SALAH JODOH

SALAH JODOH
Email


__ADS_3

Sejenak aku berpikir, apa aku harus membalas surat ini atau tidak. Jujur aku hampir kehilangan muka dihadapan Nania gara-gara map coklat bekas kemarin.


Tapi, okelah setelah berpikir ulang kembali. Anggap saja Nania masih memberiku lampu hijau tersirat jelas dalam surat yang Dia kirimkan kepadaku.


Aku mulai membalas surat ini, ini masih ada kesempatan buatku untuk bisa mendekati Nania,


"Assalamualaikum Dek, Terimakasih atas doa nya ya Dek, memang sebenarnya Aku ingin secepatnya menikah tapi sayang belum ada yang mau denganku. Ada yang aku sukai, tapi sayangnya Dia belum tahu aku menyukainya, semoga Dia cepat sadar kalau ada aku yang menyukai nya. Gimana makan siang nya? Mengenyangkan tidak Dek? Bagaimana kalau besok kita makan siang bersama? Bila Dek Nania berkenan. Wallaikumsalam."


Biar saja, sengaja aku memberikan kode-kode asmara kepadanya, memberikan sinyal-sinyal cinta yang terpancar kearah nya. Semoga sinyal nya lancar enggak ada masalah jaringan.


Masih ada waktu sepuluh menit sebelum jam masuk kantor, segera aku menuju kantor Nania, dengan sedikit berlari-lari kecil mengejar waktu yang tersisa.


"Mau kemana lagi sih Loe Bang, bolak-balik Mulu sambil bawa map coklat? Zaman Sekarang itu teknologi udah canggih, masih aja gaptek Loe Bang," tanya Sinta menyelidik.


"Mau tau aja kamu, anak kecil! Kepo maksimal. Haha.." Aku berlalu dihadapan Sinta.


Sinta hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa.


Sampai juga aku dihadapan Mbak receptionis, dengan nafas yang sedikit tersengal karena habis berlari. Padahal jarak kantor ku dan kantor Nania sebelahan. Apa karena faktor "U" mungkin. Ternyata baru sadar aku sudah tak muda lagi alias tua.

__ADS_1


"Siang mbak, saya mau nitip dokumen lagi ya buat Ibu Nania. Ini dokumennya tolong sampaikan. Tenang aja map coklatnya baru kok masih wangi pula," sedikit aku menjelaskan.


"Baik Pak Dira, oh ya, kalau boleh tau Bapak dari perusahaan apa ya pak? Kok setiap hari bolak-balik terus mengantar dokumen?maaf pak, bukan ingin tahu tapi ini buat data saja," tanya Mbak receptionis.


"Saya dari perusahaan "PERHUBUNGAN" mbak, Ibu Nania juga sudah tahu kok," jawabku sekena nya.


Ya, memang benar aku dari perusahan perhubungan, Perhubungan Antara aku dan dia maksudnya.


"Baik pak, nanti saya sampaikan ke Ibu Nania,"


"Makasih ya mbak,"


Tubuhku mengeluarkan keringat yang lumayan banyak, kedua ketiakku sampai terlihat basah karena berlarian tadi.


"Baru lari ke kantor sebelah aja udah ngos-ngosan gitu Bang. Kasian banget..aki-aki disuruh lari-larian. Haha.." Sinta mulai mengejekku.


"Lumayan lah bisa olahrga Sin, ya paling-paling encok dikit,"


"Lagian gimana ceritanya si Bang ngirim surat pakai map sampe bolak balik begitu, kan sekarang zaman nya smartphone, inget Bang "Smart" ,hp pinter! Yang punya harus pinter juga,"

__ADS_1


"Handphone aku rusak Sin, kehujanan pas kemarin payung aku kasihinn buat Nania. Aku milih buat hujan-hujanan, ya maklum namanya juga cowok gentle ya kaya aku ini. Hehe.."


" Ya deh, yang udah jadi Bucin, maklum Gentle sama Bucin itu beda tipis, kan bisa lewat email, Bang Dira. Ribet banget.. si, sayang map coklatnya mahal!!" Terang Sinta.


Aku menepuk jidadku, kenapa aku enggak kepikiran sampai ke situ. Sudah jelas-jelas di kartu nama yang diberikan pun tertera alamat email Nania. Ku buka kembali dompetku, dan ku ambil kartu nama Nania disitu tertera alamat email "Naniacelalucendily@gmail.com" .


What? Ko rada-rada mengandung unsur alay ya. Argh.. positif tingking saja, mungkin ini email sudah lama dibuat pas zaman lagi alay-alaynya. Untung cantik biar alay masih bisa di maklumi.


Langsung saja ku tulis email ke Nania,


"Assalamualaikum Dek, ini Bang Dira, besok apa bisa kita makan siang bersama? wallaikumsalam," centang tanda terkirim.


Tak sampai lima menit ada email masuk dari nya,


"Assalamualaikum Bang, oke Bang besok kita makan siang bersama. Wallaikumsalam,"


Langsung ku balas,


"Assalamualaikum. Siap, besok aku tunggu di depan kantor Adek ya. Wallaikumsalam."

__ADS_1


Duh..senyumku tak berhenti lepas dari bibirku. Sepertinya misi ku untuk membawa calon istri ke rumah ibuku akan menjadi kenyataan.


__ADS_2