Ruler system

Ruler system
Penyergapan 5 Kekuatan Besar


__ADS_3

Feng Tian Melangkahkan Kakinya Keluar Dari Paviliun Surgawi Dan Hendak Pergi Ke Hutan. Feng Tian Sebenarnya Tau Kalau ada Yang Mengawasi nya.


"Para Cecenguk itu Ternyata Mengawasi ku, hahaha Dia Pikir aku Bodoh' Batin Feng Tian dan Melanjutkan Jalannya.


Tak Lama dari Itu, Muncul Seorang Wanita Paruh Baya Tanpa Kultivasi dengan Umur Sekitar 80 Tahun, "Tuan, Bisakah Bisakah Tuan Membantu Cucuku? Cucuku Sedang sakit Keras" Ucap Nenek itu dengan Air yang Keluar dari Matanya.


"Sakit? Kenapa harus aku?" Balas Feng Tian Sambil Memperlihatkan Mimik wajah Nenek Tersebut.


"A-aku Sudah Meminta Bantuan Orang Lain Tapi Tidak ada Yang Mau Membantu aku, aku Melihat Mu Yang Kelihatan Seperti orang Baik Jadi tolong Bantulah aku" Lanjut Nenek Itu dengan Tersedu sedu.


"Cucu mu Sakit apa?" Tanya Feng Tian Yang sudah Mengetahui Kalau ada Niat Tersembunyi dari Tingkah Laku dari Nenek Tersebut.


"..." Nenek itu diam Sejenak, Kemudian dia Melanjutkan Pembicaraannya, "Cucuku... D-dia Tidak sadarkan diri dari 2 Hari yang Lalu, aku mau Mencari Tabib Tapi aku Tidak Mempunyai Uang sama sekali"


"Baiklah, Arahkan aku Ke rumah mu" Balas Feng Tian Mengiyakan Permintaan Nenek itu. Sebenarnya dia sudah Mengetahui Niat Dari Nenek Tersebut, Tapi Memang Ada Ke khawatiran yang Terjadi di Mata Nenek itu.


"Tuan, Silakan Ikuti aku" Jawab Nenek itu Kemudian Mengarahkan Feng Tian ke Arah Barat.


Sebenarnya Feng Tian sudah Tau Yang Sebenarnya, Jika Cucunya Memang sakit Nenek itu Hanya Perlu Meminta Uang Dan Tidak Akan Meminta Feng Tian Ikut Ke rumahnya, Karena dia Tidak tau Kalau Feng Tian itu Tabib atau Bukan.


...


Mereka Telah Berjalan Beberapa waktu, Akhirnya Mereka berdua sudah Memasuki Wilayah Hutan. di Hutan Terlihat Banyak sekali Pohon Yang Menutupi Langit langit sehingga Membuat Hutan Tersebut Cenderung Gelap.


Feng Tian dan Nenek itu Telah sampai di inti Hutan dan Nenek itu tiba Tiba Berhenti. "Apa Yang Terjadi? apakah Rumahmu Sudah dekat?" Tanya Feng Tian yang Berpura pura Bingung.


"i-itu..." Balas Nenek itu Yang Mulai Gugup dan Bergetar.

__ADS_1


Tak lama Kemudian Muncul Ribuan Prajurit yang Telah lama Bersembunyi di Sela sela Hutan. Tentu saja Feng Tian sudah Mengetahui Keberadaan Mereka semua. Rata rata Prajurit Memiliki Ranah Dewa Hitam Dan yang Paling Tinggi di antara Prajurit itu General God yang Memiliki jumlah 5 Orang.


Kemudian Muncul Lagi 12 Orang dari Langit, 11 Orang Yang berada di Ranah Holy God dan 1 orang Berada di General God.


Feng Tian Yang Melihat Mereka Semua Hanya Bisa Terkekeh Kecil, "Kalian semua sudah Tidak Bersembunyi Lagi Seperti Tikus?" Ucap Feng Tian Menyindir Mereka semua.


"Bocah, Serahkan Pedang itu Maka Kami akan Menyisakan Mayatmu" Ucap salah satu dari Mereka Mengancam Feng Tian.


"Enak aja, Udah aku Beli Pakai Uang ku, Kalian semua Mau Mengambil nya Begitu saja? Tidak akan!" Balas Feng Tian. Sebenarnya Feng Tian Sedikit Cemas Karena Dia Tidak Yakin Melawan Mereka Ranah Holy God yang Pasti Memiliki Kartu Truff di Sakunya.


"Sungguh Sombong, Kalau Begitu Siap siap saja Untuk Mati!" Kemudian Memberikan aba aba Kepada pasukan yang berada di Bawah.


Tak lama Setelah itu, Ribuan Prajurit Menyerang Feng Tian dengan Brutal. Tapi Mereka hanyalah Ranah dewa Hitam, Bahkan Jika ada Puluhan Ribu Ranah dewa Hitam, Feng Tian Masih bisa Mengalahkan Mereka Semua.


Feng Tian Tersenyum Kecil, dan Mengeluarkan Jurusnya. "Gelombang Darah, Level 1" Kemudian Muncul Siluet Merah darah yang Terpencar ke Seluruh Penjuru Hutan. Gelombang itu Seperti Gelombang Laut Berwarna Merah dan Menyerang Ke segala. Gelombang itu Sendiri Sedikit Tipis dan Tajam Serta Memiliki tekanan yang Tinggi.


Seketika Semua Prajurit itu Mati dengan Beberapa Bagian Tubuh Yang Terpotong. Orang yang Berada di Atas Juga kaget dengan Jurus yang di Keluarkan oleh Feng Tian.


[ Ding! Selamat, Tuan Telah Membunuh 5.252 Kultivator Di Ranah Dewa Hitam dan Mendapatkan 10 Triliun PS, PK, PP dan EXP ]


Seketika Pemberitahuan Sistem Muncul Di Benaknya.


Melihat Pasukan Mereka Semua Langsung Mati seketika, Mereka langsung Menyuruh Ke 5 Jenderal Untuk Maju Melawan Feng Tian.


"Pria Kecil, Lebih Baik Kau Menyerah Dari pa-" Omong Jenderal itu Langsung Berhenti Karena Kepalanya Sudah di Tebas Oleh Feng Tian.


Yang Lain Merasa Kaget, Karena Partner nya Dalam Sekejap Langsung Mati. "k-kau! Kurang ajar" Ucap salah satu dari Mereka Yang Tersisa.

__ADS_1


Tanpa Basa Basi, Mereka Langsung Menyerang Feng Tian dari Segala arah. Mereka Bertarung di Udara dengan Kecepatan Yang Tidak bisa dilihat oleh Orang yang Berada di Ranah Hitam Kebawah.


Salah satu Menyerang dari Sisi Kiri, dan salaj satu Menyerang dari sisi Kanan. Tapi Serangan Mereka Berdua di Tahan Dengan Gampang Oleh Feng Tian, Kemudian Orang Ketiga Menemukan Kesempatan untuk Menyerang Feng Tian. tapi sayangnya Feng Tian Langsung Memutar Kedua Tangan nya Sehingga Kedua orang Tadi Langsung Ikut Berputar. dan Feng Tian Langsung Mendorong Mereka Berdua sehingga Menabrak Pohon.


Orang Ketiga Yang Berniat Menyerang Feng Tian Langsung Terhempas akibat Tendangan Feng Tian. Orang Keempat yang Tersisa berniat Menyerang Feng Tian diam diam Tapi sayangnya Feng Tian Mengetahui hal itu.


Kemudian Dia Langsung Muncul Dengan Cepat di Belakang Orang Ke Empat itu dan Mencengkeram Lehernya Hingga Kepala dan Badannya Terpisah. Sekarang Siaan3 Jendral yang sedang Terluka.


Feng Tian Kemudian Menoleh kan Kepalanya Ke arah 12 orang itu, Yang tak lain adalah Utusan dari Sekte Minghai, Sekte Lembah Langit, Keluarga Long, Keluarga Ji, Keluarga Qin, dan Utusan Kekaisaran suci. Masing masing Memiliki 2 utusan.


"12 Sampah, Apa kalian diam saja Melihat Bawahan kalian Mati Konyol seperti ini?" Ucap Feng Tian Ke Pada Para Utusan itu.


Para Utusan itu Terpancing ke dalam Omongan Feng Tian, Dan Langsung Melesat Menyerang ke Arah Feng Tian.


Sekarang Feng Tian di Kelilingi Oleh 11 Orang yang Berada di Ranah Holy God. Satunya hanya Menonton karena dia lemah.


"Hahaha, Bukankah Kau Tadi sangat Sombong? Kenapa Sekarang Kau Terlihat Sangat Lemah?" Ejek Salah satu dari Mereka.


"Dia Hanya Omong Besar, hahaha" Balas Temannya Menertawakan Feng Tian.


"Para Utusan Bodoh, Setelah kalian Mendapatkan Pedang Ini, Siapa yang akan Menjadi Pemilik sah nya? Pasti akan ada salah satu dari Pihak kalian yang akan Jadi Pemilik sahnya Bukan semua Pihak" Provokasi Feng Tian.


Mereka Semua Langsung Terdiam dan Saling Menatap satu sama Lain. "Tidak usah Banyak omong Kosong, Lebih Baik kau Mati saja" Ucap salah satu Dari Mereka dan Mereka Langsung Melesat Ke arah Feng Tian dengan Niat Membunuh.


...


..

__ADS_1


.


...Bersambung......


__ADS_2