SALAH JODOH

SALAH JODOH
Basa Basi


__ADS_3

Malam ini inginku tertidur lebih awal. Tak sabar rasanya menunggu hari esok bertemu dengan Nania Tak sabar berjumpa dan bisa mengobrol lagi dengan Dia.


Kucoba memejamkan mata ini, tapi malah terasa sulit. Perasaanku cemas, kalian tahu apa yang aku cemaskan? Besok mau makan dimana dan berapa bugdet yang harus aku siapkan untuk mengajak nya makan bersama.


Enggak mungkin kan, untuk pertama kali makan bersama malah diajak makan telor ceplok doang kan mempermalukan diri sendri namanya.


Ku coba cek isi dompet ku, terdapat uang berwarna merah tiga lembar, warna biru empat lembar, warna hijau satu lembar, warna abu-abu 3 lembar , dan koin receh 500 rupiah 3 keping. Gajian masih terhalang jarak dua Minggu kedepan. Argh.. tak apalah habis yang penting Dek Nania merasa senang. Ini kali pertama aku mengajaknya makan bersama semoga berkesan. Supaya hubungan kita bisa lanjut ke tahap berikutnya. Urusan uang habis biar ku pikirkan nanti.


*****


Hari ini Aku tidak terlalu mempersiapkan penampilanku, ini Aku apa adanya. Dengan segala ketamvanan yang aku miliki. Akan ku tunjukan pesonaku. Eeeaaa...


"Bang Dira nanti mau makan siang dimana? Bareng dong! Riki sama Andri makan siang bareng gebetan nya masing-masing. Gue enggak ada temennya," pinta Sinta kepadaku.


"Waah.. enggak bisa Sin, hari ini Aku ada janji sama Orang buat makan siang bareng. Kamu bareng temen-temen cewek yang lainnya aja,"


"Enggak mau ah kalau sama cewek-cewek lain. Males..banyak kan ngobrolnya dibanding makan. Makan sesuap ngobrolnya udah kaya rel kereta, panjaaaaaaaang.....apalagi yang tema obrolan yang Gue enggak ngerti. Bedak lah, lipstik lah, skincare lah! Gue kaya kambing conge Bang,"


"Ya mau gimana lagi Sin, orang yang mau Aku temuin itu Orang penting. Ini menyangkut kelanjutan masa depan Aku," penjelasan ku kepada Sinta.


"Orang penting siapa si? Nania maksudnya? Wadidaw...Hebat juga Loe Bang. Ada kemajuan yang sangat pesat. Pake pelet apa Loe Bang? Haha.." Sinta mulai dengan bercandaannya yang absurd.


"Ada deh, mau tau aja! Ini rahasia negara ! Ssstt... Kalau kamu tau mantaranya bisa disalah gunakan lagi, bisa-bisa Kamu meletin Aku lagi. Haha..."


"Weeee...makan tuh melet. Haha...Loe mah bukan tipe Gue, Loe pantesnya jadi Bapak Gue.Haha.." Sinta mentertawakanku dengan sangat senang.


"Udah ah..bye!! Takut Nania nunggu nya kelamaan, Kamu makan siang sama Pak Scurity aja tuh, di jamin nyambung kalau ngobrol," Aku berlalu dihadapan Sinta.


"Inget Bang. Nania jangan dikasih makan telor ceplok sama kecap doang. Cantik-cantik Bisulan nanti Dia! Haha.." teriaknya kepadaku. Dasar Sinta bocah gemblung.


*****


Aku menunggu di depan kantor Nania, sembari memperhatikan satu persatu orang yang keluar dari dalam kantor Nania. Dari jauh tampak Dia dengan mamakai kerudung merah marun terlihat amat cantik dan elegan.


Ku lambaikan tanganku ke arah nya. Makin dekat, semakin dekat Dia tampak kebingungan melihatku melambaikan tangan dan tersenyum kepadanya,


"Mas manggil Saya? Mas ini Siapa ya? Aku enggak kenal?" Jawabnya.


"Ma-a-aaf Mbak saya salah orang, bukan Mbak yang Saya maksud. Mata saya minus dikira teman saya tadi," terangku kepada mbak-mbak yang entah siapa.


"Huuhh.. cape-cape nyamperin ternyata enggak kenal, tadi saya pikir Mas nya juga temen Saya, habisan melambai-lambaikan tangan si," jawabnya kesal sambil berlalu.


Ternyata Nania sudah ada dibelakangku dari tadi, dengan begitu berarti Nania sempat menyaksikan kejadian memalukan barusan dong. Ini kejadian ke dua yang buat aku malu tujuh keliling. Sepertinya muka ku sudah berubah menjadi tembok dihadapanya.


"Abang Dira dari tadi nungguin Aku? Maaf tadi Aku ada perlu sebentar sama teman disana," tanya nya kepadaku.


"Baru kok, tadi di kira itu Adek. Mata Abang sedikit kurang fokus. Jadi, salah orang deh. Hehe.." jawabku sambil mengagaruk-garuk kepalaku yang tak gatal.


"Hehe.. ayok Bang," Ajaknya.


"Ayok kemana Dek?"


"Makan, Bang Dira!" Jawabnya sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Oh.. Aku kira, ayok ke KUA. Eh.." Ledek ku untuk mencairkan suasana supaya enggak kaku.


"Apa Bang KUA?" Tanyanya sedikit kaget.


"Iya kalau Adek mau?Haha.. bercanda Dek, masalah KUA mah bisa kapan-kapan kalau Adek siap,"


"Haha..Bang Dira lucu ya, cocoknya jadi pelawak aja,"


Cukup senang Dia merasa terhibur berada di dekatku.


"Adek mau makan dimana, nih?" Tanyaku serius.


"Di kantin aja yuk Bang, soalnya udah jam segini. Cari yang dekat aja."


Dalam hatiku mengucap syukur,


"Alhamdulillah makan dikantin, untung enggak ngajak makan di restoran mahal. Bisa-bisa aku harus sekalian cuci piring direstoran karena tak sanggup membayarnya," ucapku didalam hati.


"Ayok Dek,"


Kami berjalan beriringan menuju kantin belakang kantor, oh indah nya! Serasa berjalan dengan bidadari dunia saja.


Sesampainya di kantin, mata semua orang tertuju pada Kami berdua khususnya para laki-laki yang ada disana. Mereka menatap Kami bagaikan melihat seorang artis terkenal dengan membawa ajudan nya. Tatapan mereka penuh dengan keheranan. Biar saja mereka tahu! Aku yang akan mampu menaklukkan hati Nania. Haha...!


Kantin biasa ramai di waktu makan siang begini, hampir penuh. Aku menelusuri sekeliling mencari meja dan kursi yang masih kosong. Nihil.


Lalu ada suara yang sudah enggak asing lagi ditelingaku, Dia memanggil,


"Oh ya Bang, itu ada meja kosong. Disana aja," Ajak Nania.


"Boleh Dek," jawabku pasrah.


Mau gimana lagi, semoga Sinta tidak berucap yang aneh-aneh dihadapan Nania. Bisa gawat ini mah. Aku enggak mau mempermalukan diriku sendiri lagi. Cukup map coklat dan salah orang tadi.


Kami duduk bertiga brsama-sama Sinta, Aku mulai mengedipkan mataku pada Sinta.


"Eh ada Nania juga di sini?"


Nania hanya tersenyum menanggapi Sinta.


"Kenalin Dek, ini Sinta temen satu kantor Abang!" Tujuk ku kepada Sinta.


"Oh ya, salam kenal ya Sin," jawab Nania.


"Seneng bisa ketemu sama calonya Bang Dira, hehe .."


"Ssstt....!" Aku berbisik pelan sambil melotot ke arah Sinta.


Segera aku mengalihkan pembicaraan ku,


"Kamu mau makan apa Dek, biar Abang pesenin." Aku menawarkan menu pada Nania.


"Apa aja Bang, samain aja sama Bang Dira," jawabnya.

__ADS_1


Waduh.. Aku mulai kebingungan, mau pesan apa? Makanan yang enak disini aku belum pernah mencobanya, yang aku tahu cuma telor ceplok sama kecap. Itu udah makanan yang paling lezat bagiku.


"Makanan favorit Bang Dira itu telor ceplok sama kecap Nan,"


"Bener kan Bang?" Tanya atau meledek, entalah.


"Semua makanan Aku suka, yang penting halal dan toyibah," jawabku menyangkal.


Mataku sedikit melotot pada Sinta, dan menyenggol-nyengolkan kakiku ke kaki nya. Memberi kode untuk diam.


"Aku pesenin ayam bakar aja ya Dek, minumnya mau Apa?"


"Air mineral saja Bang,"


"Oke, siap!"


Ku lihat makanan Sinta sudah mulai habis. Semoga Dia cepat pergi supaya aku bisa mengobrol dengan leluasa sama Nania.


"Udah habis Sin?" Tanyaku.


"Udah Bang, Bersih. Hehe.." Sinta menujuk piringnya.


"Biasanya kalau selesai makan langsung balik ke kantor!" Sengaja ku berikan kode pada Sinta.


"Iya ini mau langsung balik ke kantor, disini gerah Bang. Enggak ada AC,"


Akhirnya Sinta mengerti juga dengan kode ku.


"Kok cepet banget Sin, kita ngobrol dulu aja sini!" Pinta Nania pada Sinta.


"Maaf ya, Aku duluan Nania, Bang Dira. Aku pusing kalau lihat keramaian," terang Sinta.


"Udah enggak apa-apa Dek, Dia suka pingsan kalau lama-lama di tempat rame. Kalau pingsan berat ngangkatnya. Hehe.." candaku.


Sambil menunggu pesanan tiba, Aku mulai mengeluarkan jurus-jurus ku. Eh.. maksudnya ngobrol.


"Dek, apa pacar Kamu enggak marah? Abang ngajak Adek makan bareng gini?" Basa-Basi ku menyelidiki.


"Enggak mungkin ada yang marah Bang. Aku enggak punya pacar. Lagian aku enggak mau pacar-pacaran,"


"Kamu enggak mau punya pacar?"


"Iya Bang, Pengen nya si langsung ada yang melamar aja. Pacaran cuma buang-buang waktu aja Bang. Aku enggak suka,"


Sepertinya jalanku semakin lancar menuju tujuan nih.


"Cocok!" Jawabku spontan.


"Cocok apa nya Bang?"


"Cocok. Sama, aku juga enggak mau pacaran. Inginnya langsung melamar saja,"


Nania hanya tersenyum simpul kepadaku.

__ADS_1


__ADS_2