Sang Raja Yang Terlahir Kembali.

Sang Raja Yang Terlahir Kembali.
(Season I) Bab 22: Raja Kegelapan, Tak kusangka bahwa kau! <Arc Suzaku II>


__ADS_3

...Di dalam Kesadaran Arashi....


Bugh ...


Energi yang sangat besar membuat Arashi terpental jauh.


Aura yang agung dan sombong keluar dari naga.


"Dasar Manusia rendahan! Kamu pikir kamu bisa mengalahkan ku?!" Suara sombong keluar dari mulut naga.


"Aku tidak pernah berfikir bisa mengalahkan mu, meskipun begitu aku harus membunuh mu"


"Omong kosong, hahahaha... Kamu tidak akan pernah bisa membunuhku"


Menghiraukan kata kata tidak percaya naga Arashi menghafalkan skilnya.


"Teknik pedang Aliran Hono, jurus kesepuluh. Dewa Api Membara!"


Dengan perlahan pedang dingin itu semakin memanas. Api merah membara semakin terbakar hingga titik panas extrem.


Pedang itu perlahan berwana hitam pekat, api yang tidak pernah padam menyelimuti pedang Arashi.


Slazzz...


Arashi menebas ke arah naga berada.


Melihat tebasan di depannya naga itu menciptakan pelindung berwana emas. Penghalang itu menahan tebasan Arashi dengan mudah.


"Lagi-lagi dengan jurus yang sama? apakah hanya ini sebatas kemampuanmu anak manusia?!"


"Teknik pedang, Aliran Kaminari! Jurus kesebelas! Hujan Petir Dewa!"


Aliran listrik berwana hitam pekat menyala dengan sangat mengerikan.


"Apa-apaan ini?!" Ucap Naga itu dalam hati.


Naga itu pun melirik kearah Arashi dengan tatapan ketakutan.


"Keluarlah api neraka dan petir penghakiman!!" Dengan ekspresi dingin Arashi berlari dengan kecepatan tinggi.


"Anak ini ... sangat berbahaya! Aku harus lari darinya." Ucap naga itu dalam hati.


Dengan ketakutan naga itu berlari menjauh dari Arashi.


"Tidak ku biarkan!"


"Teknik jiwa, rantai jiwa!! Jurus ke 1 "


Dengan mengarahkan tangannya ke depan tiba tiba rantai hitam menebus dari bawah permukaan.


Rantai itu mengikat kuat naga itu.


"T-tidak!!"


Rantai itu terus menjalar kemana-mana, melilit seluruh badan naga.


Boomm...


Arashi menebas ke arah naga dengan sangat cepat.


"Ti-tidak mungkin?"


Dengan ini, naga itu telah mati tak bersisa.


Arashi pun kembali tersadar.

__ADS_1


Saat Arashi menoleh, ia melihat kesekilingnya, dan dia baru menyadari bahwa, ia sedang dikepung.


"Apa yang kau lakukan terhadap Tuan Putri hah?!" Ucap seorang Kesatria yang mengenakan baju perang Kesatria Suci.


Arashi terheran - heran, "hah?! Aku sedang berlatih, dan tiba-tiba dituduh melukai seorang putri?!" Ucap Arashi yang mulai membentuk energi petir menjadi sebilah pedang.


Saat hendak memasang kuda-kuda penyerangan, Riri pun berteriak.


"Semuanya! Itu lah dia! Dia adalah si malaikat itu!"


"Hah?! Malaikat? Siapa yang kau maksud?!"


Para prajurit itupun menyerang Arashi. Arashi yang tadinya terheran pun memasang sikap bertahan.


"Teknhik pernafasan Tsuci, jurus ketiga ... Perlindungan Dewa Tanah!"


Zring ...


Senjata para prajurit itu semua patah. Namun, tiba-tiba saja muncul seseorang dengan kekuatan besar.


Para prajurit itupun memberi hormat kepada orang itu.


"Raja Kegelapan Ruang dan Waktu, Tuan Akio ... ada masalah apa yang membuat anda kesini?" Tanya seorang prajurit.


Akio pun menghiraukan pertanyaan sang prajurit, dan tetap berjalan tuk menghampiri Arashi.


"..."


"Empty space, Kai!"


Tiba-tiba Arashi ditarik oleh Akio ke suatu tempat yang tidak berpenghuni. Tempat itu sangat indah, didepan Arashi ia melihat sebuah taman dan istana yang megah, pemandangan itu membuat Arashi terpukau.


Dan saat Arashi menoleh kebelakang, ia melihat sebuah area, yang dimana ada banyak monster mengerikan, dan beberapa orang yang disiksa disana.


Tiba-tiba lagi Arashi ditarik kedalam sebuah istana, saat ia nelihat lagi, ia sedang melihat Akio yang duduk disinggasana.


"Siapa kau?" Tanya Arashi.


Kala itu, Arashi tidak dapat menggunakan tekniknya, sebab ia dikekang oleh sebuah kekuatan yang sangat besar.


"Mungkin Dewa? Mungkin juga Iblis? Namun yang jelasnya, aku adalah sosok manusia yang paling kuat!"


Arashi pun tiba-tiba bisa bergerak lagi, kali ini ia mendengar suara sang penulis.


"Ini berbahaya! Aku telah mengaktifkan kekuatanmu yang disegel, namun hanya dalam waktu 1 jam saja!" Ucal sang penulis.


"Siapa kau sebenarnya?!" Tanya Arashi sekali lagi.


"Aku? aku adalah Zvhier! Aku adalah salah satu dari 13 Bencana Semesta!"


Duar ...


Ruangan itu terpecah, dan saat terpecah, Arashi melihat bahwa ruangan Zvhier ini berada di puncak Alam Semesta.


"Khehehe, aku sendiri tidak menyangka akan bertemu dengan monster yang kekuatan tak bisa digambarkan ..." Ujar Zvhier.


Zvhier pun mulai menyerang.


"Segel pertama, Kai!"


Mula-mula tubuh Zvhier berubah, ia dikelilingi oleh alam semesta dibelakangnya.


Alam semesta itu berbentuk seperti tata surya, yang dimana alam semesta itu mengelilingi Zvhier sebagai orbitnya.


Arashi pun juga mulai menggunakan kekuatannya.

__ADS_1


"Supreme Dark Fallen Angel Mode ... Open!"


Kali ini, bentuk Arashi tidak ada bedanya dengan evolusi Angelnya yang lain, yang berbeda hanyalah Mata dan Mahkota dikepalanya.


"Dasar makhluk rendahan! Enyahlah dari hadapanku!"


Pertarungan sengit mereka dimulai.


Entah berapa banyak sihir penghancur yang digunakan, entah bagaimana cara mereka berpikir untuk mencari celah masing-masing, Mereka berdua sama - sama tidak memiliki celah.


"Segel Kedua, Kai!"


Kali ini Zvhier menumbuhkan 2 sayap, dan tiba-tiba Zvhier memiliki sebuah pedang yang besar.


Zvhier mengayunkan pedang miliknya ke Arashi dengan tujuan untuk mengakhiri Arashi.


"Enyahlah dasar makhluk rendahan!"


Duar ...


Pedang Besar itu memberikan serangan sihir tebasan yang amat dashyat. Serangan itu pula berhasil menebas Arashi.


"Satu seles-" Perkataan Zvhier terpotong.


"Satu katamu? coba kau lihat baik-baik!" Ujar Arashi.


Zvhier pun menoleh, ia melihat dari sepanjang mata memandang, ia hanya melihat Arashi, tidak ada yang lain.


Zvhier melakukan serangan yang sama, namun hal itu justru membuat Arashi menjadi makin banyak.


"Apa-apaan kau ini?!" Ujar Zvhier yang makin panik.


Saat itu Zvhier membuka gerbang ke 7 kekuatannya, hal ini menyebabkan terjadinya perubahan waktu disetiap zaman.


Kala itu, seluruh wilayah yang ada kehidupan disetiap alam semesta, waktunya semua terganggu.


Tubuh Zvhier tidak berubah, yang berubah hanyalah Jubah dan Alam Semesta yang mengelilinginya.


Kali ini, Zvhier menggunakan energi kehidupan seluruh makhluk hidup untuk melancarkan serangan terakhirnya.


Kala itu, Arashi mencoba untuk menghadang Zvhier, namun kekuatan Zvhier jauh lebih kuat daripada Arashi, yang membuat Arashi tidak dapat menyentuh Zvhier.


"Apa boleh buat lo~"


Suara itu terdengar lagu didalan telinga Arashi.


"Akazuki Arashi, identitasmu adalah True God, sebuah alat yang aku ciptakan untuk melindungi dunia ini, oleh sebab itu, gunakanlah kekuatanmu ini untuk melindungi dunia ini." Ucap suara yang terdengar ditelinga Arashi.


Tiba-tiba pun Arashi mengingat banyak sekali kejadian yang pernah dia rasakan.


*Kesepian.


Terlalu kuat hingga tidak ada yang berani berteman*.


Arashi telah menjaga seluruh Alam Semesta dibawah naungannya, digambarkan sosok Arashi adalah sosok yang sangat bercahaya, wajahnya tidak terlihat, namun semua Alam Semesta yang ada itu hanya bagian kecil dari tubuhnya.


Arashi pernah konfilik dengan beberapa Creator yang diciptakan oleh penciptanya, namun Arashi berhasil menang berkat jurus penghancurnya, "Chaos."


Arashi pun kembali sadar setelah mengingat semua masa lalunya, dan saat itu pula Arashi untuk pertama kalinya menggunakan evolusi dari kekuatannya.


"Kekuatan Asli, tahap pertama, buka."


Bem ...


Pelindung-pelindung alam semesta yang melindungi Zhvier pun hancur, penyerapan Zvhier pun gagal total.

__ADS_1


Zvhier yang tidak memiliki pilihan lain pun menggunakan kekuatan terakhirnya.


"Critical Berserker, Chaos Kills!"


__ADS_2