
"Kenapa 'Mana' milikku berkurang?" Batin Arashi.
Tiba-tiba Arashi mendengar suara 'Sosok itu' lagi.
"Ckckckck, Good Game Bro, kau bisa mengalahkan musuh yang Levelnya puluhan kali lebih kuat darimu hanya dengan bermodalkan Tekhnik pernafasan, itu sungguh hebat Bro." Puji Sosok itu yang menepuk tangan kepada Arashi.
Arashi sendiri bingung, kenapa kekuatannya disegel?
Sosok itu berkata lagi kepada Arashi, "sepertinya belum saatnya untuk kau mengetahui siapa sosok sebenarnya didalam dirimu itu." Ujar Sosok itu yang menghilang meninggalkan Arashi.
Arashi pun memasuki Negeri Suzaku untuk kedua kalinya, yang pertama pada saat ia sangat amat kuat, dan yang kedua saat ia sangat amat lemah.
Saat hendak masuk ke negeri Suzaku, Arashi dihadang oleh para penjaga.
"Tunjukkan kartu identitasmu, mau kartu pengenalan atau kartu guild, tunjukan!"
[Penjelasan: Kartu pengenalan biasanya dimiliki oleh murid-murid akademi, Biasanya level kekuatannya kisaran 100-1000. Sedangkan kartu guild biasanya dimiliki oleh para petualang, dari tingkat F- S S S+]
Arashi sama sekali tidak memiliki kartu pengenal ataupun kartu guild.
Para penjaga itu pun tidak mengizinkan Arashi masuk.
"Maaf nak, kau tidak boleh masuk ... kala itu Tuan Putri menerima seseorang yang tak dikenal untuk masuk kedalam rumahnya, namun ... sampai sekarang Beliau belum sadarkan diri ...." Ucap para penjaga itu.
Arashi pun berkata, "para penjaga, izinkan aku masuk ... aku akan mengembalikan Riri menjadi biasa ...." Jelas Arashi yang tertunduk.
"Kau?! Jangan-jangan?"
"Langkah pedang petir ..."
Wush ...
Arashi melaju dengan kecepatan suara menuju kekediaman Riri.
'Harusnya aku tidak mrngunci pikirannya ... kenapa ini terjadi, aku sendiri tidak mengetahuinya kalau orang biasa akan menjadi seperti ini ....' Batin Arashi.
Arashi menerobos semua penjaga yang menjaga kediaman Riri.
Wush ...
Dan pada akhirnya Arashi pun sampai ke Kamar Riri.
"Riri maafkan aku atas kesalahanku ... semoga saja aku bisa menggunakan kekuatan Malaikatku lagi ...."
"Michael!
__ADS_1
Sebuah kunci berwarna Biru sebiru Berlian muncul, Michael miliknya telah menyerap 'mana' orang yang pikirannya dikunci.
"Michael, Open!"
Tiba-tiba Riri terbangun, ia mengingat kembali apa yang terjadi.
Namun saat ia mencari seseorang yang berhasil membantunya mengingat hal itu, ia tidak dapat menemukannya.
Saat itu Arashi melakukan teleportasi dengan menandai tempat dimana ia ingin
melakukan teleportasi.
Para penjaga pun masuk kekamar Riri, mereka semua kaget melihat Riri telah berhasil sadar selama 6 Bulan lamanya.
"Tuan Putri ... a-anda telah berhasil sadar? Bagaimana caranya?"
Riri pun menjelaskan, "Ada seseorang yang menggunakan sebuah kunci untuk membuatku mengingat apa yang terjadi, aku telah mengingat semuanya. Yang menyegel ingatanku adalah seorang Malaikat!" Jelas Riri dengan tegas.
Semua penjaga itu kaget mendengar Riri berkata seperti itu.
"Ma-malaikat? Apakah Putri sedang bercanda?" Tanya para penjaga itu.
"Mana mungkin aku bercanda ... tolong percaya padaku ... mana mungkin ada manusia yang memiliki Sayap berwarna hitam dan putih ...." Jelas Riri dengan ketakutan.
...Scene berpindah kepada Arashi....
"Sepertinya ini sudah cukup jauh ya?"
Saat Arashi menoleh kearah lain, Arashi melihat ia sedang berada dipadang rumput perbatasan antara negeri Suzaku dan Kamp Monster.
[Penjelasan: Penghuni Kamp Monster adalah Monster-monster yang memiliki sifat manusia, mereka semua baik bahkan mereka melakukan perjanjian damai dengan manusia, namun ada juga penghuni kamp monster yang memiliki sifat jahat, untuk kali ini Arashi bertemu dengan Monster yang baik]
Arashi mendekati para Monster itu. Monster-monster itu menyambut Arashi dengan menggunakan bahasa manusia.
"Pengembara ... yang anda mau lakukan disini?" Tanya Kepala Suku dari Kamp Monster itu.
"Aku ingin meminjam lahan kalian, aku ingin melakukan 'Meditasi' dan latihan tekhnik-tekhnik Kyokoshin, Kendo, Taekwondo, dan Boxing." Pinta Arashi.
Para monster itu tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Arashi, namun mereka mengizinkan Arashi menggunakan lahan kosong mereka karena mereka menganggap Arashi tidak memiliki maksud jahat.
"Jika tidak ingin disakiti maka jangan menyakiti, jika tidak ingin dibenci maka jangan membuat diri dibenci, jika kau baik maka kami baik, dan jika kau jahat kami juga jahat." Ucap salah satu Sesepuh dari Kamp Monster.
Arashi pun pergi ke lahan kosong itu dan mulai menjernihkan pikirannya.
Mula-mula Arashi menjernihkan pikirannya dengan cara mengatur nafasnya.
__ADS_1
Saat telah mencapai tingkat nafas terakhir Arashi pun masuk kedalam Kesadaran dirinya.
Saat itu ia melihat begitu banyak ilmu bela diri yang berlatih didalam dirinya dan yang paling membuat Arashi tertarik tekhnik Aliran Pedang Inazuma/Kaminari, Hono, Mizu, Kaze, Tsuchi, Hikari dan Kurayami.
Arashi pun berlatih menggunakan semua tekhnik itu didalam Alam Pikirannya.
Kisaran 1 Bulan ia bermeditasi sampai akhirnya ia menguasai semua tekhnik itu beserta dengan berbagai macam jenis bela diri.
Para Monster itu tetap berjaga disekitar Arashi, mereka tidak menyangka bahwa ada manusia yang bisa menggunakan tekhnik yang dikembangkan oleh sang Leluhur Monster.
"Lati ro wi pe eniyan le se irikuri bayii, ko tile jeun fun osu 1, ohun to tun je kayeefi ni ko yo rara, nigba ti won si fee kolu e lo le, bii ibe. jẹ ẹṣọ ti o daabobo rẹ."
"Tidak disangka bahwa ada manusia yang bisa melakukan hal gila seperti ini, ia bahkan tidak makan selama 1 bulan dan yang lebih anehnya lagi ia sama sekali tidak bergeming, dan saat hendak diserang ia begitu keras, bagaikan ada pelindung yang melindunginya." Ucap seorang Sesepuh yang paling dihormati dikalangan Kamp Monster, Sesepuh itu sendiri bisa menggunakan tekhnik Aliran Pedang Tsuchi.
[Penjelasan: Kaminari/Inazuma adalah elemen petir, elemen ini dianggap suci karena berasal dari langit.
Hono/Hio/Hi adalah elemen api, elemen ini dianggap berbahaya karena dapat membakar segalanya yang ada.
Mizu adalah elemen air, elemen ini biasa digunakan oleh manusia sebagai cadangan kebutuhan, dan ada juga yang mengibaratkan air itu sebagai ketenangan, yang dimana jika semakin tenang itu akan semakin tajam dan akan semakin mengerikan.
Tsuchi adalah elemen tanah, elemen ini berasal dari bumi, tidak terlalu kuat namun bisa menahan semua jenis elemen, Jika petir menyerang tanah, tanah itu hanya akan gosong. Jika api membakar tanah, api itu akan padam dengan sendiri, jika air membasahi tanah, tanah itu akan menyerap air, jika cahaya ingin menembus tanah, tetap saja cahaya itu tidak bisa menembusnya. Jika kegelapan ingin menembus tanah, tanah itu akan bertahan. Tanah diibaratkan sebagai elemen pelindung.
Hikari dan Kurayami, Cahaya dan Kegelapan, Hikari dianggap Suci dan Kurayami dianggap Terkutuk/Terburuk dllsb.]
Arashi pun membuka matanya, ia melihat para Monster telah istirahat disekitarnya.
Arashi pun berkata didalam hatinya, "ternyata makhluk hidup itu memiliki hati ya ... mereka semua memiliki sifat baik dan jahat."
Arashi pun meninggalkan beberapa Teknik pedang, tombak, dan pisau ala aliran Mizu kepada para monster dan mulai pergi meninggalkan para monster.
"Cek Status."
*Nama : Akazuki Arashi
*Umur : 15 Tahun
*Status: Murid Akademi
*Mana : 0
*Stamina : 999,9
*Speed : Kecepatan suara.
*Pertahanan : 10 Ton.
__ADS_1
"Sepertinya aku memang tidak memiliki bakat disihir ..."