
"Lucifer, tak akan kumaafkan dirimu!"
"Mati!"
Lucifer saat itu bagaikan melawan keberadaan 'Dia'. Lucifer betul - betul tidak bisa melakukan apa - apa, dan yang terbesik di benak Lucifer hanyalah 'Mati'.
'Siapa sebenarnya dia ini? Kenapa aku tidak bisa melawannya? Apakah aku lebih lemah dari-Nya?'
"Kau pikir ... Semudah itu membunuhku? Aku adalah pangeran neraka, sang dosa Kemarahan. Lucifer! Aku tidak akan kalah dari-Mu!"
"Kekejaman Neraka!"
Tiba - tiba saja keluar 4 rantai yang langsung merantai Arashi. Namun dengan cepat Arashi lepas dari lantai tersebut.
"Cuma sampai disini kekuatanmu? Lemah." ujar Arashi yang melepaskan diri dari rantai - rantai milik Lucifer.
"kau sebut itu rantai? Sini aku ajarkan bagaimana Rantai yang sebenarnya!" ucap Arashi dengan mata yang berubah warna menjadi putih ke Ungu ungu an.
"God's chain!"
Lucifer pun terikat oleh Rantai milik Arashi. Dan pun,
Duashh...
Ditengah-tengah kematian Lucifer, tiba - tiba muncul Beberapa Sosok dihadapan Arashi.
Sosok yang muncul berupa Naga, Malaikat-Iblis, dan Dewa.
__ADS_1
"Apakah betul dia orang yang membuat tekanan sekuat ini?" ucap Sang Naga tersebut.
"Kheheehe~ aku akan mengetes sekuat apa dia ini!" ujar sang Malaikat-Iblis yang mengeluarkan sabit miliknya.
"Destruction Scyhte!"
Namun Arashi dengan cepat menghindari serangan milik Sang Malaikat-Iblis. Saat Arashi berbalik, ia melihat 7 lapisan kehampaan dihancurkan.
Disaat Arashi hendak ingin melancarkan serangannya. Efek samping dari penggunaan skill True Form miliknya muncul.
Hingga pada akhirnya Arashi diteleportasikan oleh Raphael dari bumi Kedua.
Arashi pun tak sadarkan diri akibat efek skill yang ia gunakan.
...Pertarungan Pertama Naori & Temou melawan Makhluk Astral!...
"Temou, bersiaplah! Aku bahkan merasakan hawa membunuh yang sangat besar ..."ujar Naori.
Temou dan Naori pun mengeluarkan serangan kombinasi mereka, namun sayang sekali. Kombinasi milik Naori dan Temou tidak berpengaruh kepada sosok itu.
"Heh~ apakah kalian sedang menggelitikku? Baiklah sekarang giliranku!"
"Sabit Kematian ~"
"Baiklah ~ pesta yang menyenangkan akan dimulai~"
Sosok itu berlari mengejar Naoru, dengan cepat sabit miliknya menyayat Naori. Sayatan yang diberikan oleh sosok itu tidaklah parah, namun sayatan itu tidak bisa diregen oleh Naori.
__ADS_1
"A- apa apaan dia ini?!"batin Naori kebingungan.
[Mendeteksi ... Kerusakan Parah]
[Dimohon Untuk Meninggalkan Pertarungan]
"Kerusakan parah? Sayatan ini?"
"Heh~ baru menyadarinya? Sayatan milikku itu tidak bisa disembuhkan loh~"
Tiba - tiba saja Temou langsung menembak sosok itu.
"Tubuhku yang diberkati oleh sang Dewi, berikanlah aku kekuatan kasihmu ... The Bullet!"
Meski begitu, serangan Temou sama sekali tidak berpengaruh.
"Dewi? Kau berasal dari mana?"ujar sosok itu yang makin mengintimidasi hanya dengan tatapannya.
"Sudahi Vhine! Kau keterlaluan,"ujar seorang sosok yang dilapisi selendang cahaya itu.
"Vichromoune! Kenapa kau mau membiarkannya? Dia bukanlah dari dunia kita, yang artinya tidak lama lagi 'Dia' akan keluar dari tidurnya!"
"Vhine!" Ucapan itu begitu singkat, namun membuat Vhine langsung tidak berani mengangkat wajahnya.
"Namamu Naori, dan yang satunya Temou ... Kan?"ujar Vichromoune yang berjalan menghampiri Naori dan Temou.
"Tenang saja~ kalian akan aman, hingga saat itu. Kami akan mengawasi kalian~ jika kaluan berbuat hal yang mengundang murka, aku tidak akan segan membunuh kalian!"
__ADS_1