
di Sebuah Puncak Gunung Yang sangat Tinggi, Terlihat Pemandangan yang sangat indah Memperlihatkan Betapa Luasnya Dunia ini. Langit yang Berwarna Biru, Awan Yang Berwarna Putih Seperti Kapas dan Burung burung yang Terbang kemana mana untuk Mencari Kehidupan. Bunga bunga indah yang Bermekaran Disekitaran Gunung, Bunga itu Memang indah... Tapi Sayang, Bunga itu Beracun! Dapat Melumpuhkan Seseorang Jika Terkena Daun dari Bunga itu.
Tepat di Puncak Gunung Tersebut, Berdiri 3 Orang, 2 Laki-laki dan 1 Perempuan, Semuanya Memiliki Wajah yang Tampan nan Jelita. Orang itu Tak lain adalah Feng Tian, Xiao Yan, dan Xiao An.
Feng Tian Memiliki Tinggi Sekitar 195 Cm Disertai Rambut Berwarna Hitam Sehitam Tinta.
Begini kira kira ilustrasi Rambutnya
dengan Baju Berwarna Hitam dengan Sedikit Warna Merah di ujung Pakaiannya, Memiliki Wajah Yang Sangat Tampan, Kulit semulus Giok dan seputih Susu yang Menambah Kesan yang sangat baik pada Tampilannya.
Xiao Yan dengan Umur 15 Tahun Memiliki Tinggi sekitar 173 Cm dengan Pakaian berwarna Coklat Tanpa Lengan memiliki Warna Merah Di bagian Tengah Baju dan terlihat Otot otot Tangannya dan Kulit wajah Putih Sedikit Kecoklatan disertai Tatapan tajam diisi dengan Tekad yang Kuat.
Xiao An Sendiri Umurnya 16 Tahun, Kulit Putih seputih Giok dengan Tekstur Kulit Sedikit Kasar Memakai Baju Berwarna Biru Ditambah warna Mata Biru tapi Sedikit Hitam Tingginya Sekitar 164 Cm.
"Xiao Yan, Apa Kau siap?" Tanya Feng Tian Dengan Sungguh Sungguh.
"Siap Guru!" Jawab Xiao Yan Dengan Semangat yang Membara.
"Tuan Muda, Semangat" Dilanjut Oleh Xiao An Memberikan Semangat Kepada Tian Mudanya.
Xiao Yan Membalas dengan Senyuman dan Sedikit Mengangguk Kepalanya.
"Bagus!! Aku akan Menghitung nya dalam hitungan 10 Kamu Bersiap siaplah" Ujar Feng Tian Kemudian dia Terbang Menjauh dari Gunung Tersebut Bersama Xiao An.
"Guru Akan Menghitungnya" Ucap Feng Tian dengan santai Tapi dapat Di dengar oleh Xiao Yan.
" 1 "
" 2 "
" 3 "
Bersama Seiringnya Dengan Hitungan Xiao Yan, Awan Hitam Berkumpul Kembali Seperti Kemarin dengan Hembusan Angin yang Kencang. Langit Mulai Bergemuruh dengan Dahsyat, Petir petir Berwarna Putih Berkumpul di Tengah Tengah Kumpulan Awan Hitam itu.
" 8 "
" 9 "
" 10 "
Duarrr!!!
__ADS_1
Sambaran Pertama Ratusan Benang Petir Mulai Menyambar Ke Arah Xiao Yan Tanpa Ampun!!
Duarr!!
Duarr!!
Sudah Sambaran Ketiga, Pakaian Xiao Yan sudah Hangus Disambar Petir, Sekarang dia Hanya Telanjang Tanpa sehelai Kainpun di Badannya.
Tanpa Baju, Memperlihatkan Badan badan Yang Kokoh! Dengan 6 otot yang Tersusun Rapi dibagian Perutnya.
"Aaaa" Teriak Xiao An yang Tanpa sengaja Melihat itu. Kemudian dia Langsung Kebelakang Feng Tian Untuk Menutup Matanya
Feng Tian Menggelengkan Kepalanya Melihat Tingkah Laku Xiao An.
Kembali Ke Xiao Yan, Masih dengan Tekad yang kuat, dia Sekarang Sudah Menerima 6 Sambaran Petir Berarti Tersisa 3 Lagi Sambaran Petir.
Dia Mengambil Pil Dari Cincin Penyimpanan Sebelum Petir ke 7 MenyambarNya. Kemudian dia Memasang Kembali Kuda kudanya dan Membuat Perisai Qi agar dampak yang diterima Bisa diminimalisir.
Duarr!! Petir ke 7
Duarr!! Petir Ke 8
Xiao Yan Mengeluarkan Sedikit Darah Segar dari Mulutnya. Menunggu Petir Kesembilan Menyambar, Dia Meminum Pil Penyembuh Lagi (Tenang saja, Pil yang diberikan oleh Feng Tian Tidak Memiliki Efek samping)
Sambaran Petir Kesembilan Sedikit Lama Karena Petir Terakhir akan 3 Kali Lipat Lebih Kuat dari Sebelumnya.
Feng Tian sendiri Terbang dilangit dengan kedua tangan disilang Kedalam melihat Xiao Yan juga Agak Khawatir Dengan Keadaannya.
Gemuruh Petir semakin Keras Yang Membuat Warga desa Sekitar Sedikit Takut dan Hewan Hewan Buas Melarikan diri Karena Takut akan Sambaran Petir Xiao Yan.
DUARR!!
Sambaran Kesembilan Lebih Keras dan Kuat daripada Sambaran Sebelumnya, Membuat Gunung dengan Tumbuhan yang indah Sedikit Hancur Akibat Sambaran Dari Petir itu.
Sambaran Terakhir Berhasil Membuat Xiao Yan Mengeluarkan Darah lebih banyak dan Pingsan dengan Keadaan Tanpa Sehelai Kain di Tubuhnya.
Feng Tian Turun Kebawah Menuju Xiao Yan yang sedang Tergeletak Pingsan Tanpa Pakaian. Xiao An Tetap di tempat Tapi Membalikkan Badannya serta Menutup Mukanya Dengan Kedua Tangannya.
Feng Tian Mengambil Baju Yang Pas dari Penyimpanan Kemudian dia Memakaikannya Ke Xiao Yan. "Sudah, Balikkan Lagi Badan mu" Ucap Feng Tian.
Xiao An Membalikkan Badannya Melepas Sedikit Tangan dari Wajahnya yang Memperlihatkan Wajah dengan Pipi yang Merah Karena Malu.
Melihat Xiao Yan sudah Memakai Baju, Dia Juga Turun Kebawah Mengikuti Feng Tian.
__ADS_1
"Pegang Pundakku" Ucap Feng Tian. Tak Berlama lama, Xiao An Memegang Pundak Feng Tian dan Mereka Bertiga Langsung Menghilang, Tak Lupa Sebelum Menghilang Feng Tian Membuat Gunung itu Kembali Seperti Semula.
...Di Hutan Inti Neraka...
Xiao Yan 3 Jam Xiao Yan Pingsan Akhirnya dia Bangun Juga. Dia Membuka Matanya Perlahan lahan dan Melihat Kanan kiri, Orang yang Pertama dia Lihat adalah Xiao An yang duduk Dan Terus Melihatnya dengan Tatapan Khawatir. Dia Juga Melihat Gurunya yang sedang Berdiri di Belakang Xiao An.
Dia Segera Bangun Bangkit dari posisi Tidurnya Tapi ditahan Oleh Xiao an, "Tuan Muda, Anda Baru saja Sadar"
"Tidak Masalah Xiao An" Balas Xiao Yan.
Xiao An Lantas Bingung ada apa dengan Tuan mudanya yang Langsung Bangun Secara Tiba tiba? Dia Langsung Menoleh Kebelakang dan Ternyata ada Feng Tian dibelakangnya. Tanpa dia sadari, Feng Tian sudah ada di belakangnya Selama 2 Jam berlalu.
"Tuan Guru" Reflek Xiao An Langsung Berdiri.
"Tak Masalah Xiao An, Kamu istirahat Lah, Pasti Lelah Menunggu Tuan muda Mu sadar" Ucap Feng Tian dengan Baik.
"Baik Tuan Guru" Xiao An Memberi salam dan Bergegas Keluar Menuju Kamarnya.
Sekarang di Ruangan itu Hanya ada Feng Tian dan Xiao An. "Bagus! Kamu Memang muridku" Puji Feng Tian dengan Senyum dan Memberikan Jempol ke Xiao Yan
Xiao Yan Malu mendengar Pujian Gurunya Langsung Menggaruk Kepalanya yang tidak Gatal, "Terima Kasih Guru".
"Bersiap siap Lah, Besok Kita akan Keluar dan Kembali Membuat Kerusuhan Ahahaha" Ucap Feng Tian Dengan Bercanda.
"Baik Guru!" Balas Xiao Yan Bersemangat walau tau kalau Gurunya, Feng Tian hanya Bercanda.
...Keesokan Harinya...
Mereka Bertiga Sudah Berkumpul di Luar Goa dengan Barang Barang Bawaannya di Cincin Penyimpanan Masing Masing.
"Xiao Yan, Xiao An, Kalian susah Membereskan Semua barang barang kalian Kan, Tanpa ada yang Ketinggalan?" Tanya Feng Tian Memastikan.
"Sudahh!" Jawab Mereka Berdua Bersama.
"Baiklah, Kalau Begitu Mari Kita Keluar Dan Kembali Melihat Dunia Yang Penuh Kemunafikan" Ucapnya.
FYI : Kan Sebelumnya Feng Tian Masuk Ke Hutan gara gara Terluka Sedikit Parah, Jadi Sekarang dia sudah Sembuh total dan Ada Peningkatan Di Kekuatannya, Jadi dia Sudah Memutuskan untuk Kembali Membalaskan dendamnya.
.........
........
.......
__ADS_1
...Bersambung......