
mengingat perlakuan bapaknya ella yang kasar raden gak mau ambil resiko ,dia meminta tolong pada orang tua nya
"Ayah ibu boleh kan keluarga ella untuk sementara tinggal dirumah sblm mendapatkan kontrakan yang baru
"Nanti akan aku bantu carikan kontrakan yang dekat rumah kita
"Itu mah mau nya kamu supaya deket sama ella terus ucap ibu
"Aku hanya ingin memastikan keselamatan ella dan keluarga nya dari perlakuan kasar bapak nya
" Emang kamu pacarnya?
karna ibu tau mereka tidak ada hubungan apa2 Hanya teman biasa
"baru calon bu
"Calon apa ?Tanya ibu
"calon istri bu
Jawab raden tegas lalu tersenyum
"Husss...
anak bawang belum boleh cinta2 an
mau dikasih makan apa anak orang kalo kamu masih sekolah
jawab ibu mendelik
"Tapi kalo sayang2an bolehkan bu ?
aku sayang ella aku akan menunggu nya sampai kita sama2 dewasa.
"HUFFF...
apa kamu tau, kalau dia akan pesantren?
Itu artinya kalian akan berpisah jarak dan waktu cukup lama.
Apa kamu bisa bertahan jarak jauh?
Tanya sang ayah
"ya aku tau tapi aku akan tetap menunggunya ayah.
"Tapi kalau dia berpaling sama anak pak kyai nya gimana den? tanya ibu
"Aku akan tetap menunggu nya
Akan ku tunggu janda nya bila perlu !
ucap raden lalu berjalan mendekati ella yang masih istirahat
Ayah dan ibu hanya menggeleng
mendengar pengakuan raden yang mencengangkan
"mah Untuk sementara, biar kalian tinggal dulu di rumah Aden ya, disana akan ada yang menjaga ella dan adiknya
Jadi mamah gak perlu khawatir ella akan disakiti lagi sama bapaknya saat bekerja
"nanti aku bantu cari kontrakan yang dekat sekolahan, jadi ella gak perlu naik angkot berangkat sekolahnya"
bujuk raden agar sang mamah mau ikut
"Tapi adiknya sekolah di sini nak
"Nanti bisa pindah sekolah di sana agar lebih aman bu Takutnya bapak akan menemukan dan mencari kalian
ada benarnya juga apa yang di katakan raden bapak sudah berani main tangan sama kakak maka tak ayal dia bisa saja menyakiti adiknya juga.
__ADS_1
Batin mamah
"Tapi apakah orang tua kamu setuju
Mamah gak mau merepotkan kalian lagi
Kalian sudah banyak membantu ella mamah malu
"Ayah ibu sudah mengizinkan bu
Aku akan sangat berterima kasih pada ayah ibu dan tak akan meminta waktu berharga kalian lagi jika urusan keluarga ella sudah selesai batin raden
"tapi ingat jaga jarak aman saat dirumah bisa gak?
"Huffff....
Aku usaha kan ayah
ucap raden
Ella yang masih terlelap digendong sang ayah karna raden tak kuat . "Badannya kecil tapi beratnya masya ALLAH"
Semua yang sudah dikemas dalam tas lumayan besar dimasukkan ke mobil.
Semua seragan, buku kakak adik serta berkas2 penting dan persyaratan untuk pengajuan ke KUA sudah di kemas bersama pakaian untuk 1 minggu kedepan dalam 1 tas besar itu
mereka menunggu di mobil sementara mamah menjemput ABDUL
Sang adik yang tak tau apa yang terjadi heran saat melihat kepala sang kakak nya di perban dan terlelap di pangkuan sang mamah dalam mobil
Kakak kenapa mah Apa kakak di pukul lagi sama bapak? Kenapa Bapak JAHAT
bapak selalu pukul kakak kalau mamah kerja Ngiks ngiks ngiks...
abdul terisak di dalam mobil
"Ssst..
Sudah sayang jangan menangis lagi semua nya sudah menjadi tadir ALLAH
udah banting tulang bantu mamah cari uang, Bantu kerjaan rumah dan menjaga kamu...
Suatu saat jika kakak kesulitan apapun
Tolong bantu kakakmu ya sayang...
"Aku akan s3lalu sayang sama kakak dan mamah Aku akan belajar yg pintar dan
Nanti aku akan cari kerja biar kakak dan ibu bisa istirahat saja dirumah
Ucap abdul sangat menyayat hati
ucapan abdul membuat seisi mobil terharu dan menangis bahkan mamah dan ibu sampai terisak ayah pun sampai meneteskan air mata nya
sampai di rumah raden mereka turun dengan mata yang sembab dan masih terdengar isak tangis dari dalam mobil
Ternyata sebelum sampai dirumah ella terbangun karna mendengar tangisan dua orang yang selalu berjuang bersama nya
"mah...
Ella mengusap air mata mamah nya dan melihat adiknya pun menangis dia kebingungan
"Kita mau kemana mah
Aku gak mau dirawat lagi kita pulang saja
aku takut jarum suntik mah
Gak mau disuntik lagi ,Sakitt tau
kalo kemarin keadaan sadar juga pasti aku kabur kaya disekolahan
__ADS_1
akhirnya mereka kembali tertawa karna ocehan ella yang kadang ngawur tapi nyata
setelah sampai Raden membantu mamah dan adiknya lebih dulu Lalu membantu ella turun untuk beristirahat di kamar tamu
Esoknya , setelah sholat subuh
ella di suruh ibu membantu di dapur karna sang ibu sedang siapkan berkas yang akan di serahkan ke
kantor Urusan Agama dan akan bekerja, adiknya setelah sholat subuh tidur lagi
Ella berniat ingin membantu di dapur tapi tak tau dimana dapurnya jadi bingung harus jalan kemana karna rumah raden bisa dibilang megah, 2 tingkat tapi luas
sedangkan raden yang selesai sholat subuh masih memakai baju koko nya turun akan ke dapur mengambil air minum ,kebetulan air minum di kamarnya habis raden pun turun dan melihat ella yang kebingungan pun menghampirinya
"DORRR.
"ASTAGHFIRULLAH Kaget tau
hahaha raden tertawa lucu
"Kamu kaya orang keder mo kemana sih kalo ketoilet kan ada di dalam kamar
ucap raden
"Aku lagi nyari dapur dimana yah den
"Kamu udah laperrrr jam segini?
ucap aden
Emang kalo iyya kenapa takut Diabisin sama aku? tenang aja Nanti kalo udah dapet kontrakan juga aku bakal pindah kok .
"Gak gitu maksud aku chill cuma bercanda doank kok marah shi nanti cantiknya ilang loh ,ayo aku tunjukin dimana dafur
raden pun mengajak ella ke dapur karna difikirnya ella memang laper
"bi apa ada makanan yang sudah mateng
"Memangnya mau makan apa Aden biar saya siapkan? Ucap sang bibi yang bertugas memasak.
Raden langsung menatap ella
"mau makan apa chil biar disiapkan sama bibi?
"gak usah bi, mav saya ingin membantu bibi di dapur apa ada yang bisa bantu?
"Gak usah chil, disini sudah ada yang bertugas kamu masih perlu banyak istirahat ayo aku bantu ke kamar tamu.
"Tapi aku bt gak ngapa ngapain disini gak mungkinlah aku tiduran terus dikamar
kalo mau , bantu bereskan kamar aku aja yuk raden mengedipkan 1 mata nya 😉
Lalu menggandeng ella ke kamar nya
ella tertawa hambar
"Gombal
Karna dia tak enak hati disini hanya numpang jadi ella tak mau berdiam diri saja mau tak mau dia meng iyya kan nya.
"Baiklah ....
raden menuntun ella menaiki anak tangga sesampainya di lantai 2 mereka bertemu ayah dan dihadang tepat di depan pintu kamar raden
"Mau apa kalian apa kamu lupha dengan janji kamu Aden?
Ella hanya diam dan bingung ,sebenarnya janji apa yang mereka sepakati apa mungkin benar apa yang mamah bilang
kalau aku jangan berharap terlalu tinggi
Ya ALLAH ...
__ADS_1
sadarkan lah aku kalau ini SALAH
Entah takdir akan bicara apa tentang kita saat dewasa nanti..