
Kala itu Arashi bertemu dengan Demon king 'Lucifer'.
Lucifer kala itu diikuti oleh 100 Fallen Angel.
"Manusia? Atau Angel?" tanya Lucifer dengan nada datar.
Arashi menjawab, "Manusia, mungkin?"
Lucifer kala itu merasa dipermainkan oleh Arashi, hal itu membuat Lucifer mengamuk dan mengeluarkan sebuah senjata 'Hell' miliknya.
"Hell Sword, Hell's Armor, Open."
Bushh...
Tiba-tiba tubuh Lucifer diselubungi Kegelapan yang pekat, dimana kegelapan itu berubah menjadi Pedang dan Armor Lucifer.
Didunia nyata alias Dunia The Writter.
"Oi-oi, bukannya aku hanya mengizinkannya untuk mrnggunakan 1 saja kekuatan angel? Eh, tunggu dulu. Aku kan cuma mengizinkannya untuk menggunakan, bukan memanggil. Sialan, bisa-bisanya aku terbodohi!"
"Dengan ini ... habis lah! Execution The Chaos."
Energi gelap memenuhi pedang Lucifer, dan setelah eneegi gelap itu penuh. Lucifer pun mengeluarkannya.
Dan seketika,
Duarrrrr...
Ledakan dahsyat terjadi, Lucifer sang Raja Iblis Kekacauan yang paling kuat, membuat Tatanan yang dijaga oleh Beztraa hancur.
Lucifer sendiri termasuk sebagai Bencana Semesta Ras Iblis!
Tiba-tiba terbentuk banyak sekali lubang hitam antar dimensi. Salah satunya lubang dimensi itu tiba-tiba muncul didunia berbagai macam Character.
Lubang hitam tersebut, membuat Dewa Dewi serta System untuk masuk kedalam Lubang Hitam itu untuk mencegah apa pun yang terjadi didalam lubang hitam.
Saat Arashi menoleh, tiba-tiba ia melihat sosok yang jatuh dari langit, ada beberapa sosok yang ia lihat, namun yang paling jelas ia lihat adalah seorang Manusia dan seorang Skeleton? Atau mungkin Ghost?
"...
Arashi menghiraukan para makhluk hidup yang jatuh dari lubang hitam itu dan terus merapalkan sihir teleportasi.
"Perpindahan Kekosongan". Suara Arashi begitu berat saat merapalkan sihir tersebut, tiba - tiba saja.
Boom …
Arashi menteleportasikan dirinya dan Lucifer kedimensi Kekosongan.
"..."
"Kau sepertinya bukan Manusia biasa."ujar Lucifer yang mulai menekan Arashi dengan Aura miliknya.
...Sementara Itu, Dibumi Kedua....
"Hei ... Tunggu sebentar ..."ujar manusia yang mengejar sosok Ghost.
Ghost itu pun berbalik dan langsung bertanya dengan sangat dingin, "apa yang ingin kau tanyakan? Aku tidak punya waktu."
Manusia itu agak ketakutan dengan sikap Ghost tersebut, namun manusia itu langsung bertanya tanpa menghiraukan apa yang akan dikatakan Ghost itu.
"Kau juga terkirim kan?"ujar Manusia itu.
" ... Bagaimana kau tau? Apakah kau juga?"
"Seperti yang kau duga, aku terkirim kesini karena misi yang diberikan oleh System. Aku sendiri heran, kenapa System bisa melakukan perpindahan begini, apakah dia dimanipulasi dengan sosok yang lebih tinggi?"pikir Manusia tersebut.
Ghost pun membalas, "aku juga kebingungan, kenapa sang Dewi tiba - tiba mengirimmku ...."
"Ah sudahlah."
"Kalau begitu, siapa namamu?"tanya Manusia itu kepada sang Ghost.
"Temou. Seorang ras Ghost, aku dulunya adalah manusia, tapi aku mati dan bereikarnasi menjadi seperti ini."
"Wah, kebetulan sekali! Aku juga orang yang bereikarnasi. Perkenalkan, namaku Naori."
"Baiklah Naori, bagaimana kau bisa sampai kesini?"
__ADS_1
Naori pun menjelaskan apa yang terjadi padanya.
...Pov Naori....
Orientasi OVA
[Bangun Master]
"Sudah pagi ya?" ucap Naori bangun dari kasurnya.
[Master, sebentar lagi kapasitas Energy Dimensional akan penuh]
"Apa maksudmu Quest Utama yang lain akan muncul?" tanya Naori.
[Iya Master]
"Berapa lama kira-kira kapasitasnya akan penuh?"
[Sebentar lagi Master]
[ 3 ]
[ 2 ]
[ 1 ]
[Memulai koneksi dengan System Transfer]
Loading ...
[Complete]
[System Dimensi telah terhubung dengan System Transfer]
[Quest dari System Transfer telah dimulai]
Misi: System meminta Player untuk membantu seorang God melawan para Iblis!
Reward: ???
[Transfer System akan segera memindahkan Player menuju tempat tujuan]
[Transfer akan dilakukan]
"Tu-" ucapan Naori terpotong.
"Aaaahhhhh!" Teriak Naori yang terhisap oleh sebuah lubang hitam yang membawanya entah menuju kemana.
"Yah seperti itulah kira-kira."ucap Naori sembari menghela nafas.
Namun tiba - tiba ekspresi Temou berubah. Temuo saat itu langsung berkata, "kesampingkan hal itu, coba kau perhatikan sekeliling kita."
Naori pun baru menyadari, bahwa mereka semua telah dikepung oleh 10000 ribu lebih Fallen Angel.
"Hancurkan semua."ujar seorang Fallen Angel yang memimpin.
"Sial! Kalau melawan mereka semua, skillku tidak akan berguna!"ucap Naori.
"Meski aku tau ini tidak akan berpengaruh, mungkin lebih baik aku menggunakanannya!"
"Naori! Kau pasti mendengar suara yang ada didalam lubang hitam tadi kan?!"ujar Temou yang mulai menggunakan skill khusus yang diberikan oleh Suara Misterius.
Naori pun mengingat suara tersebut, siaranya sangat mirip dengan System miliknya. Namun, Suara tersebut lebih menekan.
[Peningkatan Status, Naori : Buka. Ultimate "The Prince of Hell's rampage" membuka "Gabriel's wings" Menerapkan "Heavenly Defense." Skill Aktif "Heavenly Wrath", "Hell's Punishment!."]
Temou juga mengingat kembali apa tang dia dengar.
[Peningkatan Status, Temou : Buka. Ultimate "Shinigami." membuka "Spirit Cloak." Menerapkan "Immortality." Skill Aktif "Shinigami Hand's", "Susanoo."]
Naori pun menerjang kearah kiri pasukan Fallen Angel.
"Heavenly Wrath!"
Tiba - tiba saja langit menerjang para Fallen Angel, Ledakan dahsyat yang terjadi tak dapat digambarkan dengan kata-kata.
Namun, para Fallen Angel tidak ada satu pun yang Tewas, mereka hanya sedikit terluka berat.
__ADS_1
"Sial, serangan ini sangat mirip dengan sang Jendral 'Gabriel' !"ucap para Fallen Angel.
"Biarkan aku membantumu, Naori!"
"Spirit Cloak, Activate!"
"Shinigami Hand's!"
Tiba - tiba saja, Temou memiliki sebuah jubah yang dikelilingi oleh milyaran, tidak tak terhitung energi spritual. Dan juga, tiba - tiba muncul sebuah tangan dengan Sabit (Chaos) yang muncul dijubah Temou.
"Aku kan pastikan, kalian semua akan mati dengan mengenaskan!"ucap Temou yang salah satu matanya berubah menjadi warna Merah Gelap.
Temou menerjang kedepan dengan sangat cepat, dia mengoyak - oyakkan barisan Kanan para Fallen Angel.
"Bagaimana rasanya itu kematian? Para Malaikat pengkhianat!"ucap Temou yang suaranya mulai berbeda.
"Suara ini ... Shinigami 'Si Dewa Kematian' !"
"Kenapa 'Dewa' berada dipihak mereka?!"
Para Fallen Angel mulai gentar, namun. Naori tiba - tiba menerjang.
"Gabriel's wings!"
"Aku tidak akan menahan diri lagi!"ucap Naori yang sangat bersemangat.
"Activate, Sword of Gabriel!"
Wushhh ...
Tiba - tiba muncul pedang yang begitu bercahaya ditangan Naori.
"Apakah seperti ini rasanya, menjadi seorang Malaikat?!"
Kali ini para Fallen Angel makin gentar, melihat kekuatan Gabriel saja, mereka sudah sangat ketakutan.
"Akan kuakhir-"ucapan Naori terpotong.
"Siapa yang mengganguku?"
Saat Naori berbalik, ia melihat ada Delapan Malaikat yang berbaris dibelakangnya.
"Mohon maafkan saya-Tuan, tetapi. Lawan anda bukanlah mereka, lawan anda adalah 'Lucifer', Yang Mulia Arashi sedang bertarung bersama mereka di dalam Kekosongan Dimensi."ucap Gabriel yang menjelaskan.
Kali ini, sorot mata Gabriel mengarah kepada para Fallen Angel, tanpa aba - aba.
Tiba - tiba!
Tok ... Tok ... Tok ...
Waktu pun berhenti.
"Hei Zafkiel, aku tidak memintamu untuk mrnghentikan waktu disini!"
"Hah?! Aku tidak ingin berlama - lama disini, cepat selesaikan. Aku ingin kembali."ucap Zafkiel merengek.
Tuan Naori dan Tuan Temou, akhirilah dengan cepat.
"Baiklah!"
"Ultimate,The Prince of Hell's rampage!"
"Ultimate, Shinigami."
Duar!
Dalam sekejap, para Fallen Angel pun langsung lenyap.
Naori dan Temou pun kehabisan 'Mana' untuk menggunakan Ultimate miliknya.
"Raphael, giliranmu."ucap Gabriel yang meminta kepada Raphael.
Raphael pun maju, dalam sekejap. Semua 'Mana' Temou dan Naori pun terisi penuh.
'Sepertinya mereka memiliki bakat sihir, tidak seperti Arashi yang sama sekali tidak memiliki mana.'gerutu Raphael dalam hati.
"Baiklah, aku akan mengirim kalian ke tempat dimana Arashi dan Lucifer sedang bertarung."ucap Gabriel dengan serius.
__ADS_1
Dan seketika, Boom.
"... Ini?"