
Uinseann berdiri dengan gagah di samping pintu mobilnya. Begitu bell boy membukakan pintu penumpang depan, Uinseann mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Agnes.
Malam itu Agnes terlihat sangat cantik. Gaun beludru panjang tanpa lengan yang ia kenakan tampak anggun di tubuhnya. Gaun cantik itu menempel mengikuti lekuk tubuh Agnes dimana belahan pada bagian samping gaun itu memperlihatkan kakinya yang ramping.
Uinseann sendiri tak kalah pada Agnes dalam hal penampilannya. Meskipun dia hanya menggunakan kemeja dan jas berwarna hitam yang standar, tapi maskulinitas pada dirinya tetap terpancar.
Uinseann dan Agnes berjalan berdampingan menuju restaurant yang mereka tuju.
Restaurant itu adalah tempat private yang tidak terbuka untuk umum. Uinseann selalu memilih tempat ini karena Agnes adalah talent yang sedang berada dipuncak karirnya. Dia tidak ingin media mengetahui hubungannya karena takut akan menimbulkan keributan dan mempengaruhi karir Agnes. Terlebih lagi karena Uinseann sekarang sudah menikah.
Begitu mereka sampai di meja yang mereka pesan, Uinseann memesankan makanan untuk makan malam mereka.
Suasana romantis mengalir diantara Uinseann dan Agnes. Mereka mengobrol dengan intim, menikmati waktu demi waktu kebersamaan mereka. Sepanjang waktu tangan mereka terpaut satu sama lain.
Malam ini Uinseann sangat menikmati waktu intimnya dengan Agnes dan merasa sangat bahagia, hingga akhirnya dia membeku saat melihat kumpulan orang yang baru saja masuk ke dalam restaurant.
Beyza ada diantara mereka, berjalan dengan anggun saat masuk ke dalam.
“What’s wrong honey? (Apa yang salah sayang?)” tanya Agnes saat melihat ekspresi wajah Uinseann.
“No-nothing dear… (Ti-tidak ada…)” jawab Uinseann tersenyum terpaksa. Uinseann berusaha menyembunyikan kekagetannya.
Uinseann berusaha supaya Beyza tidak melihatnya, tapi ternyata tuhan berkehendak lain. Pandangan mata Uinseann dan Beyza bertemu satu sama lain.
***
Beyza menyampaikan presentasinya di hadapan kliennya. Malam ini Beyza menggantikan ibunya untuk memaparkan rencana-rencananya. Satu lagi perusahaan kosmetik meminta perusahaan ibu Beyza untuk bekerja sama.
Beyza dapat melakukan presentasinya dengan sangat baik, sehingga malam itu kliennya tampak puas dengan rencana mereka.
Setelah menyelesaikan presentasinya, Beyza mengobrol dengan kliennya. Silvia dan seorang staff laki-laki juga datang mendampingi Beyza pada pertemuan malam itu.
__ADS_1
Malam ini adalah penentuan gelaran acara yang akan diselenggarakan oleh brand tadi. Dalam hati dia bersyukur bahwa presentasinya berjalan baik.
Beyza mencoba untuk menjernihkan kepalanya, mencoba untuk tetap bersikap profesional. Ia termenung. Bagaimana tidak, beberapa waktu lalu Beyza melihat sendiri suaminya tengah makan malam romantis dengan seorang perempuan.
Perempuan yang baru siang tadi dia lihat CV-nya pada proposal kerjasama LeBlanc. Perempuan cantik itu. Perempuan yang akan ia jadikan muse-nya. Agnes.
Hatinya menerka-nerka. Apakah seminggu kemarin saat Uinseann tak pulang, suaminya itu bersama dengan model cantik itu? Airmata menggenang di mata Beyza, kalau saja dia tidak sedang diantara tamu-tamu, jelas Beyza akan menangis. Untungnya lampu ruangan VIP itu temaram sehingga dapat menyembunyikan kesedihannya.
Aah, ternyata begitu. Suaminya sudah memiliki pujaan hatinya sendiri.
***
Uinseann merasa tidak tenang sejak pertemuannya dengan Beyza tadi. Dia tidak dapat berkonsentrasi sama sekali pada kata-kata Agnes. Uinseann khawatir Beyza akan mengadukannya pada ayahnya. Ayahnya pasti akan marah besar.
Uinseann kembali melirik ke ruangan VIP tempat Beyza melakukan pertemuan. Dia berpikir, memaksa otaknya untuk menemukan cara agar dapat membuat Beyza tutup mulut, tapi otaknya seakan buntu. Tak ada ide apapun yang dapat dia pikirkan.
“You’re not listening to me. (Kau tidak mendengarkanku.)” kata Agnes ketus.
“Ha, apa? Sorry.” balas Uinseann tersadar dari pikirannya.
“Bukan apa-apa sayang.” lanjut Uinseann menggenggam tangan Agnes. Mencoba untuk mengalihkan pandangan Agnes. “Maaf aku sedikit melamun.” tambahnya lagi.
“Are you get bored of me? (Kamu bosan padaku?)” tanya Agnes, mengembangkan senyum sebal pada Uinseann. Uinseann yang tahu bahwa tindakannya membuat Agnes kesal tersenyum dan menggenggam tangan Agnes lebih erat.
“I’m sorry, I’ll never get bored to you, I promise. (Maafkan aku, aku tak akan pernah bosan padamu, aku janji.)” kata Uinseann mencoba meredakan kekesalan Agnes. Uinseann kemudian mengajak Agnes keluar restaurant itu dengan mengajak Agnes ke tempat romantis lain.
***
Uinseann membuka ponselnya dalam perjalanan pulang. Setelah mencoba untuk mengajak Agnes agar keluar dari makan malam romantis mereka. Mau tidak mau Uinseann harus mengajak Agnes ke tempat lain agar dia tidak bertemu dengan Beyza.
Uinseann takut Beyza akan menghampiri mejanya dan membuat keributan. Meskipun ketakutannya tidak terbukti pada akhirnya.
__ADS_1
Uinseann kemudian baru menyadari kalau ternyata Beyza mengirimkan pesan padanya.
‘Mas, hari ini pulang ke rumah?’ begitu bunyi pesan Beyza padanya. Terbersit sedikit rasa kesal dalam hatinya. Apakah Beyza mau membahas persoalan ini malam-malam begini?
Uinseann mendengus dan tidak berniat untuk membalasnya sama sekali. Tetapi kemudian Uinseann menyadari hal lain. Sore tadi Beyza juga sempat mengirimkan pesan padanya.
‘Mas Uinseann maaf malam ini aku harus menggantikan ibu bertemu dengan klien. Aku harus presentasi di Chasten. Aku ditemani Silvia dan mas Agam. Apa mas memberi izin?’.
Pesan singkat itu Uinseann balas tanpa berpikir panjang. Dia hanya membalas ‘Ok’ saja dan dibalas lagi dengan ‘terima kasih’ oleh Beyza.
Uinseann terdiam. Sore itu seharusnya dia tahu bahwa Beyza juga akan datang ke tempat Uinseann dan Agnes kencan. Tapi berkat ketidak telitian dan ketidak peduliannya terhadap Beyza, keadaan menjadi tidak berpihak padanya. Uinseann merasa sangat bodoh sekarang. Kejadian pertemuan mereka semata-mata karena kesalahannya.
***
Uinseann berjalan masuk ke dalam rumah, merasa kacau. Kerutan dalam tampak pada dahinya. Selama perjalanan pulang dia sudah bersiap untuk berdebat dengan Beyza.
Dia juga sudah memutar otak, langkah apa yang akan dia ambil jika ayahnya tahu kejadian malam ini.
Uinseann menarik napas panjang saat dia sampai di depan pintu kamarnya, bersiap menerima apapun yang akan dilemparkan Beyza kepadanya. Uinseann kemudian membuka pintu kamarnya.
Beyza menoleh mengalihkan pandangannya kepada Uinseann.
Uinseann terkesiap, tidak menyangka bahwa Beyza belum tidur.
Pantulan cahaya lampu meja membuat wajah Beyza terlihat dengan jelas. Kalau saja saat itu Uinseann tidak dalam keadaan sudah siap berdebat dengan Beyza, wajah cantik dan teduh Beyza jelas akan membuat Uinseann terpana.
Beyza yang kemudian melihat Uinseann, tersenyum kecil.
“Mas sudah pulang?” kata Beyza. Beyza yang kemudian menaruh buku yang sedang dibacanya, berdiri dan berjalan ke arah Uinseann. Beyza kemudian mengambil tas kerja dan jas Uinseann kemudian merapihkannya.
“Aku siapkan air hangat untuk mandi ya mas.” kata Beyza melanjutkan. Beyza kemudian masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Uinseann.
__ADS_1
Uinseann diam berdiri, berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi. Tidak ada pertanyaan yang menyudutkan? Tidak ada drama air mata yang berderai? Tidak ada kemarahan? Bahkan tidak ada ancaman untuk mengadu ke ayahnya?
Kesiapan Uinseann seketika runtuh. Dia bingung kenapa Beyza tidak menyinggung kejadian tadi sama sekali. Dia bingung kenapa reaksi yang ditunjukkan Beyza sangat berbeda dengan reaksi yang selama ini dia lihat pada Agnes.