Sang Raja Yang Terlahir Kembali.

Sang Raja Yang Terlahir Kembali.
(Season I) Bab 21: Aku? Seorang Malaikat?! <Suzaku Arc I>


__ADS_3

...Mendaftar ke Akademi....


Arashi pun meninggalkan Kamp Monster dan menuju ke negeri Suzaku. Sesampainya disana, ia pun masuk kedalam Kota.


Dia tidak lagi dihadang seperti kemarin. sebab Tuan Putri mereka telah kembali seperti semula.


Mereka diberikan perintah hanya untuk menghalang orang-orang yang mencurigakan, sedangkan orang yang tidak mencurigakan dipersilahkan masuk.


Arashi pun menuju Akademi Suzaku. Saat itu Arashi bertanya kepada Administrator Akademi.


"Permisi ... bisakah saya mendaftar ke Akademi ini?" Tanya Arashi.


Mula-mula Administrator itu menolak pendaftaran Arashi, sebab ia dapat melihat bahwa, ditubuh Arashi sama sekali tidak ada 'Mana'.


Namun berkat kegigihan Arashi, Administrator itupun mendaftarkan Arashi. Arashi pun dites untuk masuk kedalam akademi itu.


*Mana point, "Zero"


"Seriusan? Anak ini bahkan tidak memiliki sihir didalam tubuhnya ... tapi kenapa Alex merekomendasikannya?" Batin seorang pengetes itu.


"Hei nak, coba kau hancurkan Target didepan, jika kau bisa menghancurkan semuanya kau akan lulus, kau bebas menggunakan apa pun." Ujar sang pengetes itu.


Arashi pun mengambil pedang miliknya. Disaat yang sama, pengetes itu bingung dengan apa yang ingin dilakukan oleh Arashi, padahal target-target itu sendiri tidak dapat dihancurkan jika kau tidak memiliki sihir.


"Teknik pernafasan. Aliran Kaminari, Jurus kedua! Petir Dewa !"


Zringgg ...


Semua target itu lenyap tak tersisa. Pengetes itupun kaget, "anak ini ... bahkan jika yang lain memiliki mana, mereka semua tidak akan bisa menghancurkan target ini ... orang inilah yang kedua berhasil menghancurkan target akademi setelah Putri!" Batin Pengetes itu.


Pengetes itupun merekomendasikan Arashi untuk masuk ke Kelas Elite.


[Note : Kelas didirikan antar 7 bagian, bagian ke 7 adalah kelas F, kelas gagal, kelas itu dianggap kelas berkumpulnya para sampah.


Kelas E, kelas yang memiliki tingkatan 1x lebih terhormat dari kelas F, tetap dikatakan sebagai kelas gagal, namun kerap kali ada murid kelas E yang berhasil mencapai kelas A.


Kelas D, kelas yang memiliki siswa yang bisa dibilang lebih baik dari kelas dibawahnya, kelas ini kerap kali dijadikan sebagai kelas uji coba.


Kelas C, kelas yang memiliki beberapa siswa berbakat.


Kelas B, kelas yang memiliki siswa berbakat.


Kelas A, kelas yang memiliki banyak siswa berbakat. Kelas ini kerap kali dijuluki sebagai 'Kelasnya para bakat.'


Diantara kelas itu ada sebuah kelas yang dimana, para bangsawan, keluarga kerajaan, murid yang paling berbakat, semuanya ditampung didalamnya. Kelas itu disebut sebagai 'Kelas Elite'.]


Arashi pun secara resmi menjadi murid akademi Suzaku.


"Anak-anak kali ini kita kedatangan murid baru, namanya Akazuki Arashi, baik nak. Silahkan masuk."


Arashi pun masuk kedalam kelas itu, meskipun ia tidak memiliki 'mana' namun, kekuatan spiritual yang dia dapatkan dari teknik pernafasan sangatlah besar, energi itu menjadi sebuah aura.


Mereka semua merasa tertekan, para murid itu berpikir, "sebenarnya siapa dia itu?"

__ADS_1


Arashi pun memperkenalkan diri, "namaku Akazuki Arashi, aku baru masuk kedalam akademi ini, mohon bantuannya."


Saaat Arashi melihat kearah bangku paling atas, ia melihat Riri yang sedang memperhatikannya.


Arashi pun tersenyum kearah Riri. Hal itu membuat Riri merasa bahwa sepertinya dia pernah bertemu dengan Arashi.


Guru itupun menyuruh Arashi untuk duduk disebelah Riri. Arashi pun menuju ke kursinya.


Guru itu pun memulai materinya.


"Dunia kita saat ini disebut sebagai, 'Tengoku' dunia kita dibentuk oleh tiga pencipta. Author, Beztraa, dan Murasame, mereka adalah Pencipta, Penjaga dan Penghancur. Sedangkan pelindung tempat kita tinggal disebut dengan 7 Raja (Dewa) dan 4 Penguasa (Penjaga). 7 Raja yang dimaksud adalah, Raja Petir, Raja Angin, Raja Tanah, Raja Api, Raja Air, Raja Cahaya dan Raja Kegelapan. Sedangkan Penguasa yang dimaksud adalah, Penguasa Utara, Penguasa Timur, Penguasa Selatan, dan Penguasa Barat." Jelas Sang Guru.


Arashi pun bertanya, "pak ... ada berapa ras yang ada di dunia kita ini?" Tanya Arashi.


"Menurut legenda, diluar tempat kita tinggal ada banyak sekali makluk-makluk yang kekuatannya tak bisa dikatakan, yang disebutkan didalam legenda itu salah satunya adalah Azathoth, jika kau bertanya tentang jumlah ras yang berada didunia kita ada 7, Dewa, Malaikat, Iblis, Monster, Peri, Kurcaci, dan Manusia." Jelas Sang Guru itu.


*Ding ... Ding ... Ding ... waktunya istirahat ... Ding ... Ding ... Ding ....


"Baik anak-anak, sekarang waktunya istirahat."


Para murid itu pun pergi kekantin, namun Arashi tidak. Arashi sedang menunggu para murid-murid lain untuk pergi, dan melakukan meditasi.


Arashi melakukan meditasi, tapi ia tidak menyadari bahwa Riri sedang mengawasinya.


"Sepertinya dugaanku, memang benar orang ini adalah!"


Riri pun mengingat kembali 'Sosok' yang menyegel ingatannya.


"Ya, dugaanku tidak salah, dialah sosok Malaikat itu!" Ucap Riri dalam hatinya.


Namun


Saat hendak menyentuh Arashi, Riri pun terpental. Energi luar biasa keluar dari tubuh Arashi membuat nya tidak bisa menyentuh tubuhnya.


...Di dalam Kesadaran Arashi....


Bugh ...


Energi yang sangat besar membuat Arashi terpental jauh.


Aura yang agung dan sombong keluar dari naga.


"Dasar Manusia rendahan! Kamu pikir kamu bisa mengalahkan ku?!" Suara sombong keluar dari mulut naga.


"Aku tidak pernah berfikir bisa mengalahkan mu, meskipun begitu aku harus membunuh mu"


"Omong kosong, hahahaha... Kamu tidak akan pernah bisa membunuhku"


Menghiraukan kata kata tidak percaya naga Arashi menghafalkan skilnya.


"Teknik pedang Aliran Hono, jurus kesepuluh. Dewa Api Membara!"


Dengan perlahan pedang dingin itu semakin memanas. Api merah membara semakin terbakar hingga titik panas extrem.

__ADS_1


Pedang itu perlahan berwana hitam pekat, api yang tidak pernah padam menyelimuti pedang Arashi.


Slazzz...


Arashi menebas ke arah naga berada.


Melihat tebasan di depannya naga itu menciptakan pelindung berwana emas. Penghalang itu menahan tebasan Arashi dengan mudah.


"Lagi-lagi dengan jurus yang sama? apakah hanya ini sebatas kemampuanmu anak manusia?!"


"Teknik pedang, Aliran Kaminari! Jurus kesebelas! Hujan Petir Dewa!"


Aliran listrik berwana hitam pekat menyala dengan sangat mengerikan.


"Apa-apaan ini?!" Ucap Naga itu dalam hati.


Naga itu pun melirik kearah Arashi dengan tatapan ketakutan.


"Keluarlah api neraka dan petir penghakiman!!" Dengan ekspresi dingin Arashi berlari dengan kecepatan tinggi.


"Anak ini ... sangat berbahaya! Aku harus lari darinya." Ucap naga itu dalam hati.


Dengan ketakutan naga itu berlari menjauh dari Arashi.


"Tidak ku biarkan!"


"Teknik jiwa, rantai jiwa!! Jurus ke 1 "


Dengan mengarahkan tangannya ke depan tiba tiba rantai hitam menebus dari bawah permukaan.


Rantai itu mengikat kuat naga itu.


"T-tidak!!"


Rantai itu terus menjalar kemana-mana, melilit seluruh badan naga.


Boomm...


Arashi menebas ke arah naga dengan sangat cepat.


"Ti-tidak mungkin?"


Dengan ini, naga itu telah mati tak bersisa.


Arashi pun kembali tersadar.


Saat Arashi menoleh, ia melihat kesekilingnya, dan dia baru menyadari bahwa, ia sedang dikepung.


"Apa yang kau lakukan terhadap Tuan Putri hah?!" Ucap seorang Kesatria yang mengenakan baju perang Kesatria Suci.


Arashi terheran - heran, "hah?! Aku sedang berlatih, dan tiba-tiba dituduh melukai seorang putri?!" Ucap Arashi yang mulai membentuk energi petir menjadi sebilah pedang.


Saat hendak memasang kuda-kuda penyerangan, Riri pun berteriak.

__ADS_1


"Semuanya! Itu lah dia! Dia adalah si malaikat itu!"


__ADS_2