
Kamu tahu? Ternyata tak harus berubah menjadi seorang Ling Minho untuk bisa mendapatkan perhatian seorang cewek. Cukup menjadi cowok sejati yang sesungguhnya, jadilah cowok yang penuh tanggung jawab dan mampu melindungi wanitanya.
Masuk ke dalam kamar kos ku dalam keadaan basah kuyup, sejenak aku berdiri di depan cermin, hemm..memalukan. Bagaimana tidak memalukan rambut yang ku tata belah tengah layaknya artis KPop berubah menjadi sangat lepek seperti memakaikan minyak goreng diseluruh rambut malah seperti orang culun. Kemeja warna pink dengan kancing yang sengaja takku kaitkan bukannya terlihat keren malah membuatku masuk angin. Satu lagi, bibirku yang pink merona karena sengaja ku oles kan Liptin, terkena guyuran hujan warna bibirku luntur dan berubah menjadi ungu karena menggigil. Tapi tak apa aku rela.
Ku padangi gawaiku dalam keadaan basah sedari tadi, ku timang-timang kartu nama yang ada di tanganku ini.
"Hemm bagaimana caranya supaya aku bisa menghubungi nya? Sedangkan gawaiku saja dalam keadaan tak berfungsi lagi, mau beli lagi, tanggal gajian masih lama, bisa-bisa aku makan progmag sama Oky jellydrink setiap hari," sembari berbaring di atas kasur mataku menerawang jauh keatas.
Oke, aku punya ide. Ku buka tutup gawaiku ku preteli semua lalu ku gantung gawaiku di depan kipas angin sampai kering berharap besok bisa berfungsi kembali.
"Selamat malam Nania, semoga tidak bermimpi buruk setelah berkenalan denganku tadi. Kalau aku si pasti bakalan mimpi indah, oh..indah sekali," gumamku menjelang tidur.
****
Ku awali pagi ku dengan mengucapkan bismillah, semangat baru dan energi baru.
__ADS_1
Hari ini aku masih belum bisa menghubungi Dia, ternyata setelah dijemur semalaman dibawah Kipas angin, gawaiku gagal terselamatkan.
Yaa sudahlah, aku harus mengikhlaskan nya, hanya bingung cara mendekati Nania tanpa alat komunikasi, aku harus bagaimana? Kesempatan hanya datang satu kali. Jangan sampai aku mensia-siakan kesempatan yang sudah Tuhan berikan.
"Yang namanya Nania, jangan sampai lolos."
Sesampainya di kantor, aku melihat ada benda tegeletak rapih diatas meja kerjaku. Ya, itu payungku, apa Nania kesini? Jika payungku sudah kembali ke tanganku, itu artinya sudah enggak ada alasan lagi buatku untuk menjalin komunikasi dengan nya.
"Hancurlah sudah harapanku," tubuhku tiba-tiba 5L pemirsah ,lemas, lemas, lemas, dan lemas.
"Terus ngomong apa aja sama loe?"
"Enggak ngomong apa-apa, Dia cuma mau bilang terimakasih sama loe. Yaah..yang muda memang harus mengalah sama yang tua, haha.."
"Ciee..yang habis jadi tukang ojek payung, bisa AEee taktik loe Bang," Sinta ikutan nimbrung.
__ADS_1
"Apaan sih loe pada, enggak bisa lihat orang senang sedikit aja nih "
"Maju terus pantang mundur Bang, semangat!!" Ucap Sinta dengan semangat 45 nya.
Saat aku mengambil dan akan menyimpan payungku, terselip selembar kertas yang disisipkan di pinggiran tali payung. Ku ambil kertas itu dan mulai membukanya disitu tertera sebuah tulisan dari Nania,
"Sekali lagi terimakasih, Bang Dira sudah mau nolongin aku meminjamkan payungnya sampai-sampai Abang sendiri rela basah kuyup. Berkat Abang dokumen penting perusahaan bisa terselamatkan entah apa jadi nya kalau enggak ada Bang Dira, padahal hari ini aku harus presentasi. Pasti handphone Bang Dira masih rusak kan? Maafin Nania ya Bang,"
Ada yang hampir loncat dari dalam dadaku. Kalau yang minta maafnya cewek kaya kamu sih aku maafin. Sebelum minta maaf pun sudah aku maafkan.
"Ya.. akhirnya aku tahu gimana caranya bisa komunikasi tanpa handphone sementara waktu ini, ya pake surat. Biarpun cara kuno tapi enggak apa-apa lah. "
Biarpun kuno tapi tetap kekinian, dari pada kekinian tapi kuno. Alah.. ngomong apa aku ini. Akhirnya aku bisa menemukan solusi yang tepat untuk saat ini. Yang jelas lebih rahasia.
Tapi menyampaikan suratnya lewat siapa ini? Aduh jadi lieur gini atuh ah..!
__ADS_1