
Serangan penuh energi pun dikeluarkan, oleh Zvhier. Serangan itu membuat tatanan dunia terganggu, bahkan Si Perintah, 'Beztraa' pun terbangun.
[Note: Si perintah, Beztraa sang penjaga.
Si pencipta, The Author.
Si penghancur, Murasame.]
"Dengan ini, kau sudah kalah!" ujar Zvhier yang sudah terlihat tak bertenaga.
"Kekuatan Asli, tahap pertama, mode serius! Buka!"
Kekuatan Arashi kala itu menyebabkan hancurnya segala konsep ruang dan waktu, getaran kekuatan Arashi kala itu pula menyebabkan getaran dahsyat didunia The Writer.
"Apa - apaan ini?" ujar The Writer yang kebingungan dengan getaran yang dibuat oleh Arashi.
"Kalah? Aku? Bodoh!" ucap Arashi dengan nada datar.
"Kali ini ... habis kau! Tebas-" ucapan Arashi terpotong.
Tubuh Evolusi Arashi pun kembali seperti sedia kala.
"Yah ... waktunya habis." ujar The Writer yang mengehela nafas kecewa.
Akio pun membawa kembali Arashi ke Negeri Suzaku, diperjalan Akio bertanya - tanya.
"Anak ini? Siapa sebenarnya? Saat itu aku hendak ingin membunuhnya, namun ... tatapan siapa itu? Aku tidak bisa merasakan keberadaannya, tidak mungkin kan? Anak ini adalah titisan 'Sosok' itu?" Tanya Akio dalam hati.
...Flashback Masa Lalu Akio....
"Dasar! Anak ini adalah sumber masalah kita! Lebih baik kita bunuh saja!" ujar seorang pria besar yang memarahi seorang wanita cantik.
Wanita itu menolak perkataan sang pria itu, "kau adalah ayahnya, namun kenapa kau ingin melakukan itu?!" ucap sang wanita itu sambil menangis.
"Hah? Memangnya aku ingin punya anak yang tidak memliki apa - apa sama sekali?!" ujar pria itu yang menunjuk kearah Akio.
Akio, seorang anak yang tidak memiliki apa - apa, dia tidak memiliki 'mana' , keahlian bertarung, serta dia sangat bodoh, namun. Ia sangat baik, hingga pada akhirnya.
__ADS_1
"Ibu!!"
Akio melihat ayahnya menusuk ibunya, "a - aku paham kalau ayah membenciku! Ta - tapi kenapa harus ibu?!"
Saat itu, Murasame yang telah diturunkan kekuatannya dan dijuluki sebagai 'Bencana Pencipta' bertemu dengan The Writer. The Writer lah yang membuat Murasame tersegel didalam tubuh Arashi.
Saat itu pula, The Writer mendengar suara tangisan kesedihan dari seorang anak kecil, yamg pada akhirnya membuat ia bergerak ketempat Akio berada.
"Tidak bisa, Tidak bisa dimaafkan!! Bunuh, bunuh, kubunuh kau!"
Saat The Writer telah sampai, anak itu telah dihasut oleh kebencian, anak itu diberikan bibit kebencian oleh Murasame saat Murasame hendak diusir.
Anak itu berubah wujud, kala itu anak sang anak langsung membuka gerbang terakhir dari kekuatannya.
"Hancurlah!"
Kala itu, The Writer menahan serangan Akio, dan saat itu pula status Akio berubah menjadi 'Bencana Semesta'.
"Seandainya aku tidak menahan serangannya, mungkin saja cerita ini telah lama tidak ada ...." ucap The Writer.
The Writter pun menghampiri Akio sambil berkata, "aku paham rasanya ... jadi maafkan lah dia, aku tau itu tidak mungkin, namun apa kau yakin ingin membunuh orang - orang yang tidak bersalah? Kau yakin ingin membunuh orang - orang yang tak bersalah? Pikirkanlah baik - baik ...." ucap The Writter yang berusaha menenangkan Akio.
Akio kembali mengamuk, kali ini kekuatan Akio melebihi kekuatan sebelumnya.
Terdengar sebuah suara yang berkata,
"Namaku Zvhier, Raja dari kegelapan, penguasa dari bangku kekacauan, kali ini aku memilihmu untuk menggunakan seluruh kekuatanku!"
[System ... evolusi, Akio, Zvhier, digabungkan]
Akio pun berubah total menjadi Zvhier, namun kesadaran Akio tetap.
"Musnahlah!"
Tiba - tiba saja kekuatan energi dengan tenaga penghancur yang tak dapat digambarkan berkumpul, tenaga itu makin kecil dan kecil.
Hingga tenaga itu berubah seperti tetesan Air. Zvhier menyebutnya sebagai.
__ADS_1
"Drops of Chaos"
Namun! Saat serangan itu hendak dikeluarkan, The Writer pun mengambil alih bentuk bertarungnya.
Kali ini The Writer menggunakan wujud Dragon miliknya.
Kala itu, saat The Writer menggunakan bentuk bertarungnya, seluruh makhluk gempar! Baik 3 Creator, 13 Bencana Semesta, semuanya merasakan ketakutan yang amat mendalam.
"Mana tadi kemauanmu untuk menghancurkan?"
"Domineering Aura."
Zvhier kala itupun tunduk kepada The Writer, The Writer pun berkata, "ini saja aku tidak menggunakan sama sekali kekuatan, namun kau telah ketakutan? Kali ini kau kumaafkan, namun! Di lain waktu ... aku tidak akan memaafkanmu!" ancam The Writer yang berjalan meninggalkan Zvhier.
Zvhier pun mulai kembali menjadi Akio, kala itu Akio terus mengingat betapa mengerikannya 'The Writer' itu.
Akio pun telah melewati gerbang Ruang dan Waktunya, ia pun menyerahkan Arashi kepada guru yang ada sembari menitip pesan, "jaga anak itu baik - baik, segala yang dia perlukan ... tanyakan saja kepadaku!" pesan Akio yang pergi meninggalkan sang guru dengan memasuki gerbang ruang dan waktu.
...Keesokan Harinya....
Arashi pun terbangun, saat itu ia sama sekali tidak mengingat apa yang terjadi, "kenapa aku bisa berada disini?" tanya Arashi dalam hati.
Arashi pun berangkat kembali untuk pergi kesekolah, kali ini gurunya menjelaskan tentang 'konsep sihir, dan macam - macam sihir, serta sihir terkuat'.
"Api dapat dipadamkan oleh air, air dapat ditimbun oleh tanah, tanah dapat ditimbun oleh daun (angin), dan petir bisa membakar daun, namun petir tidak dapat menembus tanah."
"Bapak akan menjelaskan kelebihan masing- masing elemen."
"Kita mulai dari kelebihan elemen Petir, setelah itu elemen Api, dan dilanjutkan dengan Elemen Air, setelah itu elemen Tanah, dan elemen Angin."
Sang guru pun menjelaskan, "elemen petir, elemen ini dianggap suci karena berasal dari langit.api, elemen ini dianggap berbahaya karena dapat membakar segalanya yang ada.elemen air, elemen ini biasa digunakan oleh manusia sebagai cadangan kebutuhan, dan ada juga yang mengibaratkan air itu sebagai ketenangan, yang dimana jika semakin tenang itu akan semakin tajam dan akan semakin mengerikan.elemen tanah, elemen ini berasal dari bumi, tidak terlalu kuat namun bisa menahan semua jenis elemen, Jika petir menyerang tanah, tanah itu hanya akan gosong. Jika api membakar tanah, api itu akan padam dengan sendiri, jika air membasahi tanah, tanah itu akan menyerap air, jika cahaya ingin menembus tanah, tetap saja cahaya itu tidak bisa menembusnya. Jika kegelapan ingin menembus tanah, tanah itu akan bertahan. Tanah diibaratkan sebagai elemen pelindung, elemen Angin masih belum diketahui kelebihan dan kelemahan, namun! Elemen Angin dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan serangan setiap Elemen." Jelas sang guru.
Sang guru itu lagi melanjutkan, "elemen terkuat sepertinya elemen kegelapan tipe pengendali ruang dan waktu, namun elemen cahaya tipe manipulasi hidup dan mati juga tak kalah kuat, dua- duanya sama kuat."
Sang guru lagi menjelaskan, "baiklah saya akan menjelaskan reaksi elemental, jika petir dan api digabungkan, serangannya akan dapat memanaskan lawannya dalam sekejap mata. Jika air dan petir bertemu, maka setiap lawan yang terbasuh oleh air akan dialiri listrik secepat kilat. Angin dan Api, Angin dan Petir, Angin dan Tanah, mereka semua akan menyebabkan badai elemen." jelas sang guru.
"Baiklah saya akhiri pertemuan hari ini."
__ADS_1
Arashi pun keluar, namun saat ia berjalan keluar ia dihadang oleh Riri.
" ? "