
Tak butuh waktu untuk berpikir, langsung ku ambil selembar kertas dan mulai ku tuliskan surat untuk Dia.
"Assalamualaikum Dek. Maaf ya jika ku panggil kamu dengan sebutan Dek, karena sepertinya usia mu jauh lebih muda dibawah aku. kalau enggak berkenan aku akan berhenti memanggilmu dengan sebutan Dek lagi. Aku belum sempat menghubungi lewat WhatsApp dek, handphone ku memang dari dulu sudah minta diganti, eh kebetulan kemarin ketemu kamu pas hujan. Jadi ada hikmahnya, aku jadi bisa ada alasan buat lem biru handphone ku.makasih ya hehe..kartu nama mu masih aku simpan dengan baik ko Dek. Wassalamu'alaikum."
Aku masukkan suratku kedalam sebuah map coklat biar suratku ini dikira dokumen karena aku akan menitipkan ya lewat receptionis kantornya saja supaya lebih rahasia. Jangan bilang isi suratku ini terlalu lebay. Oh..sepertinya tidak, aku hanya bergerak lebih cepat. Jangan sampai waktuku untuk mencari jodoh telah habis. Aku Sudah berjanji pada ibuku untuk membawa calon istri dihari lebaran tahun depan. Jadi ini adalah kesempatan ku ,aku enggak mau bertele-tele terlalu lama.
Pada jam istirahat, aku langsung menuju kantor Nania. mendatangi receptionis dan menyerahkan map coklat yang ku bawa.
"Siang mbak, saya mau nitip dokumen buat ibu Nania ya. Ini dokumennya tolong segera sampaikan,"
"Nama Bapak siapa? Dan darimana? Nanti segera saya sampaikan. Bilang saja dari Bapak Dira," ujarku.
"Apa perlu saya panggilkan langsung ibu Nania nya pak?"
Waduh gawat, untuk kali ini aku masih malu bertemu denganya. Masih bingung mau bicara apa.
"Enggak usah mbak, saya lagi buru-buru. Ada urusan lain." Buru-buru aku keluar dari kantor Nania.
Semalaman aku hampir tak bisa tidur, memikirkan Nania. Eh bukan! Tapi aku lagi memikirkan handphoneku yang rusak.
__ADS_1
Ternyata repot juga di jaman now sekarang enggak pegang handphone. Apalagi disaat seperti ini, Handphone sangat menentukan jodohku kedepannya, enggak mungkin kan terus-terusan lewat surat. Bisa-bisa Nania jadi ilfell kesan nya aku cowok yang enggak bermodal. Padahal mah memang lagi enggak punya modal bukanya enggak bermodal.
Pusing kan? Sama aku juga.
"Cintaku terhalang Handphone,"
Esoknya seperti biasa aku berangkat kerja, sesampainya di kantor bagian reception memanggilku.
"Mas Dira, ini ada dokumen buat Mas Dira. Tadi katanya dari Mba Nania,"
Dokumen yang ku terima berupa map coklat seperti kemarin aku mengirimkannya pada Nania. Langsung buru-buru aku duduk dimeja kerjaku lalu ku buka map tersebut. Isinya hanya selembar kertas dengan tulisan didalamnya,
Isi surat dari Nania semakin membuatku semangat, apa itu artinya Nania sudah memberi lampu hijau kepadaku?
ku tuliskan kembali balasan surat untuk Nania,
"Assalamualaikum Dek, enggak apa-apa kok kalau kamu mau tanya apa aja pasti aku jawab. umur ku sudah hampir setengah abad tepat nya 35 tahun seminggu kemarin baru aja ulang tahun, hehe ..enggak nanya ya? biar pun udah tua aku belum bertemu pendamping hidup Dek, semoga segera dalam waktu dekat . Doain ya! wallaikumsalam."
segera ku masukan ke dalam map coklat lagi. seperti biasa biar ku titipkan lagi di receptionis pas jam makan siang nanti.
__ADS_1
Tepat jam 12 siang, waktunya makan siang. Tapi sebelum itu aku harus menitipkan map ini dulu ke bagian receptionis kantor Nania.
"Makan siang bareng yuk Bang!" Ajak Sinta.
"kamu duluan aja, nanti aku nyusul. Mau ada perlu. penting!" ucapku pada Sinta.
"Mau kemana si bawa-bawa map coklat gitu, kaya mau lamar kerjaan aja loe Bang,"
"Mau tau aja si anak kecil, Haha.."
"kalau mau lamar Nania mah jangan pake map coklat atuh Bang, modal dikit apa Bang. ngelamar mah bawa cincin berlian gitu kek yang mahalan lah," si Sinta kalau ngomong emang enggak pernah di ayak ini anak.
"Ya, nanti itu mah gampang. kan yang pertama usaha dulu. kalau ditolak kan enggak rugi-rugi banget kalau belum ngasih apa-apa mah. Hehe.." Ucapku sekena nya.
"Idih.. Loe enggak kawin-kawin kalau kaya gitu mah Bang. Mumpung masih kelihatan muda Bang! biarpun umur dah tua si, Haha.. nanti mah kalau Loe dah tua enggak ada yang mau sama Loe Bang,"
Sue ini si Sinta, tapi ada bener nya juga si apa yang Dia omongin. mana ada yang mau sama aki-aki tua, kecuali aki-aki nya kaya sharukhan.
Jadi sekarang, aku harus berusaha lebih ektra lagi buat jadi sharukhan. Eh ko sharukhan ..maksudnya buat naklukin hati Nania si pujaan akang.
__ADS_1