduk di Kursi dan menghadap meja makan, dan beberapa makanan yang dimasak Nova telah Disajikan disana.


..."Selamat Makan!"...


..._______________________________...


...Ruler of Light and Darkness...


..._______________________________________...


Selesai makan Nova segera membantu Ibunya membersihkan beberapa piring yang masih kotor, dan Sylvie segera mengelap meja makan yang kotor.


Setelah selesai dibersihkan, mereka semua kembali duduk, untuk menanyakan beberapa pertanyaan pada Nova.


Mereka menatap aneh kearah Nova yang tersenyum, sebelumnya Nova tidak pernah tersenyum bahkan bergerakpun harus di bantu karena kondisi tubuhnya yang memang lemah.


Namun Nova yang dihadapan mereka sekarang, tengah tersenyum hangat ke arah mereka.


"Ka-kakak!" Sylvie memanggil kakaknya.


"Apa ada yang ingin kau katakan Sylvie?" Tanya Nova dengan senyum hangat diwajahnya.


"Itu.. Kakak... Apa yang membuat kakak bisa Tersenyum hangat seperti itu!" Sahut Sylvie yang membuat Nova terkekeh.


"Pffftt Hahahahaha....." LayNova tertawa karena pertanyaan yang di tanyakan padanya.


"A-apa aku salah bertanya?" Tanya Sylvie yang takut salah.


"Hah?? Ahh... tidak-tidak.... aku hanya merasa pertanyaan mu itu.. Pffftt agak Hahahaha..." LayNova pun tetap tak bisa menahan Tawanya...


"kak... Kenapa kau tertawa?, apa ada yang salah denganku?" Tanya Sylvie dengan polosnya membuat Nova ingin mencubit pipi adiknya itu.


"Apa kau tidak suka aku tersenyum Sylvie?" Tanya Nova yang membuat Sylvie tiba-tiba merinding.


"Ahh... bukan seperti itu... hanya..."


"Hanya??" beo Nova


"Kakak tidak terlihat seperti biasanya, kakak sekarang terlihat lebih bertenaga dibandingkan dengan sebelumnya, hal itu membuatku me-merasa sangat Senang!!" Ujar Sylvie.. dan Novapun mengelus kepala adiknya itu...


"Baguslah kalau kau Sesenang itu." Ucap Nova lalu disambut pelukan hangat oleh adiknya.


Setelah itu, berangsur-angsur pertanyaan ditanyakan kepada Nova, beberapa pertanyaan membuat Nova tertawa dan sebagiannya lagi membuat ia merasa sedih, setelah selesai bertanya merekapun memeluk Nova dan Memintanya untuk beristirahat dulu dikamarnya.

__ADS_1


"A**hh... Senyuman hangat kakak tadi membuatku merasa sangat tenang dan bahagia, benar juga!... kelihatannya wajah kakak juga semakin cantik!! ahh aku sama sekali tidak menyadarinya tadi." Keluh Sylvie karena tidak dapat bertanya tentang hal itu.


Kedua orang tua Nova juga sangat bahagia, Perubahan drastis dari sikap serta wajah Nova membuat orang tuanya sangat Bahagia.


Saat ini Lay sedang berada dikamarnya, ia sedang memeriksa barang-barang yang diberikan oleh kekek dan neneknya di dalam sihir ruangnya.


Didalam sana terdapat beberapa pakaian berwarna setengah Hitam dan setengah Putih yang kelihatannya sangat menarik baginya, Iapun mencoba untuk mengenakan pakaian itu, sekarang pakaian itu berwarna putih seutuhnya, Lay merasa bingung kenapa bisa berubah warna seperti itu.


Kemudian ia mengeluarkan Api hitam ditangannya, dan seketika pakaian itu berubah Hitam, Ketika ia keluarkan Api Hitam ditangan kiri dan Api Suci di tangan Kanannya pakaian itu berubah menjadi setengah Hitam dan setengah Putih.


Lay kemudian mulai mengerti kegunaannya, pakaian Itu akan berubah warna untuk memfokuskan sihir yang dipakai sambil meningkatkan kekuatan sihirnya.


Setelah mengecek beberapa desain dari pakaian itu, ia langsung mengembalikan pakaian itu kedalam Sihir Ruangnya.


Setelah itu ia melihat Pedang bersarung Hitam di dalam sihir ruang itu, ia langsung mengambilnya dan melihat-lihat pedang itu, pedang tersebut sangat Indah dan terlihat menakutkan di waktu yang sama, karena sarung pedang itu berwarna Hitam, sedangkan pedangnya berwarna merah darah.


Lay Nova memeriksa kembali dengan teliti, setelah itu ia langsung terkejut karena pedang itu sebenarnya adalah darah yang membentuk sebuah pedang, nama pedang itu adalah Zefreed, terukir jelas di gagang pedangnya.


Setelah selesai mengecek keseluruhan barang di dalam sihir ruangnya, Lay segera tidur di ranjangnya, karena langit sudah sangat gelap.


Keesokan harinya LayNova terbangun saat matahari masih belum Terbit seutuhnya, waktu masih sekitar pukul 05;47 pagi, Lay Nova yang terbangun tidak ingin Membuang Waktu, Ia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah itu ia memakai pakaian yang ia ambil di sihir ruangnya beserta pedang iblis Zefreed, dan segera pergi ke halaman rumahnya.


"Uhh... pedang ini keren sih tetapi agak menakutkan, semoga aku bisa terbiasa," Ucap Lay Nova 'IGURM ' Ucap Lay Nova, kemudian sebuah lingkaran sihir berwarna ungu muncul di bawah kakinya.


Nova membangkitkan beberapa zombie dari tanah, kemudian Ia langsung mulai melihat kemampuan berpedang yang ia miliki, tak ia sangka bahwa darah yang menjadi pedang itu bisa berubah bentuk sesuai keinginannya dan kembali seperti semula setelah di masukkan kesarungnya.


"Wahh... kakek memang hebat.. bagaimana ia bisa memiliki pedang hebat seperti Zefreed ini, kemampuan berpedang kakek juga sangat hebat, namun gerakan ku tadi sedikit lambat, diingatan kakek ku lihat ia sangat cepat, semoga aku bisa melampauinya!" Ucap LayNova pada dirinya.


...________________________________...


Kemudian Lay Nova memasukkan pedang itu kedalam sarungnya, 'HEANGLE' ucap LayNova memanggil beberapa pasukan malaikat, Kemudian LayNova membentuk pedang suci dari sihir sucinya, langsung ia mengeluarkan sayap dan melesat kearah para prajurit itu, yang kemudian menghilang. "Luar Biasa, dengan sayap ini aku bisa mengimbangi kecepatan kakek. "Ucap LayNova dengan bahagia.


Ia terus berlatih hingga matahari mulai terbit dan iapun kembali memakai pakaian biasa, pakaian hitam putih miliknya dikembalikan ke sihir ruang beserta pedangnya. "kakak!" teriak Sylvie memanggil kakaknya.


"Kakak sedang apa?"Tanya Sylvie


"Ahh...aku sedang berjalan jalan" Ucap Lay Nova berusaha untuk merahasiakan kekuatannya.aetelah itu Sylvie ikut berjalan jalan bersama kakaknya Di Sekitar Rumah.


...私の作品を読んでくれてありがとう...


... ______________________________________________...


...Hallo Pembaca Setia,Semoga Kalian Tetap dalam suasana hati yang baik,agar kalian bisa membaca Novelku dengan tenang,semoga kalian terus mendukung saya yaitu author terbaik sepanjang masa....


^^^Terima Kasih^^^


^^^___________________^^^

__ADS_1


__ADS_2